| Saturday, 25 April 2009 | |
| Politisi di kawasan Eropa sebagian besar berlatar belakang profesi sebagai pengacara. Namun tidak sedikit pula yang menjadi akademisi,jurnalis hingga musisi. Perdana Menteri (PM) Inggris James Gordon Brown adalah contoh seorang politikus yang sebelumnya berprofesi sebagai akademisi dan jurnalis. Pria yang terpilih sebagai PM Britania Raya menggantikan Tony Blair ini menjabat sejak Juni 2007 atau tiga hari setelah dirinya terpilih sebagai Pemimpin Partai Buruh. Sebelumnya, Brown menjabat sebagai Penanggung Jawab Bendahara untuk Perburuhan dalam pemerintahan Blair. Berdasar catatan BBC, karier akademisi Brown sangat menonjol ketika dia menjabat sebagai Rektor Universitas Edinburgh pada 1972. Universitas yang telah menerimanya sebagai mahasiswa untuk belajar tentang sejarah saat Brown berusia 16 tahun hingga kemudian Brown mengambil program master dan doktoralnya pada universitas yang sama. Ayah dari tiga anak ini juga sempat bekerja sebagai dosen tidak tetap pada 1975 dan menjadi dosen ilmu politik di Perguruan Tinggi (PT) Teknologi Glasgow pada 1976. Namun suami Sarah Brown yang lahir di Govan,Glasgow, Scotlandia pada 20 Februari 1951 itu kemudian meniti karier sebagai jurnalis TV pada 1980.Baru kemudian pada 1983 dia terpilih menjadi anggota Parlemen Partai Buruh mewakili wilayah Dunfermline Timur dan sejak 2005 mewakili Kirkcaldy dan Cowdenbeath. Setelah posisinya ini,pada 1985 Brown menjabat sebagai juru bicara oposisi bidang perdagangan dan industri. Kepala Sekretaris Bayangan untuk Bendahara pada 1987, juru bicara bayangan untuk industri dan perdagangan pada 1989,penanggung jawab bayangan pada 1992 hingga akhirnya menjadi penanggung jawab pada 1997. Kini selain menjabat sebagai PM, Brown juga memegang jabatan sebagai Bendahara Negara dan Menteri untuk Pelayanan Publik. Menurut BBC, perjalanan karier Brown sangat “membingungkan”. Meski demikian tidak seorang pun menyangsikan kemampuan intelektual dan tekad baja Brown sebagai PM Inggris. Hal ini dibuktikan ketika pada usia 16 tahun, awal Brown memasuki bangku kuliah. Putra dari John Ebenezer Brown ini sempat mengalami musibah kerusakan retina mata sebelah kiri setelah kena tendangan di kepala saat bermain rugby di sekolahnya. Tidak hanya itu, mata sebelah kanannya pun akhirnya mengalami hal yang sama akibat bermain tenis. Beruntung, setelah menjalani operasi, kedua matanya berhasil diselamatkan. Bagaimanapun Brown adalah politisi Eropa yang lahir dari kalangan profesional. Sementara Anthony Charles Lynton Blair sebelum menjabat sebagai PM Inggris periode 1997–2007 adalah seorang pengacara dan diplomat. Pria kelahiran Edinburgh, Skotlandia,6 Mei 1953 ini menyelesaikan kuliah hukumnya di Universitas Oxford. Sebelumnya ayah dari empat anak ini juga sempat menjalankan studi di Durham’s Chorister School pada 1961–1966 dan Fettes College. Dibandingkan dengan Brown, latar belakang profesi Blair lebih membingungkan. Sebab orang yang memimpin Partai Buruh pada 1994–2007 sejak kematian John Smith ini juga pernah menjalani hidupnya sebagai promotor musik. Bahkan sebelum gelar kesarjanaannya di bidang hukum diperolehnya dari Universitas Oxford pada 1975, Blair sempat juga bermain musik, yakni sebagai gitaris dan penyanyi rock untuk band-nya yang diberi nama Ugly Rumours. Meski demikian,banyak kalangan berpendapat Blair lebih punya perhatian terhadap partai tempat dia berafiliasi ketimbang pada ambisinya untuk menjadi PM Britania Raya. Setelah kelulusannya dari Oxford itulah Blair kemudian bergabung dengan Partai Buruh. Karier politik Blair dimulai hingga akhirnya dia terpilih dengan meraih dukungan untuk menggantikan John Smith sebagai pemimpin Partai Buruh. Di bawah kepemimpinan Blair pulalah akhirnya Partai Buruh kembali memenangi pemilu di Inggris hingga dia meraih kekuasaan sebagai PM. Kesuksesan Blair berlanjut hingga dia memimpin Inggris selama dua periode kepemimpinan. Namun, pada 10 Mei 2007, dia mengumumkan pengunduran diri. Setelah tidak menjabat sebagai PM, Blair melanjutkan aktivitasnya sebagai diplomat, yakni mempromosikan isu-isu pemahaman antara agama-agama. Blair menjabat sebagai Duta PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia. Bahkan dikabarkan,Blair mulai masuk ke sektor swasta bergabung dengan Bank JP Morgan dalam kapasitasnya sebagai penasihat senior. Selain itu, Blair memberikan kuliah sebagai dosen tamu dengan bayaran USD250.000 untuk pengajarannya yang hanya berlangsung 90 menit. Berbeda dengan Blair dan Brown yang sama-sama memiliki latar belakang seorang akademisi, Kanselir Jerman Angela Dorothea Merkel berlatar belakang seorang profesional. Wanita kelahiran Hamburg,17 Juli 1954 ini memiliki riwayat karier mulai sebagai seorang peneliti dalam bidang kimia kuantum,juru bicara hingga Menteri untuk Urusan Perempuan dan Kepemudaan. Akhirnya lulusan jurusan fisika program doktoral Universitas Leipzig 1986 ini terpilih menjadi Kanselir Jerman sejak 22 November 2005. Karier politik Merkel dimulai sejak 1989 ketika dia mulai terlibat dalam gerakan demokrasi yang kian marak setelah runtuhnya tembok Berlin. Wanita dengan nama asli Angela Dorothea Kasner ini kemudian bergabung dengan partai baru Demokratischer Aufbruch. Setelah pemilu yang pertama dan demokratis di Jerman Timur, ia kemudian menjadi wakil juru bicara dari pemerintahan sementara.Kemudian partainya bergabung dengan Christian Democratic Union (CDU) dan Merkel menjadi Menteri Urusan Perempuan dan Pemuda dalam Kabinet Helmut Kohl. Pada 1994, istri dari Joachim Sauer ini diangkat menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Keamanan Reaktor Nuklir. Selain sebagai menteri termuda di kabinetnya, putri dari pendeta Horst Kasner ini juga perempuan pertama yang menjadi kanselir di Jerman. Perdana Menteri (PM) Australia Kevin Michael Rudd yang menjabat sejak 3 Desember 2007 juga memiliki latar belakang seorang diplomat. Sebelum partai yang dipimpinnya, yakni Federal Partai Buruh Australia (ALP), memenangi pemilu pada 24 November 2007 dan mengantarkan Rudd menjadi PM, suami Therese Rein ini sempat menjadi anggota Perwakilan Rakyat Australia sejak 1998 yang mewakili daerah pemilihan Griffith di Queensland. Selain sebagai diplomat, riwayat karier lulusan Australian National University ini juga pernah bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Keterampilan dalam berdiplomasi sudah dibuktikan Rudd ketika menjabat kabinet bayangan untuk Menteri Luar Negeri sejak 2001–2005. (abdul malik /islahuddun/faizin aslam) http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/232848/ |
Minggu, 26 April 2009
Riwayat Karir Presiden - Dari Akademisi,Jurnalis hingga Musisi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment