Sorgum, Sumber Bahan Pangan Alternatif
Sabtu, 16/02/2008
Saat ini,Indonesia diprediksi akan mengalami krisis pangan. Namun, sorgum (sejenis tanaman jagung-jagungan) bisa menjadi salah satu sumber pangan alternatif. Selain kandungan proteinnya cukup tinggi, budi daya sorgum pun relatif mudah.
JAKARTA(SINDO) –Mungkin, tidak banyak orang yang mengenal sorgum sebagai bahan pangan. Sebab, hanya sebagian masyarakat tertentu di Indonesia yang mengonsumsi bahan pangan yang konon aslinya dari Afrika itu.Sorgum atau dalam bahasa daerah disebut cantel atau canthel ini sudah dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Atom dan Nuklir Nasional (P3TIR-Batan).
Kepala Batan Hudi Hastowo menyatakan,pengembangan penelitian terhadap sorgum bekerja sama lintas negara antara Indonesia dengan India, China,dan Vietnam. ’’Kami sudah uji multilokasi. Pada beberapa lokasi, uji coba itu berhasil.Tahun ini,kami targetkan sorgum akan disertifikasi Departemen Pertanian (Deptan) dan siap didistribusikan ke petani,” paparnya.
Sorgum memang belum terlalu familier bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun, melihat ketahanannya terhadap panas bahkan tetap mampu menghasilkan panen yang melimpah meski di lahan kering, sorgum bisa menjadi sumber pangan potensial.Terutama jika melihat kandungan proteinnya yang lebih tinggi jika dibandingkan padi.
Sebagai perbandingan, kandungan protein pada sorgum per 100 gram mengandung kalori 332 dan protein 11,0, sedangkan 100 gram padi hanya mengandung protein 6,8 dan kalori 360. Kini dengan teknologi radiasi nuklir, Batan sudah mengembangkan benih sorgum potensial dengan hasil melimpah dan siap untuk ditanam petani. ’’Kami sudah mengembangkan beberapa benih varietas unggul untuk sorgum, baik yang biasa maupun manis,”ujarnya.
Benih sorgum itu tahan panas maupun air. Dengan usia tanam lebih pendek dibandingkan sorgum biasa. Pengembangan sorgum itu bisa menjadi salah satu alternatif sumber pangan Indonesia yang potensial. Sebab, Indonesia saat ini terancam krisis pangan akibat produksi pangan dalam negeri yang tidak mampu mengimbangi kebutuhan pangan masyarakat.
Selain itu,masuknya produk impor yang terkesan tidak terkendali semakin membuat produk pangan lokal termarginalkan. ’’Tujuan awalnya, petani tidak hanya menanam padi, di sela-sela ketika padi tidak bisa ditanam sorgum juga bisa dimanfaatkan. Ataupun, pada lahan-lahan yang tidak produktif atau tidak bisa ditanami padi, sorgum mampu menjawab kegusaran petani,” paparnya.
Tanaman yang memiliki jumlah spesies lebih dari 30 jenis dan hibrida dua spesies itu bisa dipanen hingga tiga kali dalam sekali tanam. Namun, Hudi menjelaskan, biasanya hasil panen terbaik saat panen yang kedua. Dengan demikian, sorgum memang sangat menguntungkan. Selain itu, biji dari tanaman mirip jagung itu bisa dimanfaatkan sebagai campuran tepung gandum atau dimakan langsung.
Batangnya juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi layaknya batang jagung. Sorgum biasanya dijadikan penganan atau makanan pokok pengganti beras di beberapa daerah. Biasanya, sorgum itu disajikan dengan direbus layaknya nasi, kemudian dicampur kelapa muda. Bagi yang tidak biasa, bahan pangan yang lengket ini memang belum bisa menggantikan beras sebagai makanan pokok.
Namun, pada masyarakat di beberapa daerah, sorgum sangat dikenal dan bisa menjadi bahan makanan pokok mereka. ’’Jika untuk tanah basah dan bagus, sayang jika dimanfaatkan untuk sorgum. Sebab,lahan itu bisa dimanfaatkan untuk padi. Sementara itu, di sela-sela tanaman padi, sorgum itu bisa ditanam.Namun, tujuan utamanya memang untuk memanfaatkan lahan-lahan tidak produktif dan kering di Indonesia,” jelasnya.
Hudi mengungkapkan, pemanfaatan sorgum untuk industri tepung gandum di dalam negeri sudah siap dilakukan.Menurut dia, PT Bogasari merupakan salah satu industri swasta yang menyatakan bersedia memanfaatkan sorgum tersebut. Ini juga berguna untuk mengurangi angka impor biji gandum yang selama ini semakin memperparah tingkat ketergantungan bahan pangan impor.
Berarti, sorgum bisa dimanfaatkan untuk substitusi gandum.Pertama-tama, secara perlahan, sorgum dicampur biji gandum terlebih dahulu. Setelah masyarakat terbiasa, baru tepung biji sorgum murni bisa diperkenalkan kepada masyarakat.
’’Salah satu industri di Jakarta sudah ada yang memanfaatkan tepung sorgum untuk membuat crackers. Saya pernah mencobanya dan lebih renyah dibandingkan yang dari gandum. Bahkan, berdasarkan penelitian, tepung sorgum sangat cocok untuk memenuhi konsumsi nutrisi anak-anak yang hiperaktif,”paparnya.
Selain sorgum biasa,Batan juga mengembangkan sorgum manis yang kandungan gulanya sangat tinggi.Jenis tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bioetanol, selain tetes tebu dan singkong. Tanaman jenis ini memang multifungsi dan tidak merepotkan.
Dengan masa tanam lebih pendek dibandingkan padi namun panen melimpah,tidak ada salahnya menjadikan tanaman ini sebagai salah satu alternatif. Bahkan di India,tanaman itu sudah dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan pangan. Sementara itu,prediksi pertumbuhan populasi penduduk Indonesia per tahun diperkirakan sebesar 1,3% atau sekitar 4 juta orang.
Jika jumlah produksi pangan dalam negeri tidak segera mengimbangi pertumbuhan populasi, bisa dipastikan Indonesia akan benar-benar mengalami krisis pangan.Uji multilokasi yang dilakukan untuk menguji sorgum hasil penelitian Batan itu, di antaranya untuk varietas B-100,B-95,B- 72, dan B-68. Lokasi penanaman sorgum, di antaranya Citayam-Bogor, Gunung Kidul-Yogyakarta, Ciwedey-Bandung.
Salah seorang petani di Ciwedey, binaan Batan menguji coba menanam sorgum pada 2002 lalu. Benih 250 gram sorgum galur murni ditanam di atas sepetak lahan kecil di halaman rumah petani itu. Hanya dalam waktu kurang dari empat bulan,sorgum bisa dipanen dengan hasil berkilo-kilo.
Namun, harus diakui,sorgum belum terlalu populer. Tidak hanya di kalangan masyarakat umum di Indonesia,juga bagi masyarakat petani.Di Thailand,sorgum dimanfaatkan sebagai makananberbasistepung, mulaikuebasah hingga bubur bayi. (abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/sorgum-sumber-bahan-pangan-alternatif.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment