Seks Bebas Remaja AS dan Eropa Dimulai sejak Usia 15 Tahun
Kamis, 10/01/2008
Survei di 24 negara di Amerika dan Eropa menunjukkan bahwa perilaku seks bebas remaja sudah dimulai sejak usia 15 tahun. Survei yang dilakukan Service Medical du Rectorat de Toulouse kepada 33.943 remaja tersebut menunjukkan, sebanyak 13,2 % remaja yang berperilaku seks aktif sejak usia 15 tahun tersebut tidak menggunakan alat kontrasepsi, sedangkan 82% lainnya menggunakan alat kontrasepsi.
Dr Emmanuelle Godeau dari Service Medical du Rectorat de Toulouse menyatakan, perlunya para remaja menggunakan alat kontrasepsi. “Kondom, meskipun bukan metode terbaik untuk mencegah kehamilan, bisa melindungi penularan penyakit seksual.Angka kegagalan kondom mencegah kehamilan pada tahun pertama penggunaan sebanyak 14,5%,” ujarnya.
Persentase remaja usia 15 tahun yang melakukan hubungan seksual (intercourse) bervariasi pada beberapa negara.Di Kroasia, “hanya” 14,1%, sedangkan di Inggris mencapai 37,6%.Remaja pria lebih condong berprilaku seksual dibandingkan remaja perempuan. Kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling populer bagi mereka. Persentase penggunaan kondom bervariasi dan berbeda di tiap negara.
Di Swedia,penggunaan kondom mencapai 53%, sedangkan di Yunani sebanyak 89%. Sementara itu,pil kontrasepsi merupakan alat kontrasepsi kedua yang paling banyak digunakan remaja yang disurvei tersebut. “Ini tampak seperti ada pola berdasarkan geografi dalam penggunaan alat kontrasepsi.Hasil survei menunjukkan, persentase penggunaan alat kontrasepsi tertinggi dan efektif adalah di Eropa Barat,”papar Emmanuelle.
Menurut dia,tidak ada negara dari Eropa Tengah atau Timur yang memiliki persentase tinggi untuk penggunaan alat kontrasepsi sehingga remaja-remaja di sana kurang terlindungi dengan baik. Dr John Santelli dari Columbia University,New York, menyatakan, hasil survei tersebut memang rasional. Dengan tingkat penggunaan alat kontrasepsi yang tinggi, angka kehamilan pada usia remaja menjadi rendah,seperti yang terjadi di Belanda.
“Negara ini secara kuat menerima pesan bahwa penggunaan alat kontrasepsi harus dipastikan dapat diakses remaja.Selain itu,mereka harus mendapatkan pendidikan seks secara benar,”paparnya.
Sementara itu, di Australia dilaporkan bahwa satu dari lima remaja perempuan sengaja mengakses pornografi melalui internet yang mendorong mereka untuk menirunya. Di samping itu, sepertiga remaja mengaku sering diganggu atau digoda (berkaitan dengan seks) seseorang yang sedang online. (abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama-sore/seks-bebas-remaja-as-dan-eropa-dimulai-sejak-usia-15.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment