Sabtu, 19 Januari 2008

Jus Delima Perlambat Kanker Prostat

Jus Delima Perlambat Kanker Prostat
Rabu, 12/12/2007
Meminum seperempat liter jus delima setiap hari,secara signifikan mampu memperlambat kanker prostat.
BERDASARKAN penelitian para ilmuwan dari Universitas California, Los Angeles (UCLA),mengonsumsi jus delima seperempat liter secara rutin setiap hari mampu memperlambat kanker prostat. Bahkan,para peneliti menyatakan bahwa efeknya mungkin lebih besar lagi sehingga membantu untuk membuang jauh penyakit tersebut. Buah delima memiliki kandungan zat kimia cocktail (minuman keras) yang bisa meminimalisasi kerusakan sel dan secara potensial membunuh sel kanker.
“Ada banyak kandungan dalam jus delima yang memang bisa membantu pria dewasa,” kata Allan Pantuck, pemimpin penelitian ini seperti dilansir dari Journal Clinical Cancer Research. Penelitian sebelumnya juga mengindikasikan bahwa jus delima bisa memberikan efek manfaat terkait kanker prostat pada tikus uji coba.Namun,studi terakhir menunjukkan bahwa secara potensial memberikan manfaat kepada manusia juga. Tim peneliti UCLA melibatkan 50 pria dewasa yang sedang menjalani terapi radiasi untuk pengobatan kanker prostat. Sel kanker prostat yang dimonitor lewat level pengukuran kimia yang diproduksi yakni antigen khusus prostat (prostate spesific antigen/PSA).
Para peneliti mengukur seberapa lama level PSA menjadi berlipat dalam pasien kanker prostat. Memang dalam waktu yang relatif singkat sel kanker menunjukkan perkembangan dengan cepat. Rata-rata satu kali penggandaan sel kanker adalah 15 bulan, namun pada pasien yang meminum jus delima perkembangannya melambat 54 bulan.Beberapa pria dewasa dalam studi ini melanjutkan studi ini untuk mengetahui bagaimana level PSA setelah 3 tahun, meskipun sudah tidak lagi meminum jus delima. “Saya sangat terkejut ketika saya melihat angka level PSA yang bisa diperbaiki,” kata Pantuck.
“Pada pria yang berusia lebih tua yakni 65–70 tahun, kami merekomendasikan mereka untuk mengonsumsi jus delima dan mungkin bisa membantu mereka menghindari risiko terkena kanker prostat. Kami berharap bahwa mengonsumsi jus delima bisa membantu untuk menghindari terapi lain yang menimbulkan dampak buruk, seperti kemoterapi,” tambahnya. Jus buah delima juga dikenal sebagai anti inflamantory dan sebagai antioksidan level tinggi,yang dipercaya bisa melindungi tubuh dari kerusakan oleh partikel radikal bebas. Jus delima juga mengandung isoflavones yang dipercaya berperan membunuh sel kanker. “Ada banyak kandungan dalam delima. Kami tidak mengetahui ada kandungan magic apa dalam delima ini, namun yang pasti yang kami tahu kandungan delima memang bermanfaat.
Seperti kombinasi elemen dari komponen tunggal,”ujar Pantuck. Chris Hiley dari Prostate Cancer Charity menyatakan masih harus kerja keras untuk memperkuat hasil penelitian ini dan mengonfirmasinya. “Mungkin jus delima tidak hanya membantu pria dewasa yang sedang dalam perawatan kanker prostat. Namun,juga bisa memberikan manfaatnya lebih besar,”ujarnya. Dr Laura-Jane Armstrong dari Charity Cancer Research UK menyatakan, jika hasil studi ini bisa dikonfirmasi, ini akan menjadi temuan penting dan bisa berimplikasi bagi pasien kanker prostat.
Khususnya yang menolak menggunakan perawatan atau pengobatan lain yang lebih agresif yang bisa memberikan efek samping. Dr Hasan Mukhtar dan koleganya dari Universitas Wiconsin mengatakan bahwa delima mengandung banyak polypnenolic, yang membantu jus delima banyak mengandung antioksidan dibandingkan wine merah atau teh hijau.
Berdasarkan uji laboratorium, ekstrak delima dianggap mampu mencegah kanker prostat. Meskipun masih jalan yang panjang,penemuan ini membuktikan bahwa jus delima bisa digunakan untuk mengobati atau mencegah serangan kanker prostat. Lebih dari itu,dalam pengamatan yang dilakukan bersama tim peneliti, ekstrak delima bisa menghalangi pertumbuhan kanker kulit.Artinya, sangat mungkin jus delima memiliki manfaat untuk berbagai jenis kanker. (BBC/Reuters/abdul malik)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama-sore/jus-delima-perlambat-kanker-pr.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment