Sabtu, 19 Januari 2008

Ibu Pekerja, Kunci Sukses Hilangkan Stres

Ibu Pekerja, Kunci Sukses Hilangkan Stres
Kamis, 03/01/2008
Menjadi wanita karier sekaligus ibu rumah tangga ternyata memiliki tingkat stres yang rendah dibandingkan wanita yang tidak bekerja.
NAMUN,para wanita karier tersebut juga harus punya pernikahan harmonis sebagai penunjang kebahagiaan. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari Universitas California di Los Angeles (UCLA), Darby E Saxbe,menemukan bahwa wanita yang mempunyai suami pengertian dan suka menolong, bisa menurunkan level stres bagi mereka.
Hal ini berdasarkan analisa level kortisol (hormon yang dikeluarkan kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal) pada responden ibu yang juga bekerja. Mereka mengumpulkan sampel ludah responden dan mendeteksi konsentrasi kortisol di dalamnya empat kali sehari.
Level kortisol mulai naik pada pagi hari dan menurun pada siang hari. Para peneliti juga memberikan pertanyaan kepada 60 orang tua dari kalangan menengah untuk melengkapi standar uji atas kepuasan pernikahan, juga selama dua hari responden menceritakan tentang stres akibat pekerjaan mereka. Secara jangka panjang, level kortisol terkait dengan depresi, sindrom kelelahan kronis, permasalahan hubungan sosial, bahkan kemungkinan kanker.
Darby menyatakan, seorang ibu yang juga bekerja serta memiliki anak tingkat stresnya akan menjadi lebih rendah apabila dia memiliki keluarga harmonis. “Setidaknya selama wanita diperhatikan, misalnya memiliki pernikahan yang bahagia, bisa memperbaiki kondisi psikis setelah dia merasa depresi akibat pekerjaan,” ujar Darby, yang memimpin tim penelitian ini. Hasil penelitian ini sudah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Health Psychology edisi Januari.
Senada dengan Darby, peneliti dari Departemen Psikologi UCLA, Rena Repetti, juga menguji 30 pasangan menikah di Los Angeles. “Setelah menjalani aktivitas seharian di kantor, level kortisol turun pada wanita yang memiliki pernikahan bahagia dibanding wanita yang pernikahannya kurang bahagia,”ungkap Rena. Rena mengatakan, pernikahan bahagia memang sangat dibutuhkan wanita karier. Pasangan suami-istri biasanya berbagi tugas dalam pekerjaan rumah tangga. Sementara dalam penelitian lainnya, ilmuwan yang meneliti 278 wanita untuk menemukan bagaimana kegiatan keagamaan atau ibadah mereka. Bagi mereka yang meninggalkan ibadah, tiga kali lebih merasa gelisah dan kecanduan alkohol atau tidak mandiri, ketimbang wanita yang taat beribadah.
Sekali lagi, pola semacam ini pun tidak tampak pada laki-laki. Peneliti dari Temple University, Joanna Maselko, menemukan bahwa ibu bekerja yang berhenti dari aktivitas ibadahnya juga akan stres karena mereka kehilangan akses dengan komunitasnya dansemuamanfaatyangdidapat dari komunitas itu.“Pria mungkin tidak terlalu menyatu dengan komunitas keagamaan, juga tidak ada efek negatif apabila mereka tidak bergabung dengan komunitas tersebut,”paparnya. (LiveScience/UPI/ abdul malik)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama-sore/ibu-pekerja-kunci-sukses-hilangkan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment