Sabtu, 19 Januari 2008

30% Penduduk Negara Maju Tidak Peduli AIDS

30% Penduduk Negara Maju Tidak Peduli AIDS
Jum'at, 30/11/2007
xSatu dari tiga orang dewasa penduduk di negara-negara industri maju hanya tahu sedikit bahkan tidak tahu sama sekali tentang AIDS.
PADAHAL, penyakit mematikan yang belum ada obatnya ini telah membunuh lebih dari 28 juta orang di seluruh dunia sejak 26 tahun terakhir. Demikian hasil survei yang dilakukan oleh Ipsos For The World Vision Charity.
Namun, dalam hasil survei tersebut juga terungkap bahwa 44% responden bersedia membayar pajak lebih untuk memerangi AIDS, termasuk 50% di Amerika Serikat (AS). Survei itu melibatkan lebih dari 3.500 orang di AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang, yang merupakan negara- negara anggota G-8 kecuali Rusia, dirilis dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember.
Presiden World Vision AS Richard Stearin menyatakan,jutaan orang menolak mengetahui tentang AIDS karena itu bukanlah hal yang nyata buat mereka. ’’Ini bukanlah persoalan pribadi mereka. Ini merupakan masalah dan penyakit orang lain dan kasus yang seringnya terjadi di tempat yang jauh dari mereka,”ujar Richard.
AIDS merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat menular melalui kontak seksual atau transfusi darah. Pertama kali AIDS dideteksi di Amerika Serikat pada 1981.World Vision menyatakan, saat ini sekitar 6.000 anak harus kehilangan orangtuanya karena AIDS per hari.
Polling yang dilakukan Ipsos di tujuh negara itu menunjukkan bahwa orang Kanada merupakan negara dengan penduduk yang paling perhatian terhadap AIDS.Namun, Jepang sebaliknya, Negeri Matahari Terbit ini merupakan negara yang kebanyakan penduduknya hanya sedikit bahkan tidak tahu tentang AIDS,sekitar 53%. Sementara itu, penduduk Jerman menyatakan bahwa merekalah yang paling banyak pengetahuan.
Warga Jerman mengklaim 80% penduduknya mengetahui beberapa atau banyak tentang isu AIDS ini. Dari hasil survei tujuh negara itu menunjukkan bahwa satu dari empat penduduk berpikir bahwa AIDS merupakan masalah yang paling disuarakan oleh media. Meski demikian,ujar Stearns,dia percaya bahwa penduduk dari tujuh negara yang disurvei tersebut telah mendahului pemerintah mereka sendiri, yakni mengambil tindakan untuk memerangi AIDS.
’’Jika kamu memiliki 50% dari penduduk negaramu yang menyatakan bersedia membayar pajak untuk memerangi HIV dan AIDS,perlu direspons dengan sebuah kebijakan politik. Namun, ternyata pesan ini masih kurang disadari oleh para politisi,” tutur Stearns.
Berdasarkan catatan PBB, sekitar 33 juta orang seluruh dunia terinfeksi HIV, virus yang menjadi penyebab AIDS, termasuk siapa pun yang mengembangkan penyakit ini.AIDS memang masih membunuh 6.000 orang setiap hari. Catatan PBB mengungkapkan bahwa kasus AIDS 2007 seluruh dunia sebanyak 33,2 juta kasus. Dengan rincian, kelompok usia dewasa sekitar 30,8 juta,wanita dewasa sekitar 15,4 juta, dan anak-anak usia di bawah 15 tahun sekitar 2,5 juta kasus.
Infeksi baru pada tahun 2007 ini sekitar 2,5 juta kasus, di antaranya untuk kelompok umur dewasa 2,5 juta kasus, sedangkan anak-anak 420.000 kasus. AIDS telah membunuh sekitar 2,1 juta orang,dengan rincian orang dewasa 1,7 juta dan anak-anak 330.000. Berdasarkan catatan Badan PBB untuk Penanggulangan AIDS (UNAIDS) bahwa angka kasus 2007 menurun hampir tujuh juta dibandingkan dengan 2006 yang diestimasikan mencapai 39,5 juta kasus. (Rtr/AFP/Abdul malik)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama-sore/30-penduduk-negara-maju-tidak-peduli.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment