Berburu Biodiversity di Pulau WaigeoRabu, 12/03/2008
JAKARTA (SINDO) – Biodiversity (keanekaragaman hayati) di Indonesia tak akan habis dieksplorasi.Seperti hasil ekspedisi Widya Nusantara (e-Win) 2007 tim gabungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan instansi terkait. Menelusuri jejak keanekaragaman hayati di Papua bagaikan menemukan sebuah dunia yang hilang. Selama kurun waktu tertentu melakukan penjelajahan di wilayah Pulau Waigeo salah satu dari empat pulau besar di Kepulauan Raja Ampat, Papua ratusan peneliti dari berbagai bidang ilmu dan instansi yang tergabung dalam Tim e-Win menemukan ratusan spesimen.
Sebagian besar berpotensi besar disebut sebagai spesies baru. Koordinator Tim e-Win 2007 Dr Ir Y Purwanto yang sekaligus Peneliti Bidang Biologi menyatakan, bidang kajian yang diteliti dalam e- Win 2007 ini mulai botani (flora), zoologi, dan mikrobiologi. Perjalanan para peneliti menyusuri kepulauan di Indonesia itu tidak sia-sia.Tercatat untuk bidang botani, yakni studi taksonomi tumbuhan tim peneliti menemukan di Pulau Waigeo sebanyak 650 spesimen yang terdiri atas 70 famili dan lebih dari 400 jenis tumbuhan tingkat tinggi. ’’Beberapa jenis merupakan koleksi baru bagi Herbarium bogoriense, catatan baru, jenis tumbuhan endemik di Papua,’’ tuturnya.
Beberapa jenis flora tersebut, di antaranya jenis Hydnophytum spatulatumval dan Myrmecodia prolifera meru. Selain mengumpulkan koleksi Herbarium,para peneliti dari kelompok studi taksonomi tumbuhan juga mempelajari jenis tumbuhan tertentu. Dalampenjelajahanitu, ditemukan 13 jenis tanaman dari suku Pandanaceae,yakni tujuh jenis Pandanus dan enam jenis Freycinetia, merupakan tumbuhan rekaman baru. Selain itu, di Pulau Waigeo ini juga ditemukan 48 jenis Piper, tiga di antaranya merupakan jenis baru dan dua jenis lainnya merupakan rekaman baru. Untuk jenis tanaman paku, tim peneliti mengoleksi 164 jenis tanaman pakupakuan yang terdiri atas 23 suku dan 124 jenis.Beberapa jenis seperti Trigonosporadan Microsorium spp sedang dikaji lebih lanjut karena memiliki karakter unik dan berbeda dengan tanaman paku umumnya.Besar kemungkinan kedua tanaman ini merupakan spesies baru. Tim peneliti juga mengoleksi 174 jenis jamur makroskopis, antara lain 26 famili dan 59 genus.
Setelah diidentifikasi, dari tujuh jenis merupakan spesies baru dan sembilan jenis lainnya rekaman baru. Peneliti bidang etnobiologi menemukan sebanyak 250 jenis tanaman dimanfaatkan warga setempat sebagai bahan pangan, bangunan, pakaian, obat-obatan, pewarna, perlengkapan ritual, kayu bakar, dan lain-lain.Peneliti juga mengamati pengetahuan masyarakat lokal tentang pengelolaan kawasan secara tradisional. Untuk bidang ekologi tumbuhan, terdapat sembilan ekosistem di Pulau Waigeo, contohnya vegetasi hutan bakau sebanyak 65 jenis, termasuk 56 marga dan 35 suku. Lebih lanjut,penelitian di hutan bakau juga ditemukan beberapa jenis fauna,seperti 21 jenis moluska, 20 jenis burung, dan beberapa jenis reptil termasuk dua jenis buaya buaya air tawar dan muara.
’’Masyarakat memanfaatkan kawasan hutan bakau ini sebagai tempat mencari berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan sumber kayu bahan bangunan, dan lain-lain,’’ paparnya. Untuk vegetasi hutan rawa air tawar dan hutan sagu,umumnya hutan ini terletak di belakang kawasan hutan bakau.Vegetasi pantai di pulau ini masih alami. Bermacam tumbuhan seperti nyamplung, waru laut, dan ketapang masih banyak terdapat di sana. Tim peneliti juga menganalisis vegetasi dataran rendah, hutan sekunder, savana, semak belukar, dan sebagainya. Untukstudifotokimia,para peneliti mengumpulkan 83 jenis tumbuhan dengan 160 item (daun, kulit batang, batang,bunga,dan buah) yang memiliki potensi sebagai obat, kosmetik, dan bahan alam lainnya.
Saat ini tim peneliti melakukan skrining untuk menguji kandungan khasiat dari tanaman tersebut,mulai sebagai pemutih kulit, antijerawat, peningkatan hingga fibroblas cell yang bekerja sama dengan Shiseido Jepang. Sementara berdasarkan analisis, jenis tanaman Pandanus polycephalus ternyata memiliki kandungan senyawa flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan dan immunomodulator. Di bidang zoologi, peneliti menemukan 66 individu dari 28 jenis burung. Tim juga menganalisis tujuh jenis burung merupakan endemik Pulau Waigeo,sedangkan 27 jenis lainnya koleksi baru. Untuk jenis mamalia, sebanyak 124 spesimen telah terkumpul,antara lain 24 jenis atau 13,87% dari total jenis mamalia di Papua. (abdul malik)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment