Video Games Mengajarkan Kekerasan pada Anak
Sabtu, 17/11/2007
Adegan kekerasan dalam video game bisa mengajarkan kekerasan pada anak-anak.Dan, meningkatkan agresivitas sehari-hari.
HATI-HATIbila anak Anda keranjingan dengan video games yang berisi adegan kekerasan. Pasalnya, adegan kekerasan dalam video games ternyata mengajarkan kepada anak-anak untuk melakukan tindak kekerasan. Hal itu diungkapkan Douglas Gentile pakar psikologi Universitas Gowa dan ayahnya J Ronald Gentile peneliti tentang pembelajaran efektif Universitas Bufallo, New York.
Kesimpulan di atas merupakan hasil penelitian yang mereka lakukan tentang efek media pada anak-anak, termasuk video games. “Kita tahu banyak tentang bagaimana cara untuk menjadi seorang guru yang efektif, dan kita tahu banyak bagaimana menggunakan teknologi untuk pengajaran. Video games menggunakan banyak teknik ini dan sungguh sebagai guru yang sangat efektif. Jadi kita tidak perlu terkejut jika video games tentang kekerasan bisa mengajarkan tindakan kekerasan,” papar Doug Gentile yang juga Direktur dari National Institute on Media and the Family.
Gentiles memutuskan untuk menguji hipotesis ini melalui studi kepada hampir 2.500 anak-anak muda,yang ditemukan bahwa ternyata video games memang merupakan alat belajar yang efektif. Siswa-siswa yang bermain video games kekerasan secara bersamasama sesungguhnya belajar tentang bagaimana menciptakan sebuah permusuhan dan perilaku kekerasan melebihi masa enam bulan. Pada tes hipotesa Gentile mempelajari tiga kelompok umur,yakni untuk kelompok 15 tahun, 8 dan 6 tahun,dan 1441 remaja dengan usia rata-rata 19 tahun. Anak-anak usia SD dan sekolah menengah itu direkrut dari enam sekolah di Minnesota, dan responden remajanya dari Universitas Negeri Iowa. Penelitian ini menemukan bahwa muatan kekerasan dalam video game diprediksi meningkatkan tindakan agresi.
Di antara siswa SD, memainkan video game kekerasan secara bersama-sama meningkatkan risiko menjadi sangat agresif 73% lebih tinggi dibandingkan anak yang bermain video game bukan kekerasan.Angka itu lebih tinggi lagi sekitar 263% dibandingkan anak yang hanya bermain video games tanpa kekerasan. “Karena kita memiliki data yang ekivalen bahwa bermain video game kekerasan bisa mengubah siswa menjadi memiliki sifat permusuhan. Selain itu juga meningkatkan perilaku agresif mereka melebihi level biasanya,” tandas Doug. Namun studi ini, tidak semuanya berita buruk untuk teknologi video game.
Karena video game ditemukan sebagai alat yang sangat efektif untuk pembelajaran, Gentiles mengusulkan agar mainan ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan. Misalnya, untuk mengajarkan keterampilan membuat strategi dan belajar dari kesalahan.
Peneliti menyatakan bahwa pendidik tidak perlu lagi menunggu, kecuali menggunakan teknologi semacam ini untuk mengefektifkan pembelajaran. Paper tentang hal ini dipaparkan dalam jurnal ilmiah Jurnal of Youth Adolescence dengan judul “Video Game Kekerasan Sebagai Guru Teladan : Sebuah Analisis Konsep”. (abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama-sore/video-games-mengajarkan-kekerasan-pada.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment