Junk Food Tidak Ngetrend Lagi di Tahun 2008
Jum'at, 07/12/2007
Menurut Penelitian Mintel Global New Products Database,makanan cepat saji (junk food) pada 2008 tak akan menjadi tren lagi. Pasalnya, produsen makanan cepat saji mulai mengurangi produksinya.
Mintel Global New Products Database pun menjelaskan bahwa kini di Inggris banyak industri makanan yang mulai mengurangi produksi makanan cepat saji.Selama September lebih dari seribu produk baru bebas dari bahan pengawet dan zat tambahan telah dikeluarkan. Produk-produk ini telah diluncurkan dan seperempat lebih jumlah produk itu diluncurkan di Inggris.
Dan, tiga kalinya diluncurkan di negara-negara Eropa. Itu menunjukkan bahwa makanan cepat saji atau junk food menjadi isu besar di Eropa, khususnya sejak Otoritas Keamanan Produk Makanan Eropa memaparkan data semua zat tambahan makanan yang diizinkan. Perusahaan-perusahaan industri makanan telah mengembangkan riset dan pengembangan untuk menghasilkan makanan alternatif yang tidak memberikan dampak negatif dan menghasilkan makanan yang dianggap merupakan keinginan dari konsumen.
Dengan mengubah kandungan zat dalam makanan, produsen berharap konsumen tetap loyal dengan produknya. “Kenapa perusahaan harus menyadari zat apa yang ada dalam makanan, karena tak semua produsen paham,”tulis Mintel,seperti dilansir nutraingredients.com.
Namun, mempertimbangkan perhatian dari media untuk publikasi, studi Southampton pada September,menyimpulkan bahwa ada keterkaitan antara zat tambahan dalam makanan dan anakanak yang menjadi hiperaktif, yang telah meningkatkan ketidakpercayaan publik terhadap makanan yang tidak alami.
Mintel memprediksi bahwa meskipun lebih banyak perusahaan yang akan mengambil langkah untuk mengubah zat tambah,rasa, dan kandungan lain yang tidak dikenal dari produk mereka, agar mereka bisa mengklaim bahwa produk mereka bukan junk food dan memiliki label bersih. Itu menunjukkan bahwa daftar kandungan akan lebih suka dibaca sebagai kandungan resep rumah, ketimbang daftar kandungan kimia.
Lagi pula Mintel memprediksikan bahwa industri pengolahan makanan akan meletakkan informasi lebih pada label produk mereka, seperti daftar kandungan, bagaimana mereka mengolahnya, dan bagaimana mereka mengemasnya. Ini merupakan upaya lebih transparan dan memenuhi ketertarikan pada sumber lokal dan keaslian produk.
Ini merupakan bentuk kesungguhan, concern terhadap etika dan lingkungan yang juga menunjukkan kelayakan dalam prediksi, dengan mekanisme pengolahan yang berubah dan cara mereka berbicara tentang karbon, ketimbang hanya mengklaim tentang wawasan lingkungan pada produk makanan mereka, Mintel memperkirakan perusahaan industri makanan akan menyediakan situs web mereka sendiri untuk menjelaskan apa sebenarnya yang mereka maksud.
Ini karena konsumen secara sederhana tidak terlalu mengerti seberapa banyak level karbon yang bisa diterima. Sebagaimana perdagangan makanan dan minuman yang fair, ini akan diluncurkan di Eropa, namun Mintel juga mengharapkan hal serupa bisa diberlakukan dalam pasar global juga, seperti di Amerika Serikat, Amerika Latin,dan Asia.
Selain itu, Mintel juga mengeluarkan 10 daftar produk makanan yang akan menjadi tren 2008, di antaranya apabila mencetak level karbon pada label, transparansi sistem pengolahan, label yang bersih,kandungan garam, makanan bukan junk food, dan lainnya. Inovasi dalam produk suplemen kini juga dianggap semakin mendapat tempat di hati konsumen.
Dalam Business Insights’ The Dietary Supplements Market Outlook dipaparkan bahwa efek perubahan regulasi, demografi, dan tren daftar konsumen pada suatu wilayah menjadi pendorong pertumbuhan pasar global lebih dari USD60 miliar pada periode lima tahun mendatang. Berdasarkan laporan itu, pasar suplemen di Eropa menjadi USD14 miliar pada 2006, dan pasar terbesar ditempati oleh suplemen herbal dan tumbuh-tumbuhan dengan nilai sekitar USD5,7 miliar pada 2006. (abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama-sore/junk-food-tidak-ngetrend-lagi-di-tahun-2.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment