Minggu, 26 April 2009

Riwayat Karir Presiden - Pengacara Dominasi Politik AS

Saturday, 25 April 2009
Sejarah memperlihatkan, pengacara mendominasi dunia politik di Amerika Serikat (AS).Terbukti, sejumlah tokoh berlatar belakang hukum kerap menjadi pemimpin di Negeri Paman Sam itu.

Sudah jamak diketahui,pengacara menjadi profesi paling prestise di AS. Bukan hanya karena penghasilannya yang terkenal tinggi, tetapi juga tidak sedikit pengacara yang berhasil menjadi politisi.Buktinya sebagian besar Presiden Negeri Paman Sam berlatar belakang sebagai pengacara.

Namun sebagaimana beragamnya latar belakang profesi para politisi di Indonesia, di AS pun sama. Politisi di negeri adidaya itu tidak hanya berkiprah sebagai anggota senat,kabinet,tetapi tidak sedikit yang akhirnya menduduki kursi presiden dan wakil presiden di Gedung Putih.

Tentu saja, seorang politikus bisa memiliki latar belakang profesi lebih dari satu bidang. Sebab, tidak jarang, satu orang memiliki lebih dari satu pekerjaan. Artinya, riwayat pekerjaan seseorang sejak merintis karier hingga mencapai puncak tidak selalu sama di satu bidang.

Berdasarkan data yang dilansir politicalgraveyard per Maret 2009, tercatat sebanyak 9.325 orang politikus AS memiliki latar belakang pengacara.Angka ini menempati urutan pertama dalam kategori politisi berdasarkan latar belakang industri pekerjaan. Sementara urutan kedua ditempati politisi yang berlatar belakang petani atau pengusaha di bidang pertanian, yaitu tercatat sebanyak 1.470 orang.

Urutan ketiga ditempati orang yang berprofesi di bidang pendidikan sebanyak 981 orang; keempat fisikawan (517) dan kelima guru besar (418). Untuk posisi keenam dan selanjutnya dalam 10 besar berturut-turut adalah teknokrat (236),penulis atau artis (217), pendeta (216), pemimpin buruh (149), dan akuntan (134).

Profesi di atas 10 besar adalah polisi (127), rektor universitas (117),pekerja sosial (94),dokter gigi (69), direktur pemakaman (68),ahli ekonomi (59),pelatih (52), ilmuwan (34),surveyor (32),arsitek (31), penemu (30), psikiater atau psikolog (18),juru lelang (17),dokter mata (17), tukang cukur (16), pustawakan (15),peternak (14),sopir (9),dan ahli terapi tulang punggung (9).

Posisi selanjutnya ditempati politisi yang memiliki latar belakang pekerjaan di industri media, olah raga, dan dunia hiburan. Untuk kategori ini, industri penerbitan koran menempati urutan pertama dengan angka 909 politikus. Kemudian disusul dunia hiburan (146), penyiaran (139), olahragawan profesional (107), dan bidang periklanan (51). Adapun politisi yang berkiprah di industri sarana publik antara lain di bidang perminyakan dan air (103) serta telefon dan telegrap (73).

Tidak sedikit pula politisi di AS yang memiliki latar belakang pekerjaan di bidang industri penting lain. Lima besar di antaranya adalah di industri perbankan (981), asuransi (567), perkeretaapian (434), konstruksi (309), perkayuan (266), manufaktur (221). Selanjutnya dalam bidang industri makanan (177), pertambangan (170), minyak dan gas (151), farmasi (133), kelautan (111), percetakan (83), pengolahan hasil pertanian (82), manufaktur automotif (71), bahan kimia (58),permebelan (49), penerbangan (46), minuman (43), tembakau (34), dan pertanahan (8).

Sementara politisi yang memiliki latar belakang pekerjaan yang tak terkalkulasi atau lainnya sebanyak 263 orang. Meskipun belum bisa dikatakan sebagai data yang lengkap, politicalgraveyard juga melansir asal negara bagian politisi AS berdasarkan kategori pekerjaan.

Untuk kategori profesi pengacara,sumbangan terbesar adalah dari New York sebanyak 1.832 orang. emudian untuk posisi 15 terbesar lainnya adalah Michigan (869), Pennsylvania (587), Distrik Columbia (578),Illinois (529),Ohio (5
01), Virginia (431), Massachusetts (431), California (383), North Carolina (382), Connecticut (339), Kentucky (332),New Jersey (308), West Virginia (336), dan Missouri (303).

Sementara negara bagian dengan yang memiliki angka politisi dengan profesi pengacara terkecil adalah Wyoming (30), Puerto Rico (18),Virgin Islands (13),American Samoa (5),dan Guam (3).

Dominasi Pengacara


Untuk jabatan presiden, politisi yang mendominasi berprofesi pengacara.Dari 43 orang yang pernah menjabat sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam,sebagaimana dilansir infoplease, tercatat 23 orang yang menjabat sebagai Presiden AS semula berprofesi sebagai pengacara.

Pengacara pertama yang menjabat sebagai presiden di AS adalah John Adams pada periode 1797–1801.Adams merupakan presiden kedua setelah George Washington (1789–1797).Washington sebelumnya memiliki profesi sebagai seorang mantra ukur (surveyor), ahli tanaman, dan jenderal militer.

Sementara Adams selain sebagai seorang pengacara, sebelum menjabat presiden, juga berprofesi sebagai seorang guru, diplomat, dan wakil presiden di era kepemimpinan George Washington. Setelah masa jabatannya usai, Adams lebih memilih berkarya sebagai penulis.

Sementara Washington masih melanjutkan profesinya sebagai ahli tanaman dan letnan jenderal untuk semua angkatan militer AS. Paling terbaru adalah Barack Hussein Obama Jr yang merupakan orang Afro-Amerika pertama yang terpilih menjadi presiden AS ke-44. Sebelum menjadi presiden, Obama memiliki kegiatan sebagai pengorganisasi komunitas, pengacara untuk hak publik,guru besar bidang hukum konstitusi,serta senator untuk negara bagian Illinois.

Bahkan berdasarkan catatan situs resmi Gedung Putih, Obama merupakan orang Afro-Amerika yang menjabat sebagai presiden untuk jurnal Harvard Law Review, sebuah jurnal hukum yang dikelola mahasiswa Universitas Harvard. Obama masuk kuliah di Universitas Harvard pada akhir 1988 dan lulus secara cumlaudepada 1991.

Meski demikian, suami Michelle Obama itu bukanlah satu-satunya orang berprofesi sebagai pengacara yang duduk di pemerintahan AS kali ini. Selain ayah dari Malia, 10, dan Sasha, 7, ini, masih tercatat beberapa lulusan bidang hukum yang menjabat posisi penting. Sebagaimana dilansir The Economist (16/4), beberapa orang anggota kabinet Obama juga merupakan orang yang ahli di bidang hukum.

Wakil Presiden Joe Biden, misalnya, merupakan lulusan Fakultas Hukum (FH) Universitas Syracuse 1965–1968 dan Hillary Rodham Clinton atau mantan Ibu Negara AS yang kini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri merupakan alumnus FH Universitas Yale 1969–1973.


Kemudian beberapa nama lain seperti Eric Holder yang saat ini menjabat sebagai penasihat umum merupakan lulusan FH Universitas Columbia 1973–1976 serta Direktur CIA Leom Panetta adalah alumni FH Universitas Santa Clara 1960–1963. The Economist juga mencatat bahwa lebih dari separo senator di AS adalah praktisi hukum.

Bagaimanapun, hingga saat ini AS telah dipimpin presiden dalam 44 kali periode dan Grover Cleveland adalah salah satu Presiden AS yang dua kali menjabat sebagai kepala negara secara beruntun,yakni presiden ke-22 hingga ke-24.Selain pernah menjabat sebagai Gubernur New York, sherrif, dan wali kota, Cleveland juga merupakan seorang pengacara sebelum menjadi Presiden AS untuk masa kepemimpinan 1885–1889 dan 1893–1897.

Namun tidak banyak Presiden AS yang sebelumnya berprofesi sebagai praktisi di bidang hukum,kemudian melanjutkan kegiatannya itu setelah menyelesaikan tugasnya di Gedung Putih.Sebagaimana dilansir infoplease,hanya tiga mantan presiden yang masih mempertahankan profesinya di bidang hukum setelah tidak lagi menjabat. Mereka adalah Presiden AS ke-10 John Tyler, presiden ke-21 Chester Alan Arthur, dan presiden ke-23 Benjamin Harrison.

John Tyler setelah keluar dari Gedung Putih kembali menjadi pengacara dan menjabat sebagai Rektor Perguruan Tinggi William dan Mary serta anggota Konfederasi Perwakilan Rakyat (Confederate House of Representatives). Adapun Chester Alan Arthur, setelah menjadi presiden,kembali menjalani profesinya sebagai pengacara. Kemudian Benjamin Harrison selain sebagai pengacara juga menjalani profesi sebagai dosen setelah tugasnya di Gedung Putih selesai.

Namun Gedung Putih memberikan catatan buram terhadap kehidupan beberapa presiden yang akhirnya tewas terbunuh pada saat menjabat atau beberapa hari setelah masa jabatannya berakhir. Dari angka 43 orang yang pernah menjabat sebagai Presiden AS, delapan di antaranya tercatat tewas terbunuh saat menjabat. Sementara satu orang lainnya tewas 103 hari setelah meninggalkan Gedung Putih.

Di antaranya tiga Presiden AS yang sebelumnya berprofesi sebagai pengacara akhirnya tewas terbunuh di Gedung Putih,yakni presiden ke-16 Abraham Lincoln, presiden ke-25 William Mc- Kinley, serta presiden ke-32 Franklin Delano Roosevelt. Tetapi, sejarah negeri adidaya itu telah menunjukkan bahwa pengacara memang menjadi profesi yang prestisius pada masyarakat.

Setidaknya, bagi mereka yang ingin berkliprah di kancah politik, bisa menapaki kariernya melalui jalur profesi yang banyak menggunakan kata ini. (abdul malik /islahuddin/faizin aslam)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/232849/

kredit Foto :
http://www.cartoonstock.com/lowres/mmo0136l.jpg
http://mason.gmu.edu/%7Errotunda/lawyer-vulture.JPG
http://www.phon.ucl.ac.uk/home/wells/lecturer.gif
http://purple-socks.webmage.com/writer.jpg
http://downtobusiness.com/wp-content/uploads/2008/11/lawyer_gu.gif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment