Ilmuwan Temukan Cara Baru Membuat Air
Sabtu, 03/11/2007
BIASANYA, cara yang paling dikenal dan didemonstrasikan dalam praktik kimia sewaktu sekolah adalah menggunakan listrik untuk memisahkan air menjadi unsur pokok gas, yakni hidrogen dan oksigen.
Kemudian, praktikum mengombinasikan kembali kedua gas tersebut dan menyalakannya, akhirnya kembali menjadi air dengan letupan keras. Namun, ilmuwan dari Universitas Illionis telah menemukan sebuah cara baru untuk membuat air tanpa letupan.Mereka tidak hanya membuat air yang dimulai dari material tersebut, seperti alkohol, juga telah menemukan katalis yang lebihbaikdantidaksemahal fuelcell.
’’Kami menemukan sesuatu yang tidak konvensional bahwa metal hydrides bisa digunakan untuk proses kimia yang disebut sebagai penurunan oksigen. Itu merupakan inti dari proses untuk membuat air,” ujar Zachariah Heiden, mahasiswa doktoral yang memimpin penelitian ini dan dipublikasikan dalam jurnal The American Chemical Society.
Molekul air sebagaimana diketahui sebagai dihidrogen monoksida yang terdiri atas dua unsur,atom hidrogen dan oksigen.Namun, hal itu tidak sesederhana hanya dengan mengambil dua atom hidrogen, kemudian digabungkan dengan atom oksigen. Pasalnya, reaksi sesungguhnya untuk membuat air sedikit kompleks, yakni 2H2 + O2 = 2H2O + energi.
Penjelasannya untuk memproduksi dua molekul air (H20),dua molekul hidrogen diatomik (H2) harus dikombinasikan dengan satu molekul oksigen diatomik (O2). Energi akan muncul dalam proses tersebut. ’’Reaksi ini (2H2+O2 = 2H2O + energi) telah diketahui selama dua abad.Namun, hingga saat ini, tak seorang pun yang berhasil mengerjakannya dalam solusi cara yang sama,” papar Thomas Rauchfuss, profesor bidang kimia.
Reaksi lain yang cukup dikenal mendeskripsikan mengenai apa yang terjadi di dalam hidrogen fuel cell.Dalam sebuah bentuk fuel cell, gas hidrogen diatomik memasuki salah satu sisi sel, sedangkan gas oksigen diatomik memasuki sisi lainnya. Molekul hidrogen kehilangan elektron mereka dan menjadi positif mengisi melalui sebuah proses yang disebut oksidasi.
Sementara itu,molekul oksigen menambah empat elektron dan menjadi negatif terisi melalui sebuah proses yang disebut reduksi. Secara negatif beban ion oksigen bergabung secara positif dengan ion hidrogen untuk membentuk air dan memunculkan energi listrik.
Kesulitan dari fuel cell adalah reaksi reduksi oksigen, bukanlah reaksi oksidasi hidrogen. Rauchfuss dan Heiden juga menginvestigasi sebuah generasi baru bentuk transfer katalis hidrogen. (science daily/abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/ilmuwan-temukan-cara-baru-membuat-air-2.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment