Ayo, Bersepeda ke Tempat Kerja
Senin, 25/02/2008
JAKARTA (SINDO) – Bersepeda ke tempat kerja selain bisa membuat badan sehat dan menghindari kemacetan, juga lebih hemat. Panasnya suhu dan pengapnya udara Jakarta tidak menghalangi Toto Sugito, 45, untuk tetap mengayuh sepeda dari kantornya di Tebet Barat menuju Kantor Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Siang itu, pekan kedua Februari 2008 lalu, Toto harus menghadiri rapat untuk membahas tentang penyelenggaraan acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang secara rutin mulai dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) DKI. Toto tetap semangat mengayuh sepeda di antara asap mobil yang pekat dan terik matahari.Maklum, saat itu tepat pukul 13.30 WIB, tapi tidak dinyana dia tiba di Kantor BPLHD lebih cepat.
Bahkan,dia tiba lebih cepat daripada pengendara sepeda motor. Hal itu bisa dimaklumi karena jalur yang dipakainya, yakni Jalan Casablanca merupakan jalur padat dan rawan macet. Karena itulah, pengendara motor harus bersabar dan antre di antara kendaraan bermotor lainnya.
Sementara itu,sepeda Toto yang merupakan sepeda lipat dan berbentuk kecil bisa menyusup di antara trotoar.Bahkan,sepedanya bisa dilipat dan ditenteng layaknya sebuah tas.Kemudian,setibanya di Kantor BPLHD, sepeda itu dititipkan kepada penerima tamu sehingga tidak perlu repot mencari lahan parkir. ’’Lebih praktis bukan?” tutur Toto kepada SINDO.
Toto, yang menjadi Ketua Umum Komunitas Pekerja Bersepeda (Bike to Work/B2W Indonesia), merupakan satu dari 14.000 orang anggota B2W yang bersepeda ke tempat kerja. Sejak berdiri pada 2004 lalu,komunitas ini memiliki banyak anggota dari komunitas pesepeda gunung.
Namun,dalam perkembangannya, komunitas ini berupaya membudayakan bersepeda kepada masyarakat guna mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Untuk itulah,beberapa orang yang hobi bersepeda itu, yang salah satunya Toto, bersepakat membuat komunitas B2W Indonesia. ’’Kami biasa berkoordinasi dengan anggota menggunakan mailing list (milis) atau SMS untuk mengadakan acara setiap pekan atau bulannya,” ujar orang yang kesehariannya bekerja sebagai Direktur PT Anggara Architeam ini.
Hadirnya komunitas pesepeda ini memang semakin menyemarakkan beragamnya komunitas di Indonesia. Jika dulu biasanya komunitas sebatas karena hobi sepeda gunung dan olahraga saat akhir pekan, kini B2W Indonesia mencoba mengambil posisi lain, yakni bersepeda ke tempat kerja.
Bahkan, ditambahkan Toto, bagi anggota yang baru bergabung dan ingin memulai bersepeda,anggota lainnya dari komunitas ini akan dengan senang hati mendampingi mereka, terutama dengan rute yang sejalur. Sebab, bersepeda beramai-ramai memberikan efek psikologis yang positif ketimbang naik sepeda sendirian. ’’Bersepeda menjadi tidak berat, santai,dan tak terasa sampai di lokasi tujuan.Berbeda dengan sendirian, seolah lokasinya jauh dan berat.
Untuk itulah, para anggota kami pasti dengan senang hati akan mendampingi anggota baru,” paparnya. Tentu jangan dilihat tebalnya asap yang membubung tinggi di jalanan dan menyesakkan. Sebab, di Jakarta memang sudah sulit menemukan area tanpa polusi. Bahkan,di tempat-tempat yang sedianya dijadikan ruang publik terbuka hijau dan kendaraan dilarang berlalu lalang, masih saja banyak kendaraan yang bebas berlalu lalang sehingga udara menjadi kotor karena polusi dan asap timbal.
Meski demikian, Toto kukuh bahwa aktivitas bersepeda di tengah polusi itu tetap sehat. Meskipun untuk mengukur sehat atau tidaknya bersepeda di Jakarta masih memerlukan penelitian lebih lanjut, dia yakin bersepeda memberikan efek positif. Sebab, dengan bersepeda akan memompa banyak oksigen ke paru-paru sehingga sirkulasi udara melalui hidung lebih lancar. Selain itu, paru-paru yang aktif akan menjadi lebih kuat dan tahan terhadap serangan penyakit jika dibandingkan paru-paru yang pasif. Meski sama-sama terpapar polusi, orang yang bersepeda jelas memiliki paru-paru yang lebih baik. Sebab, bagi orang yang naik kendaraan bermotor, paru-parunya menjadi pasif dan hanya menghisap zat polutan dari udara.
Salah satu anggota Komunitas B2W Indonesia Sri Wahyuningsih, yang akrab dipanggil Naning, menyatakan mendapatkan manfaat dari bersepeda ke tempat kerja.Salah satu manfaat itu yakni napasnya menjadi lebih panjang dan kuat ketika naik-turun tangga meski itu belum dibuktikan secara medis. Aktivitas bersepeda yang dilakukan Naning dari rumahnya di wilayah Slipi, Jakarta Barat, hingga kantornya di wilayah Jalan Jenderal Sudirman, ternyata sudah bukan aktivitas berat lagi.
Jika pertama kali Naning merasa badannya pegal setelah bersepeda,sekarang badannya terasa lebih bugar. Sebagai wanita karier yang bekerja di perusahaan konsultan TI, bersepeda bisa menghemat pengeluaran untuk bahan bakar minyak (BBM) mobil yang biasa digunakan untuk ke kantor. Rata-rata anggaran untuk bensin itu sekitar Rp100.000 per sekali mengisi BBM.
Namun,Naning menyayangkan etika para pengendara mobil atau motor yang kurang mematuhi peraturan lalu lintas. Hal itu merugikan pengendara sepeda karena ruang jalan lebih didominasi kendaraan bermotor. ’’Para pesepeda yang ’kastanya’ paling rendah harus bersabar menghadapi para pengendara bermotor. Sebab, mereka menjadi sangat galak di jalanan.
Bahkan, mereka tidak peduli meski ada orang mau menyeberang. Pesepeda dan pejalan kaki memang dianggap kasta paling rendah di Jakarta,” tuturnya. Gerakan bersepeda ke tempat kerja itu membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, di antaranya intervensi terkait tegasnya aturan lalu lintas, pembatasan kendaraan, serta dibuatkan jalanan khusus untuk pejalan kaki dan pesepeda. Sebab,di Jakarta semua badan jalan sudah habis untuk pengendara kendaraan bermotor, pedagang kaki lima, dan lain-lain. (abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/ayo-bersepeda-ke-tempat-kerja.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment