Sabtu, 19 Januari 2008

3.000 Orang Meninggal akibat Efek Samping Obat

3.000 Orang Meninggal akibat Efek Samping Obat
Senin, 31/12/2007
Hampir 3.000 orang meninggal di Inggris selama tiga tahun terakhir yang disebabkan oleh efek samping obat. Bahkan, 13.000 orang lainnya pada periode yang sama juga mengalami alergi obat, tapi bisa diselamatkan karena perawatan intensif di rumah sakit.
Data statistik yang dipaparkan oleh Demokrat Liberal menyatakan, banyaknya korban efek samping obat tersebut karena mengonsumsi obat-obatan secara berlebihan, termasuk aspirin dan iboprofen. Namun, para ahli menyatakan bahwa obat-obatan tersebut tidak bisa menjadi kambing hitam begitu saja atas semua laporan kasus ini.
Laporan ini dikutip dari skema ’’kartu kuning’’’ yang dipaparkan oleh Medicine and Healthcare products Relgulatory Authority (MHRA) yang mengompilasi tentang laporan efek negatif dari obat dari sisi petugas medis maupun pasien.Tahun lalu saja,dilaporkan 964 pasien di Inggris meninggal akibat efek samping obat dibandingkan 1.000 pasien meninggal pada 2005, dan 861 orang pada 2004.
Bagaimanapun, ada banyak bukti yang menyatakan bahwa 6,5% pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit karena memiliki pengalaman reaksi atau alergi terhadap efek samping obat. Hal itu merupakan empat dari lima kasus yang penyebabnya mengonsumsi obat-obatan. Diestimasikan, jumlah kasus reaksi dengan obat sebanyak 250.000 kasus per tahun dan biaya yang dihabiskan terkait hal ini sebesar 466 juta pounds.
MHRA menyatakan laporan ini disusun dengan meminta pasien dan dokter untuk melaporkan reaksi obat melalui jaringan telepon langsung National Health Service (NHS). Sementara itu, pada beberapa kasus efek samping yang mematikan atau alergi memang tidak bisa diprediksi. Kepala Petugas Medis, Sir Liam Donaldson menyatakan bahwa beberapa kasus memang harus dihindari. ’’Kita harus belajar lebih baik dari kesalahan ini,” tutur Donaldson.
Selain itu, banyak kasus terkait obat-obatan ini karena pengaruh dari tindakan medis, seperti pengenceran darah warfarin dan diuretics yang merupakan penyebab paling umum.Faktor lainnya yakni banyaknya pasien yang membeli obat tanpa resep dokter. Hal itu cukup berbahaya karena efek sampingnya sangat berpengaruh. Seperti aspirin dan obat antiperadangan ibuprofen.
Kedua obat ini bisa mengakibatkan pendarahan lambung apabila dikonsumsi dalam dosis tinggi dan periode yang lama. Direktur Vigilance and Risk Management of Medicines (Kewaspadaan dan Manajemen Risiko Obat) di MHRA June Raine menyatakan bahwa setiap jenis obat memberikan risiko efek samping.
’’Peran kami adalah meyakinkan bahwa manfaat obat lebih banyak dibanding risikonya.Hal itu sangat penting untuk memberikan catatan laporan bahwa efek samping obat tidak selalu menjadi penyebab utama kematian pasien.Faktor lain, seperti dasar dari penyakit yang diderita pasien atau obat lainnya mungkin memberikan kontribusi atas reaksi yang merugikan ini,” ujarnya. (BBC/berbagai sumber/abdul malik)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama-sore/3.000-orang-meninggal-akibat-efek-samping-3.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment