Karbondioksida Salah Satu Pembunuh Terbesar di AS
Sabtu, 05/01/2008
Para peneliti Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa meningkatnya angka kematian sangat terkait dengan tingginya level karbondioksida (CO2) di bumi.
PENELITI dari Universitas Standford,AS,Mark Jacobson menyatakan bahwa tingginya angka kematian disebabkan penyakit yang terkait dengan paru-paru dan jantung.Kedua jenis penyakit ini terkait dengan rusaknya lapisan ozon dan udara yang terpolusi, yang dipicu aktivitas manusia sendiri yang menghasilkan karbondioksida (CO2).
Sebagai planet dengan suhu semakin memanas, setiap tahun angka kematian semakin tinggi. Bahkan, di AS, angka kematian usia dini meningkat akibat CO2. Diperkirakan, angka kematiannya mencapai 1.000 orang per tahun dengan peningkatan suhu 1,8 derajat Fahrenheit (1 derajat Celsius).
Ketika bumi semakin panas, diestimasikan angka kematian secara global sebanyak 21.600 orang per tahun. Suhu bumi memang sudah menghangat sebesar 1,4 derajat Fahrenheit (0,8 derajat Celsius) selama 150 tahun terakhir. Kenaikan suhu tertinggi adalah tiga dekade terakhir. Jacobson menyatakan,sekitar 700 hingga 800 kasus kematian di AS, yang terjadi dalam tahun terakhir disebabkan oleh emisi karbon akibat ulah manusia.
Efek rumah kaca dan polusi telah memacu pemanasan global sehingga merusak dengan meningkatkan level permukaan air laut. Kemudian, meningkatkan terjadinya banyak badai selama abad ini. Menurut Jacobson, hal itu merupakan penelitian pertama yang mengaitkan antara angka kematian dan efek rumah kaca serta polusi. CO2 merupakan gas rumah kaca yang dianggap sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim.
Namun, seharusnya manusia bisa mengendalikannya melalui regulasi yang mengatur kegiatan pembakaran energi fosil, seperti batu bara dan minyak. Selain itu, CO2 juga bisa muncul akibat proses alami. Dengan menggunakan model komputer yang kompleks dan data emisi karbon dari Badan Perlindungan Lingkungan AS, Jacobson menemukan efek CO2 menjadi lebihburukpadawilayahyang penduduknya padat dan terpolusi.
’’Sebagai tambahan, angka kematian per tahun yang disebabkan ozon dan partikel lainnya itu sekitar 30% di California. Padahal, California memiliki 12% populasi penduduk di AS.Kenyataannya, California merupakan salah satu dari 10 kota terpolusi di AS,”ujarnya. ’’Namun, itu memang sangat jelas bahwa perubahan iklim telah mengakibatkan kematian pada warga California yang tidak secara proporsional dengan angka populasi di wilayah ini,” tegasnya.
Peristiwa di California sangatlah penting. Sebab, negara bagian ini menjadi begitu padat selama uji coba regulasi tentang polusi. Penelitian Jacobson ini telah dipublikasikan dalam Geophysical Research Letters, yang diluncurkan segera setelah Otoritas Perlindungan AS menolak tawaran California dan 15 negara bagian lainnya tentang standar tertinggi emisi karbon dari mobil, truk, dan peralatan lain. Standar yang mereka ajukan memang lebih tinggi dibandingkan yang sudah diberlakukan oleh pemerintah AS. (Rtr/abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama-sore/karbondioksida-salah-satu-pembunuh-terbesar.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment