Kesenjangan gender masih saja terjadi di level pemimpin dan eksektutif perusahaan. Studi terbaru tentang peranan perempuan di jajaran direksi ibarat piramida yang semakin ke atas semakin mengecil.
Studi terbaru sebagaimana yang dilansir Catalyst, sebuah organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang bermitra dengan perusahaan-perusahaan untuk mempromosikan kesetaraan kesempatan di tempat kerja bagi perempuan. Dalam laporan yang dilansir September 2010 ini, masih tampak terjadi kesenjangan antara pria dan wanita dalam level CEO di seluruh dunia. Bahkan diprediksikan kesetaraan jumlah perempuan dan laki-laki di level top eksekutif perusahaan dalam daftar Fortune 500-daftar 500 perusahan yang dilansir Majalah Fortune-baru akan mengalami proporsi yang seimbang pada tahun 2064 mendatang.
Meskipun kaum hawa membuat banyak kemajuan dengan memenangi beberapa kursi pimpinan perusahan dibandingkan tahun-tahun lalu. Namun jumlahnya masih terlalu minim jika dibandingkan pria CEO. Berdasarkan laporan tahunan Catalyst, jumlah wanita yang menjabat level CEO dalam daftar Fortune 500 naik menjadi 11,1% tahun ini dari 10,6% tahun lalu. Dengan fakta ini maka untuk mencapai jumlah 50%-50% bagi pria dan wanita dalam level CEO masih harus menunggu hingga tahun 2064.
”Ini merupakan kemajuan yang sangat lambat. Meski demikian itu lebih baik dibandingkan tidak sama sekali,” ujar Mantan Direktur Catalyst Sheila Wellington.
Pada tahun 1993, perempuan hanya menduduki 8,3% kursi direktur dan hanya 69% dalam daftar 500 perusahaan di majalah Fortune yang memiliki anggota direksi seorang perempuan atau lebih. Namun kini 86% perusahan global memiliki setidaknya seorang wanita direktur. Empat perusahaan diantaranya seperti Avon Product, Golden West Financial, Beverly Enterprises dan Gannett yang memiliki 40% atau lebih direktur perempuan.
“Para pria merasa lebih nyaman dengan mitranya yang perempuan menjabat sebagai direktur” ujar Ekonom Martha Seger.
Laporan Catalyst ini menyebutkan bahwa tahun ini lebih dari 33% perempuan yang menjabat sebagai direktur memiliki pengalaman yang cukup dibandingkan hanya 27% tahun lalu. Tren ini mengindikasikan bahwa lebih banyak wanita yang memenuhi kualifikasi untuk menjabat di posisi top eksekutif perusahan. Selain itu juga ditemukan, lebih besar suatu perusahaan maka lebih banyak pula jumlah perempuan yang menjabat sebagai direktur. Dalam daftar 100 perusahaan terbesar ditemukan jumlah direktur perempuan dua kali lebih banyak dibandingkan dengan daftar 400 atau 500 perusahaan besar yang ada dalam daftar Fortune 500.
Laporan Catalyst 2010 ini membandingkan presentase perempuan yang menjabat di kursi direktur dalam perusahaan-perusahaan di dunia. Diantaranya, untuk kawasan Afrika dan Timur Tengah tertinggi Afrika Selatan dengan 15,5% posisi direktur diisi oleh perempuan. Kemudian disusul Israel (14,1%), Turki (9,9%), Mesir (7,6%), dan Maroko (0%). Di Kawasan Amerika Latin, tertinggi Colombia memiliki presentase 11,4% untuk perempuan yang duduk di level direksi perusahaan. Kemudian disusul Meksiko dengan 5,8%, Brazil (4,6%), Chili (2,8%), dan Peru (0%).
Di kawasan Asia Pasifik, Filipina merupakan negara dengan jumlah tertinggi untuk perempuan yang megisi jabatan direktur yakni 19,1%. Angka ini bahkan termasuk tinggi jika dibandingkan negara-negara di kawasan lain yang disurvei dalam laporan Catalyst ini. Selanjutnya disusul oleh Selandia Baru dengan 12,1% kursi direktur dijabat oleh perempuan, Thailand (10,4%), Australia (8,3%), Hongkong (8,3%), China (7,2%), Singapura (6,4%), Taiwan (6,3%), Malaysia (5,9%), Rusia (5,1%), India (4,8%), Indonesia (4,1%), Korea Selatan (1,5%), dan terendah Jepang (0,9%). Sedangkan di Amerika Serikat (AS) dan Kanada hanya memiliki 15,2% dan 14% kursi direksi yang dijabat oleh perempuan.
Untuk kawasan Eropa, jumlah presentase perempuan yang menjabat level direksi perusahaan cukup besar. Diantaranya, Norwegia merupakan tertinggi di dunia dengan mencatatkan sebanyak 34,3% kursi direktur dijabat oleh perempuan. Kemudian disusul Swedia (23,9%), Finlandia (23,4%), Denmark (14,4%), Irlandia (14,1%), Belanda (13,7%), dan Jerman (10,5%). Sementara negara-negara lainnya di kawasan Eropa masih mencatat di bawah angka 10% untuk presentase level CEO yang dijabat oleh perempuan. Seperti Prancis (9,5%), Swiss (9,2%), Inggris (8,5%), Yunani (8,5%), Spanyol (8%), Austria (7,7%), Polandia (7,4%), Belgia (6,8%), Hungaria (6,5%), Republik Czech (5,6%), Italia (3,4%), dan Portugal (1,8%).
Menurut Catlyst, presentase perempuan yang menjabat level CEO dalam daftar Fortune 500 hanya 2% pada tahun 2009, menurun dibandingkan 2,4% pada tahun 2008. Hanya 7,3% dari seluruh daftar Fortune 500 yang dipimpin direktur perempuan. Hanya sedikit sekali kemajuan selama bertahun-tahun dalam daftar Fortune 500 yang diisi oleh perempuan.
Catalyst membandingkan berdasarkan warna kulit atau rasnya, perempuan dan laki-laki yang menjabat posisi direksi dalam daftar Fortune 500. Ditemukan tertinggi ditempati oleh pria kulit putih sebanyak 71,5% dan wanita kulit putih hanya 13,9%. Sementara hanya 3,4% kursi direktur dijabat oleh pria latin dan 0,5% oleh wanita lain. Ras Afrika-Amerika menempati 7,8% kursi direksi untuk laki-laki dan 2,3% untuk perempuan. Sementara ras Asia hanya 0,8% pria yang menjabat level CEO dan 0,3% wanita dalam daftar 500 perusahaan versi Majalah Fortune tersebut.
Artinya pada tahun 2009, jumlah perempuan kulit berwarna hanya dua per tiga dari perempuan kulit hitam dalam menjabat posisi direksi. Sementara perempuan latin hanya seperempatnya, dan perempuan Asia hanya 10%-nya. Jika dipresentase total pada tahun 2008 sebanyak 85% kursi jabatan direktur dijabat oleh pria, sementara sisanya 11,8% oleh wanita kulit putih dan 3,2% oleh wanita kulit berwarna. Pada tahun 2009, angka ini sedikit meningkat dengan 84,4% level CEO dijabat pria, 12,1% dijabat oleh wanita kulit putih dan 3,1% oleh wanita kulit berwarna.
Menurut Catalyst, mencermati daftar Fortune 1000 tentang jabatan CEO yang diisi oleh perempuan bagaikan melihat piramida. Yakni dalam daftar Fortune 500, hanya 12 diantaranya jabatan CEO diisi oleh perempuan. Kemudian dalam daftar Fortune 501-1000, perempuan hanya mengisi 14 jabatan CEO.