Sabtu, 19 Januari 2008

Suarakan Aspirasi Penumpang Kereta

Suarakan Aspirasi Penumpang Kereta
Senin, 07/01/2008
PENUMPANG kereta juga punya suara.Melalui kereta rel listrik (KRL) Mania,mereka menyuarakan hak-hak dan aspirasi penumpang kereta.Sekaligus untuk menunjukkan kecintaannya pada transportasi ini.
Sebenarnya komunitas KRL Mania terbentuk bukan atas idealisme atau misi-misi tertentu. Hanya merasa senasib sepenanggungan sesama penumpang kereta dan sering bertemunya ketika sama-sama naik kereta,akhirnya mulailah ada perkenalan dan obrolan. Menurut Nurcahyo, komunitas yang sekarang memiliki anggota sekitar 2.100-an orang itu berawal dari obrolan ringan di lobi Stasiun Sudirman.
Maka itu, lahirlah gagasan untuk membentuk sebuah media yang dapat menampung aspirasi penumpang.Bersama dua temannya, Agus dan Hardi, yang juga sama-sama bekerja sebagai karyawan, pada Oktober 2003 mereka bertiga akhirnya sepakat membentuk mailing list (milis)
KRL-Mania@yahoogroups.com dengan anggota awal sebanyak 200 orang.
“Karena kami pada kerja semua, akhirnya membuatnya lewat internet. Kami sebenarnya hanya prihatin minimnya informasi,baik di stasiun mulai kapan keberangkatan maupun informasi lainnya,” ujarnya.
Komunitas KRL Mania tergolong unik, tidak seperti komunitas sosial lainnya. Layaknya komunitas keagamaan yang memiliki misi agama,komunitas pencinta otomotif, atau komunitas hobi lainnya, KRL Mania hanya bermodalkan rasa senasib sepenanggungan dan ingin menyampaikan aspirasi penumpang kereta.
Kereta memang alat transportasi vital. Khususnya bagi masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Serpong, (Jabodetabekser), KRL menjadi alternatif transportasi paling rasional. Selain murah,kereta juga lebih cepat, antimacet, dan keberangkatannya sudah terjadwal.
Terutama, untuk mengatasi masalah kemacetan di wilayah Jakarta dan sekitarnya,yang tentu akan menguras energi dan tenaga jika ditempuh dengan transportasi darat jenis lain. Nurcahyo, 37, yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan swasta di Cikarang, sangat merasa membutuhkan alat transportasi ini. “Kereta memang vital banget untuk alat transportasi kami,”ujar orang yang juga merupakan moderator KRL Mania.
Bukan bermaksud menegaskan sedemikian bobroknya sistem pelayanan publik transportasi di dalam negeri, paling tidak ada yang membela kepentingan penumpang dan kereta itu sendiri. Pada kenyataannya, fasilitas publik di Indonesia memang jarang dihargai dan dijaga oleh semua pihak. Lihatlah boks telepon umum yang sering didapati dalam keadaan rusak.
Halte dan jembatan penyeberangan yang sangat tidak terawat, termasuk kereta. Bukan hanya tidak dirawat dan dijaga bersama, kereta juga dirusak dan “dianiaya”. Dengan adanya komunitas ini, memberi informasi bahwa semua orang harus menjaga aset bangsa, termasuk kereta.
Nurcahyo menjelaskan,dengan dasar hal tersebut, justru komunitas ini semakin memperoleh banyak anggota, apalagi jika terjadi kecelakaan kereta atau peristiwa lainnya.Jumlah anggota milis KRL Mania semakin membeludak, mencapai lebih dari 2.000-an orang. Menurut dia, jumlah anggota milis saat ini sudah sebanyak 2.100 orang lebih dan tersebar di hampir semua jalur, seperti Jakarta, Depok, Bogor,Tangerang, Serpong, Bekasi.
Mereka terdiri atas para penumpang KRL Ekspres maupun KRL Ekonomi, bahkan ada juga yang biasa naik kereta langsam. Namun,karena milis hanya bisa diakses anggota, akhirnya komunitas KRL Mania membuat sebuah situs pada 2004 lalu. “Dulu, kami sempat ada,terus sempat tidak aktif, dan sekarang akhirnya aktif kembali,”paparnya. Dalam membangun website krlmania.com tersebut, awalnya tentu tidak semapan sekarang.
April 2005, akhirnya diluncurkan situs yang boleh dibilang informatif. Nurcahyo mengisahkan, peluncuran awal situs KRL Mania dibarengi dengan terjadinya peristiwa kecelakaan kereta di Pasar Minggu. Situs ini mempersembahkan informasi dalam format berita. Namun jangan salah,semua reporter KRL Mania adalah relawan tanpa dibayar. Mereka dengan sukarela membuat laporan tentang peristiwa atau kejadian seputar kereta melalui milis, kemudian diseleksi untuk bisa dimasukkan ke dalam situs krlmania.com yang dikelola oleh 25 anggota inti.
Pemilihan komunitas di dunia maya itu dianggap sebagai media yang efektif untuk menjalin komunikasi antarpengguna KRL yang tersebar di berbagai tempat dan tidak mungkin bertemu muka setiap saat. “Database kami pernah hilang, juga pernah di-hack. Untuk server pun, kami menyewa dengan cara barter iklan di situs kami. Sebab, masalah pendanaan, hingga saat ini kami masih bersifat sukarela dari iuran anggota,”paparnya.
Memang suara komunitas KRL Mania itu cenderung mengkritik kebijakan dan pelayanan penumpang KRL yang telah dioperasikan sejak 1976 ini. Akibatnya, KRL Mania cenderung beroposisi dan berseberangan dengan kebijakan PT KA DAOP Jabodetabek. Mulai rencana kenaikan tarif yang secara mentah-mentah ditolak ramai-ramai oleh anggota milis, hingga kebijakan lain yang dianggap kurang memihak kepentingan penumpang.
Perjuangan KRL Mania yang hingga saat ini masih digaungkan adalah masih minimnya informasi di stasiun dan kereta. Dengan demikian,ketidaktahuan penumpang tersebut sering dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tidak hanya itu, kritikan itu tidak ditujukan kepada petugas yang nakal saja.Penumpang yang secara sengaja tidak membeli tiket dan menyuap petugas ketika berada di atas kereta juga tidak luput dari kritikan.
“Selain sebagai media komunikasi sesama anggota, KRL Mania juga berperan sebagai media yang meneruskan aspirasi anggota dan para penumpang KRL (pada umumnya) kepada PT KA sebagai pengelola KRL. Hal ini dilakukan melalui surat terbuka, SMS, petisi, maupun berbagai pertemuan langsung yang diadakan dengan manajemen PT KA,” paparnya.
Pertama kali KRL Mania yang melakukan kopi darat melalui kegiatan donor darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor pada 2004.Program donor darah itu sempat beberapa kali dilakukan secara rutin, tiga bulan sekali, oleh anggota, tapi kini sudah agak jarang dilakukan.
Kemudian, ada bakti sosial, pemberian paket sembako kepada penjaga pintu perlintasan kereta, pencuci kereta,petugas pemeriksa rel kereta, juga gerakan orang tua asuh yang memberikan beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu di lingkungan PT KA. Bahkan, kunjungan ke “bengkel” kereta, dipo KRL dan operation center, maupun menggalang dana bagi korban bencana alam.
Selain itu,buka puasa bersama, halalbihalal, dan kegiatan lainnya juga menjadi wahana bertatap muka anggota organisasi dari dunia maya itu.Ditambah lagi jika dilakukan pertemuan dengan manajemen PT KA, tentu saat itulah yang ditunggu oleh anggota KRL Mania untuk menyampaikan aspirasinya.
Tidak semua masyarakat menanggapi positif keberadaan komunitas yang memiliki hotline nomor 0815-86133880 ini. Menurut Nurcahyo, ada juga masyarakat yang menganggap bahwa KRL Mania merupakan corongnya PT KA dan tidak murni ingin memperjuangkan aspirasi penumpang kereta.
Tentu saja tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian besar petugas operasional PT KA merasa terganggu dengan keberadaan komunitas yang cenderung mengkritik keberadaan mereka. (abdul malik)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/suarakan-aspirasi-penumpang-kereta.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment