| Sunday, 26 April 2009 | |
| Konsumen semakin optimistis dengan kondisi perekonomian pada 2009.Demikian juga dengan para pemimpin perusahaan (chief financial officer/CFO) di dunia. Mereka mulai melihat ada harapan perbaikan kondisi ekonomi. Keyakinan para CFO di dunia adalah jalannya roda perekonomian berada pada cara yang benar, sehingga mereka mulai memiliki harapan pada prospek pertumbuhan ekonomi pascahantaman krisis global saat ini. Sebagaimana dilansir Economist (16/3), meski masih tampak berhati-hati, mereka mulai melihat setitik cahaya harapan pada perekonomian 2009. Economist menyatakan, para CFO di seluruh dunia sedikit melihat penguatan. Meskipun harus diakui masih ada pesimisme di antara para CFO, angkanya jauh di bawah para CFO yang optimistis. Kesimpulan ini berdasarkan hasil survei kepada 1.268 CFO di dunia yang dilakukan Februari 2009 hasil kerja sama antara Universitas Duke Amerika, Universitas Tilburg Belanda, dan cfo.com, satu grup media The Economist. Responden dari survei ini di antaranya 221 CFO dari Eropa, 543 CFO Amerika Serikat (AS), 246 CFO Asia (tidak termasuk China). Sedangkan China sebanyak 258 CFO menjadi responden untuk riset ini. Meskipun mulai optimistis, Economist mencatat bahwa para CFO masih memprediksikan keuntungan perusahaan akan berkurang tahun ini. Selain itu, mereka juga masih tetap memutuskan untuk menahan kenaikan gaji karyawan dan menghemat pengeluaran perusahaan. Sebagian besar CFO di Amerika Serikat (AS),Eropa,dan Asia merencanakan untuk tidak melakukan perekrutan pegawai baru dan menahan kenaikan gaji hingga 12 bulan mendatang. Berdasarkan keterangan resmi yang dilansir www.cfosurveyeurope.org (4/3) keyakinan tentang perekonomian di kawasan Eropa menunjukkan angka yang rendah pada kuartal I/2009.Namun, kini mulai menunjukkan ke arah keoptimisan. Namun, langkah-langkah perbaikan akan berlangsung lama dan menyakitkan. Para CFO memang masih menahan untuk merekrut karyawan baru dan menghemat pengeluaran.Namun, mereka berharap, resesi ekonomi yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir 2009, akan segera memberikan angin segar pada semester I/2010. Hasil temuan riset ini menunjukkan, meskipun ada optimisme, masih ada kegelisahan di antara para CFO tentang kondisi perekonomian pada kuartal I/2009 ini. Para CFO di Eropa menyatakan, perbandingan antara indeks optimisme- pesimisme dalam indeks difusi optimisme (optimism diffusion index/ ODI) sebesar -71% yang membaik dibandingkan kuartal IV/2008 yang berada di angka -84%. Kemudian mayoritas CFO di penjuru dunia percaya bahwa ekonomi nasional negara masing-masing tidak akan mulai membaik hingga 2010 atau lebih. Ratarata CFO di Eropa memprediksi perbaikan ekonomi akan berlangsung selama 16 bulan.Prediksi para CFO di Eropa merupakan paling lama dibandingkan rata-rata CFO di Asia (13 bulan) dan AS (14 bulan). Para CFO juga menyatakan, pengeluaran dan perekrutan karyawan akan menurun secara signifikan pada tahun ini. Sebagian besar CFO di Eropa memperkirakan penurunan pendapatan sebesar 11%, pengurangan jumlah karyawan sebesar 8%, dan tingginya angka pengeluaran perusahaan menurun 16%. Hal serupa juga dilakukan oleh para CFO di kawasan lainnya. Selain itu, para CFO di Eropa juga tidak terlalu yakin bahwa paket stimulus yang digelontorkan pemerintah akan memberikan dampak positif yang signifikan. Kurang dari separuh responden CFO di Eropa percaya bahwa inisiatif pemerintah tersebut memang membuat perekonomian membaik, namun sebagian kecil responden justru sebaliknya. Mereka menganggap bahwa kebijakan stimulus pemerintah justru akan membuat perekonomian memburuk dalam jangka panjang. Meskipun optimisme para CFO memang tercatat dalam angka yang rendah, para CFO yakin sedikit perbaikan kondisi ekonomi akan terjadi pada kuartal I/2009. Sebanyak 78% CFO mengungkapkan lebih pesimistis tentang prospek ekonomi Eropa, menurun sebesar 86% dibandingkan hasil riset sebelumnya. Kemudian 8% CFO lebih optimistis tentang prospek perekonomian, meningkat 1% dibandingkan kuartal IV/2008. Sebagaimana biasanya, tingkat kepercayaan diri para CFO pada kinerja perusahaan mereka sendiri adalah lebih kuat dibandingkan pendapat mereka tentang kondisi perekonomian secara nasional maupun global.Keoptimisan akan prospek kinerja perusahaan ini sejalan dengan meningkatnya optimisme kondisi perekonomian di beberapa kawasan.Meski demikian,sebagian CFO juga memprediksi perekonomian akan membaik pada 2009.Namun, sebagian besar CFO yakin bahwa pertumbuhan ekonomi akan kembali membaik pada 2010. “Hasil survei kami memiliki track recordyang bagus dalam memprediksi kondisi perekonomian di masa mendatang. Untuk alasan inilah,ada beberapa alasan tentang optimisme dalam hasil penelitian terakhir.Meskipun perbaikan ekonomi memang akan berjalan lambat, para CFO menganggap bahwa kondisi yang buruk ada di belakang mereka, bukan di depan mereka,” ungkap Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tilburg, Belanda Kees Koedijk. Beberapa hasil menarik dari penelitian ini di antaranya,hanya 35% responden CFO di AS menyatakan bahwa perbaikan kondisi perekonomian Negeri Paman SAM itu akan dimulai pada 2009.Sementara hampir 60% dari perusahaanperusahaan di AS masih akan tetap menahan untuk melakukan perekrutan karyawan baru hingga tahun depan. Kemudian 57% CFO AS menyatakan akan menahan kenaikan gaji,bahkan menguranginya. Dengan perbaikan satu dari lima perusahaan berharap untuk mengurangi pengeluaran untuk gaji hingga tahun depan. Meskipun untuk beberapa perusahaan cukup beruntung dengan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), 39% dari mereka akan mengurangi jam kerja setiap minggunya. Sementara para CFO di Asia lebih optimistis dibandingkan para CFO di AS. Sebanyak 46% CFO di Asia berharap perekonomian negara mereka mulai membaik pada 2009. Sementara hanya 29% lainnya memprediksi perbaikan ekonomi akan dimulai pada semester I/2010.Sebanyak 50% CFO di Asia melaporkan permasalahan yang dialami supplier. Masalah utama yang saat ini dialami adalah bahwa para supplier tidak mendapatkan cukup order atau pesanan dalam jumlah yang memadahi. Masalah inilah yang menjadi penyebab utama sehingga membutuhkan konsolidasi dengan supplier yang lebih kuat pada hampir separuh perusahaan di Asia. Sedangkan hasil dari riset kepada CFO di China menunjukkan bahwa sebagian besar mereka sangat konsen pada kinerja perusahaan mereka sendiri,baik dalam pengelolaan keuangan perusahaan, manajemen produktivitas pekerja, maupun penarikan dan penahanan karyawan yang dianggap bagus. Faktor eksternal perusahaan yang paling diperhatikan oleh para CFO di China adalah menurunnya konsumen, pasar kredit, dan biaya untuk komoditas nonmigas. Pembiayaan untuk karyawan dan pengeluaran lainnya akan menurun hingga tahun depan. Lebih dari dua pertiga perusahaan di China akan menahan untuk tidak merekrut karyawan baru tahun ini, dan 30% menyatakan akan mengurangi gaji karyawan. Sepertiga lainnya menyatakan akan mengurangi jam kerja dengan mempertahankan jumlah karyawan. Di antara perusahaan-perusahaan di China yang memiliki kesempatan pembiayaan dari bank rata-rata hanya mengambil 56% batas maksimum peminjaman yang diizinkan. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam) http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/233104/ |
Selasa, 28 April 2009
Indeks Keyakinan Konsumen 2009 - CFO Mulai Optimistis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment