Rabu, 18 Februari 2009

Natural Salon - Target Pertama, Dapatkan Loyalitas Pelanggan

Mendapatkan pelanggan yang loyal, adalah salah satu kunci keberhasilan bisnis salon. Natural Salon menawarkan one stop family fun and antertainment dengan konsep desain interior suasana pantai yang terbilang baru di Indonesia. Baru berumur 4 bulan, namun telah ada 20 investor yang tertarik menawarkan diri menjadi franchisee. Apa saja kelebihan konsep business inside business yang ditawarkan salon yang dibidani Naomi Susan ini?
Ketika memasuki gedung PT Natural Semesta, di Jl Balik Papan No.30, anda akan disambut sebuah kafe unik dengan furniture antik. Ada 2 pohon kelapa dan pasir putih lengkap dengan bebabatuan bak berada di pantai. Di lantai 2 anda akan menemui sebuah salon dengan konsep desain yang sama plus paket perawatan berdiskon. Disebelahnya, studio digital photo dengan desain tembok depan miring. Tidak hanya itu, disanapun tersedia taman bermain, learning center, dan seorang dokter yang stand by melayani costumer yang ingin memeriksakan kesehatannya. Dengan layanan five in one ini, Hengkino Bunsarto, Trainner Director Natural Salon, menyatakan target pertama Natural Salon untuk mendapatkan pelanggan yang loyal.
Before and After. Konsep pelayanan salon ini jelas berbeda dari yang lain. Selain harganya murah dengan berbagai macam item pilihan perawatan, Natural Salon menawarkan konsep before and after. Konsep dimana, costumer diberikan kesempatan untuk berfoto sebelum dan sesudah perawatan wajah dan potong rambut, tanpa dipungut biaya. Ini bertujuan untuk mengetahui hasil perawatan yang telah dilakukan. Dengan foto yang telah difilekan itu, jika untuk perawatan selanjutnya costumer ingin mendapatkan perawatan dengan model yang sama, tinggal menunjukkan foto tersebut. selain itu selama perawatan, seorang ibu tidak perlu khawatir untuk mengajak anak dan suaminya, karena tersedia kafe dan taman bermain serta dokter yang siap melayani.
“Kalau berbicara tentang target pendapatan kita masih jauh dari harapan. Namun bagi kami, kunci kesuksesan salon adalah memiliki pelanggan yang loyal. Karena bisnis salon adalah bisnis jasa, maka exellent service adalah kuncinya,” ungkap Hengki.
Memang terbukti, meski sebatas cuci blow atau keramas sudah ada 4-8 costumer loyal per hari. Ujar Hengki, costumer-costumer itu tiap bulan masih kembali ke salon milik Naomi Susan ini. Meskipun bulan ini masih masa promosi. Lihat saja, untuk paket refleksi, cuci blow, dan cream bath hanya seharga Rp 32.500, yang seharusnya harga normal Rp 72.500. Kemudian hanya dengan Rp 45 ribu, bisa mendapatkan perawatan creambath, cuci blow, refleksi, gunting, dan manicure. Padahal jika harga normal mencapai Rp 115 ribu untuk paket 5 perawatan itu. Dengan paket voucher murah ini, setidaknya telah mengurangi omset hingga 50 persen.
“Kita nggak bisa mengharapkan 1 orang costumer itu nilai transaksinya besar, kenapa? Karena paket perawatan yang kita berikan harganya murah. Bagaimana kita bisa mengharapkan transaksi yang besar, karena dengan 1 transaksi saja, dia merasa sudah cukup,” papar Hengki.
Konsep yang ditawarkan Natural Salon, memang konsep baru. Bayangkan saja, baru berumur 4 bulan, sebanyak 20 investor telah menawarkan diri untuk menjadi franchisee. Tentu saja, kata Hengki, hingga saat ini sistem franchise Natural Salon masih dikaji. Paling tidak target hingga akhir tahun ini, Natural Salon yang telah memiliki 2 outlet ini rencananya bakal membuka 1 outlet lagi. Asal tahu saja, untuk biaya operasional bulanan hingga saat ini Natural Salon masih merugi. Hengki menuturkan, untuk menggaji 20 karyawannya, masih belum tertutupi dari pendapatan. Padahal, untuk 3 bulan pertama target omset Rp 3 juta per hari dari 5 jenis usaha. Sementara untuk salon, pendapatan ditargetkan Rp 1,5 juta per hari.
“Taruhlah dalam 1 hari ada 1 atau 2 costumer, yang melakukan transaksi di studio foto kita. Kalau dia mengambil 1 paket foto kita, ada paket termahal sampai yang Rp 1 juta lebih, yang termurah Rp 50 ribu. itu kalau ada 2 costumer yang ambil paket Rp 1 juta, bagaimana tidak tercapai. Tinggal kita mencari omset dari salon atau kafe,” papar Hengki optimis.
Desainer Philipina. Mengenai desain interior, Natural Salon mengambil tema suasana pantai, tidak hanya desain salon, desain kafe pun sama. Menurut Hengki, desainer yang merancang interior Natural Salon adalah Carlo Sardez, desainer Philipina yang juga merupakan salah satu pemegang saham PT Natural Semesta. Sementara, penggarapannya dipercayakan kepada kontraktor CV Adhi Panca Artha. PT Natural Semesta merupakan usaha patungan dari 13 investor dengan nilai investasi kurang dari Rp 1 miliar. Investor itu, diantaranya, Naomi Susan, Yudy Wijaya, Hengkino Bunsarto dan Alino Sugianto, yang masing-masing mempunyai jaringan yang kuat.
Bahkan, meskipun dalam pembiayaan pendirian PT Natural Semesta belum sempat mengajukan kredit ke perbankan. Namun lanjut Hengki, pihaknya berkomitmen akan membantu franchisee yang membutuhkan bantuan untuk mengajukan kredit ke perbankan. Pasalnya, salah satu pemegang saham PT Natural Semesta memiliki link pada salah satu perbankan nasional. Selain itu, konsep sistem franchise yang bakal diberlakukan dengan memberikan kemudahan kepada calon franchisee. Baik itu mengenai pilihan bidang usaha dalam bentuk five in one, ataupun pilih salah satunya berdasarkan nilai investasi yang dimiliki.
“Kami menjamin bahwa kami akan memberikan kelonggaran kepada calon franchisee untuk memilih bidang usaha sesuai kemampuannya. Dan kami menjamin bahwa investasi yang akan diberlakukan fleksibel dan kita buat sehemat mungkin. ini karena segmen Natural Salon memang untuk kalangan menengah,” ungkap Hengki.
Untuk suply produk salon, Tambah, Hengky, Natural Salon bekerjasama dengan Loreal dan Makarizo. Sementara perlengkapan salon, seperti gunting dan alat lainnya, di suply oleh suplier di Pasar Baru Jakarta. Tentu saja, standar ini pun akan diberlakukan untuk calon franchisee. Baik peralatan, perlengkapan, desain interior, hingga kualitas SDM stylist yang bakal ditrainning di kantor pusat, karena merekalah yang bakal bertemu dan melayani costumer. Franchise fee yang diberlakukanpun rencananya berkisar 5-10 persen dari omset per bulan.
“Namun saat ini kita benar-benar selektif dengan lokasi, kita harus benar-benar pilih yang strategis. karena lokasi yang strategis mempengaruhi omset franchisee itu. kita juga sedang melirik potensi pasar di mall,” ujar Hengki yang memang saat ini Natural Salon masih dibuka di komplek Ruko.
Investasi awal untuk membuka salon tergantung luas lokasi. Kata Hengki, untuk desain interior asumsi mencapai Rp 123 juta, ditambah investasi tempat Rp 200 juta. Untuk outlet kedua di Jl Mangga Besar membutuhkan investasi lebih dari Rp 300 juta. Padahal untuk produk, telah disuply oleh outlet pertama. Hengki menargetkan, dalam 1-2 tahun akan bisa balik modal dengan target keuntungan 20 persen. Meski hingga saat ini belum kelihatan hasilnya. Namun kesabaran dan keuletan untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan, merupakan kunci agar Natural Salon sebagai pemain baru mampu bertahan dan bersaing dengan kompetitornya yang telah lebih dulu bermain di bisnis salon.
“Dengan promosi produk dan pelayanan, serta promosi melalui media, itu merupakan salah satu bentuk upaya kami agar bisa bertahan. Dan saya optimis salon ini akan maju. Karena sebagai orang bisnis memang harus berfikir demikian,” pungkas Hengki. malik

* Ini merupakan artikel yang dimuat di Tabloid Peluang Usaha 2006 silam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment