Teh Hijau Obat Antikanker Payudara
Senin, 10/12/2007
Teh hijau ternyata mempunyai banyak kegunaan terutama bagi kesehatan. Salah satunya, berkhasiat melawan sel kanker payudara. Tim Ilmuwan yang dipimpin Radha Maheshwari, Profesor Patologi dari Departemen Ilmu Kesehatan Uniformed Services University (USU) dan seorang sarjana Rajesh Loganathan Thangapazham menunjukkan bahwa teh hijau memiliki efek antitumor pada sel kanker payudara.
Saat ini, kanker dikenal sebagai penyakit yang disebabkan oleh tumbuh kembangnya sel yang berkelompok dan membentuk gumpalan atau disebut tumor.Tumor ini bisa menjadi jinak atau ganas. Tumor ganas bisa cepat menyebar ke seluruh jaringan sel tubuh manusia dan berkembang dalam bentuk tumor baru. Mereka bisa menyerbu dan menyerang ke dalam darah,jaringan sel limfa, sirkulasi darah, dan bisa tumbuh di setiap bagian tubuh manusia.
Dr Maheswari melakukan studi untuk mengamati teh hijau yang memiliki kemampuan untuk menyerang balik sel kanker payudara, dan juga diidentifikasi sebagai mekanisme yang berperan menghambat efek pertumbuhan dari sel kanker. Studi dengan pendekatan epidemiologi ini menyarankan bahwa risiko kanker payudara ditemukan berkurang bagi penduduk di negara-negara Asia yang memang mengonsumsi teh hijau.
Studi tersebut telah menunjukkan bukti klinis secara signifikan, mengenai kemampuan phytochemical ini untuk mengaktifkan program antikanker sel tumor yang membantu kesuksesan chemotherapy. Hasil kesimpulan studi ini akan di publikasi dalam jurnal ilmiah The Journal of Cancer Biology and Therapy, edisi Desember 2007,Volume 6, isu 12. Studi yang dilakukan Maheswari tersebut menunjukkan bahwa teh hijau efektif menghindarkan kasus tumor sebagaimana kemampuannya untuk mengurangi penyakit akibat kanker.
Teh hijau juga ditemukan mampu menghambat pertumbuhan sel tumor bahkan mampu membunuh sel kanker payudara. Studi sebelumnya melaporkan bahwa ekstrak teh bisa membantu mengembalikan kerusakan sel kulit pada pasien kanker.Para peneliti dari Universitas California of Los Angeles (UCLA) me-nyimpulkan bahwa ekstrak teh efektif untuk mengobati pasien yang menderita kerusakan kulit akibat radiasi pengobatan kanker.
Studi ini telah di publikasi dalam jurnal ilmiah Journal BMC Medicine. Para peneliti menunjukkan bahwa teh bisa beraksi pada level sel, dengan menghalangi terjadinya inflamasi pada kulit dan mengurangi inflamasi. Mereka juga menunjukkan bahwa ekstrak teh bisa memperbaiki kulit rusak lebih dari 10 hari pada pasien kanker yang menerima pengobatan radiasi.
Salah satu peneliti,Frank Pajonk dan koleganya dari Universitas Freiburg Jerman, mempelajari efek ekstrak teh hijau dan hitam pada pasien yang sedang menjalani perawatan dengan radioterapi, yang bisa merusak kulit. Mereka menyatakan efek yang sama tampak pada sel darah putih manusia maupun tikus saat uji coba. Pajonk dan koleganya menemukan bahwa ekstrak teh bisa mengurangi keracunan dalam kulit yang merupakan efek dari radioterapi selama 5–10 hari.
Ekstrak teh hijau lebih efektif dibandingkan teh hitam pada pasien yang sama. Pajonk juga menunjukkan bagaimana ekstrak teh bisa mengurangi pelepasan sel-sel inflamatori. Di antaranya as IL-1beta,IL-6,IL-8, TNFalpha, dan PGE2, dalam sel darah putih tubuh manusia. Teh hijau memiliki kandungan antiinflamasi lebih tinggi dibandingkan teh hitam.
Keduanya teh hitam dan hijau menghambat semua gejala inflamasi dalam sel darah putih tikus percobaan. Pajonk menambahkan bahwa teh dengan kandungan tinggi polyphenol sangat bisa untuk menjadi antiinflamasi. Namun, cara lain bisa jadi efektif berperan dalam efektivitas klinis tersebut. Selain itu, secangkir teh hijau setiap hari bisa menjauhkan bakteri dari tubuh manusia.
Berdasarkan penelitian dari National institute of Chemistry in Ljubljana, Slovenia, menemukan bahwa kandungan utama dalam teh hijau mampu menghambat enzim bakteri DNA gyrase, yang merupakan target dari beberapa obat. Dengan menggunakan spektroskop NMR,para peneliti dari Slovenia ini menyatakan dengan teh hijau bisa membantu menghindari masalah keracunan.
Memang teh hijau sudah dikenal sebagai salah satu minuman sehat di penjuru dunia selama berabadabad. Temuan ini bisa menjadi awal untuk mengembangkan antibakteri. Hasil penelitian ini telah dipublikasi dalam jurnal ilmiah Journal of Medicine Chemistry. (sciencedaily/ abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama-sore/teh-hijau-obat-antikanker-payudara.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment