Sabtu, 19 Januari 2008

Teh Kompos Bisa Jadi Pupuk Sekaligus Pestisida

Teh Kompos Bisa Jadi Pupuk Sekaligus Pestisida
Jum'at, 11/01/2008
DENGAN sedikit sentuhan, ternyata kompos tidak hanya berfungsi sebagai pupuk,juga bisa dijadikan pestisida seperti teh kompos.Teh kompos merupakan pupuk cair yang dibuat dengan bahan dasar kompos.
Peneliti dari Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Dominikus H Akhadi menyatakan bahwa mengolah kompos menjadi teh kompos (compost tea) cukup mudah.Petani atau masyarakat bisa melakukannya di rumah dengan memanfaatkan sampah domestik. Selain memberikan manfaat bagi tanaman, juga bisa ikut menjaga lingkungan dari sampah.
’’Kompos mengandung banyak unsur hara yang bagus untuk tanah. Tidak hanya sebagai pupuk, juga bersifat toksik bagi serangga hama tanaman,”tuturnya kepada SINDO.
Tentu ini merupakan kabar baik bagi para petani pengembang pertanian organik. Sebab, mereka tidak perlu menggunakan pupuk dan pestisida kimia yang bisa merusak unsur hara dalam tanah. Dominikus menyatakan, kompos yang baik dihasilkan melalui pemilahan sampah yang baik pula, antara sampah yang terurai dan tidak terurai.
Biasanya, sampah pasar sudah bercampur antara sampah organik dan nonorganik sehingga kualitasnya kurang baik. Kompos cukup ditambah air dan mendapat sirkulasi udara yang memadai, kemudian diaduk agar memiliki kualitas yang baik. Air diupayakan untuk tetap disirkulasi dan harus kontak dengan udara tinggi atau ruangan terbuka. ’’Masyarakat bisa membuat sendiri kompos itu sehingga mereka dapat mengetahui secara pasti kualitas kompos tersebut baik atau tidak,”paparnya.
Dalam pengolahan tersebut, kompos itu dicampur dengan zat tambahan, di antaranya kapur,bekatul, tetes tebu atau gula. Gula dan bekatul merupakan bahan yang bisa membangkitkan mikroorganisme yang akan menjadi pestisida. Dengan ditambah gula,mikroba tersebut cepat berkembang dan cukup ampuh membunuh serangga.
Namun, Dominikus menegaskan bahwa mikroba yang dihasilkan teh kompos ini hanya bersifat toksik pada serangga, tidak pada tanaman. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir tanaman itu beracun dan berbahaya untuk dikonsumsi manusia. ’’Kekurangan dari teh kompos, yakni tidak ada kandungan yang menggemburkan tanah. Namun, ampas dari pengolahan kompos tersebut bisa dikembalikan ke tanah, tempat tanaman itu berada,” tuturnya.
Namun, tutur Dominikus, teh kompos mampu melakukan kinerja optimal jika pembuatannya dalam hitungan jam dan tidak lebih dari sehari.Sebab, jika lebih dari sehari, mikroba tersebut banyak yang mati. Artinya, manfaat sebagai pestisida sudah tidak ada. Meski demikian, penyemprotan teh kompos bisa dilakukan dengan penyiraman atau disemprotkan ke daun layaknya pestisida lain.Teh kompos akan menempel dan melindungi daun dari serangga ulat dan lainnya.(abdul malik)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/teh-kompos-bisa-jadi-pupuk-sekaligus-pestisida-3.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment