Sabtu, 19 Januari 2008

Pria Lebih Humoris karena Pengaruh Hormon Testosteron

Pria Lebih Humoris karena Pengaruh Hormon Testosteron
Selasa, 25/12/2007
Menurut para ahli, pengaruh hormon testosteron pada pria membuat mereka punya selera humor tinggi dibanding wanita.
KARENA itu, saat ini jumlah pelawak pria lebih banyak dibanding wanita. Profesor Sam Suster dari Universitas Rumah Sakit Norfolk dan Norwich menyatakan, pria memang membuat lebih banyak lelucon ketimbang wanita dan lelucon mereka cenderung menjadi lebih agresif.
Para peneliti mengobservasi bagaimana jenis kelamin dengan hobi membuat orang geli dan tertawa. Perempuan memang lebih cenderung membesarkan hati dan memuji, sedangkan pria cenderung suka mengejek dan mencemooh. Usia paling agresif adalah pria usia muda.
Hal itu dijelaskan dalam British Medical Journal. Penemuan sebelumnya menemukan bahwa pria dan wanita memiliki perbedaan mengenai bagaimana mereka menggunakan dan mengapresiasi humor. Wanita cenderung menceritakan lelucon lebih sedikit dibandingkan pria.
Penelitian itu menemukan bahwa pria memang lebih suka menggunakan humor secara agresif dengan objeknya adalah orang lain sebagai korban lelucon.Bentuk serangan humor ini secara umum memang merupakan salah satu ciri dari paparan hormon testosteron sejak dalam kandungan rahim.
Sam Suster percaya bahwa humor bisa mengembangkan perbuatan agresi yang disebabkan oleh hormon pria.Karena itu, perbedaan antara pria dan wanita memang sangat terlihat jelas.
’’Hampir setengah dari individu tersebut merespons secara verbal dan kebanyakan dari mereka adalah pria.Jumlah wanita yang mencela atau membuat lelucon hanya sedikit, sedangkan 75% pria mencoba berkelakar,’’ jelasnya.
Para pria juga sering membuat komentar bernada ejekan. Namun, perilaku ini lebih menurun pada pria usia dewasa dan tua.Mereka lebih suka memberikan komentar yang menghargai seperti halnya yang dilakukan wanita.
’’Pria berusia 11–13 tahun memang menjadi anak laki-laki yang sangat agresif.Mereka sedang menuju masa pubertas sehingga sikap tersebut menjadi lebih mencolok dan akan berubah menjadi lelucon. Tindak agresif ini menjadi saluran lelucon yang lebih pedas dan memuaskan,’’ paparnya.
Sementara itu, psikolog dari Universitas Northumbria Dr Nick Neave telah melakukan riset mengenai pengaruh fisik, perilaku, dan psikologis dari testosteron. Dia berpendapat pria memberi respons lebih agresif karena mereka bisa melihat sesuatu seperti pria lain yang mendatangkan ancaman.
Terutama, mereka bisa mengalihkan perhatian wanita dari mereka sendiri. ’’Ini akan menjadi tantangan bagi pria muda dalam memasuki dunia sosial sehingga hal itu tidak mengejutkan jika respons mereka memang cenderung agresif dan mengancam. Sebab, mereka khawatir dengan posisi mereka yang akan tergantikan pria lain,”ujar Nick. Penelitian sebelumnya, jelas dia,menunjukkan jenis kelamin bisa memperlihatkan perbedaan apresiasi pada humor. Hal ini dibuktikan tim peneliti dari Universitas Stanford yang memonitor aktivitas otak pria dan wanita ketika menonton film kartun yang lucu.
Mereka menemukan area dalam otak yang terpengaruh dalam pemrosesan bahasa, memori, dan membangkitkan perasaan penghargaan cenderung terjadi pada wanita. ’’Hasil ini menjelaskan bagaimana wanita dan pria menggunakan dan mengapresiasi humor,” tandasnya.( BBC/abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama-sore/pria-lebih-humoris-karena-pengaruh-hormon-testos.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment