Minggu, 21 Desember 2008

Profil Jusuf Kalla - Kutu Buku dan Jalan Kaki

Saturday, 20 December 2008
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla paling tidak suka dengan soal protokoler.Hal ini sering membuat bingung Paspampres.Bahkan, saat jalan kaki pagi pun Kalla enggan dikawal.

Waktu senggang untuk kehidupan pribadi yang hanya satu hari dalam seminggu sangat dimanfaatkan Wapres Jusuf Kalla. Dalam satu hari itu, Ucu–begitu Jusuf Kalla semasa kecil dipanggil– menghabiskan waktu dengan membaca buku.

Menurut Koordinator Bidang Media Staf Khusus Wapres Muhlis, Kalla sangat suka membaca buku dan majalah asing apa saja.Tentang politik atau ekonomi semua dilahap habis,tanpa memilihmilih.

“Itulah mengapa Bapak demikian lugas dalam menjawab semua pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Sebab beliau memang suka sekali membaca buku-buku dan majalah asing apa saja,” katanya kepada SINDO.

Menurut Muhlis,Wapres tidak memiliki ketertarikan pada buku, pengarang, atau tema tertentu. Justru inilah yang menjadi kunci bagi Wapres dalam menambah wawasannya semakin luas. Inilah modal bagi pria kelahiran Watampone, Bone, Sulawesi Selatan 12 Mei 1942 itu dalam menambah pengetahuannya tentang berbagai hal.

Hal ini pula yang disebut-sebut membuatnya begitu “ceplasceplos” dan lugas dalam berargumentasi. Sementara untuk menjaga staminanya, Kalla memilih olahraga murah, jalan kaki. Setiap pagi seusai subuh,ditemani sang istri Mufidah,Kalla menelusuri jalan di dekat kediamannya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

“Pukul 05.30 biasanya habis salat subuh, Bapak bersama Ibu jalan kaki di sekitar rumahnya.Bapak orangnya paling nggaksuka protokoler, itulah terkadang yang membuat Paspampres kebingungan,”kisahnya. Selain jalan kaki, Kalla hobi bermain golf.

Namun,untuk olahraga yang satu ini, Kalla jarang melakukannya. “Hanya ketika akhir pekan, saat sedang sehat, maka dia akan bermain golf,”ungkap Muhlis. Tentu saja stamina Kalla sudah tidak seprima ketika masa muda.Sebab untuk bermain golf dibutuhkan stamina yang cukup prima.

Minimal dalam bermain golf harus mengitari lapangan karena harus memukul bola ke dalam 18 hole.Ini setara dengan berjalan kaki sepanjang tujuh km. Untuk ukuran anak muda, tentu jarak sejauh itu tidaklah masalah.Namun bagi orang yang sudah berumur, itu akan terkesan memaksakan diri.Meski demikian,demi menjaga staminanya Wapres tetap mengandalkan jalan kaki di sekitar rumahnya sebagai alternatif olahraga yang murah dan sehat.

“Terkadang ketika melakukan kunjungan ke daerah saat akhir pekan, jika Bapak sedang ingin bermain golf, dia hanya akan bermain setengahnya, yaitu sembilan hole saja.Namun intinya sebenarnya dia suka jalan kaki karena bermain golf berarti jalan kaki,”papar Muhlis. Sebagaimana kepala keluarga pada umumnya, Wapres Jusuf Kalla pun sangat menikmati waktu bersama keluarganya.

Kesibukannya dan jadwalnya yang sangat padat dan sudah dijadwalkan secara protokoler oleh Sekretariat Wapres membuatnya harus pintar-pintar mengatur waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Caranya,mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan (periode 2001–2004) era Presiden Megawati ini cukup berdiam di rumah.Sementara anak cucunya bergantian datang bertandang ke rumahnya.

“Dia sangat dekat dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Putra-putrinya yang sudah menikahlah yang datang ke rumahnya secara bergantian. Biasanya mereka menginap pada akhir pekan.Minggu ini siapa, minggu berikutnya siapa, mereka bergantian,” katanya.

Toh, Kalla bukan orang yang sempurna.Dia bukanlah manusia super yang mampu mengerjakan semua hal.Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan 1999– 2000 ini bukan berarti tidak pernah merasakan stres.Namun Kalla yang pada 2008 ini dinobatkan sebagai orang terkaya ke-29 di Indonesia oleh majalah Forbes dengan jumlah kekayaan mencapai USD185 miliar ini memiliki trik unik dalam mengatasi stres.

Menurut Muhlis, dengan resep berpikir positif, Kalla termasuk orang yang cepat melupakan stres. “Bapak cepat melupakan permasalahan dan tidak dipendam berlarut-larut sehingga mengakibatkan stres,” ujarnya.

Selain tidak menyukai panjang dan berbelitnya birokrasi, Kalla juga pandai mendelegasikan tugas kepada orang yang tepat.Tidak jarang ketika terjadi permasalahan yang mendesak, Ketua Umum DPP Partai Golkar ini langsung potong kompas mengontak orang yang paling bertanggung jawab dengan persoalan tersebut.

Untuk kasus kelangkaan gas elpiji akhir-akhir ini misalnya,Wapres tidak berkoordinasi melalui Pertamina secara formal. Namun dia langsung mengontak Direktur Utama PT Pertamina Ari Soemarno untuk mempertanyakan kejelasan permasalahan ini.

Kalla juga sering mendelegasikan tugasnya karena memang tidak semua pekerjaan bisa dia lakukan sendirian. Strategi manajerial inilah yang juga membantu Kalla jarang menemui masalah dengan beban pekerjaan sehingga staf-stafnya jarang sekali melihatnya stres. Selain itu, hal tersebut juga karena putra pasangan Haji Kalla dan Athirah ini pintar mengelola stresnya.

“Selamatkan Bisnis Kami”

Sebagai Wapres, Kalla juga dikenal dekat dengan kalangan media.Tidak jarang, Putra Bone ini mengabulkan permintaan media untuk sekadar wawancara atau bahkan talk show.Pada acara peluncuran salah satu media portal berita di Jakarta Rabu malam (17/12),Kalla yang sedianya diundang hadir hanya untuk meresmikan pembukaan dan memberikan kata sambutan justru didaulat untuk menjadi peserta diskusi dalam acara talkshow.

Lawan diskusinya berasal dari perwakilan pengusaha dan pengamat. Padahal berdasarkan jadwal protokol Kantor Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Kalla seharusnya hadir pada pukul 19.30– 20.00 WIB. Namun,Muhlis mengisahkan bahwa Wakil pemimpin redaksi salah satu stasiun televisi yang berafiliasi dengan media portal tersebut langsung mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada Wapres. Isinya mengharapkan agar Wapres bersedia mengikuti acara talkshow yang sudah disiapkan penyelenggara.

“Tolong Pak save our life,selamatkan bisnis kami karena ini sudah diiklankan ke publik,” demikian isi dari pesan pendek tersebut. Melihat kehadirannya demikian ditunggu-tunggu dan diharapkan oleh panitia dan hadirin, langsung saja Ketua Umum DPP Golkar itu menyetujui untuk mengikuti acara talk show sehingga Kalla harus datang lebih awal satu jam,yakni 18.30 WIB.

“Oke, atur itu,” demikian kata Wapres kepada stafnya yang meminta keberangkatannya segera disiapkan. Padahal kesiapan Paspampres sudah dijadwalkan pukul 19.30 WIB.Kontan saja, keputusan Kalla tersebut membuat anggota pasukan Paspampres kelabakan dan harus segera menyiapkan segala sesuatunya agar Kalla bisa lebih awal menghadiri acara yang diselenggarakan di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat tersebut.

Dalam talkshow tersebut, Kalla begitu lugas menjawab semua pertanyaan. Dalam acara tersebut, Kalla sebagai pembicara bersama dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat dan pengamat ekonomi Aviliani. Sejumlah pejabat juga turut hadir dalam acara ini.

Di antaranya Menteri Perdagangan Marie Pangestu,Ketua Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan, pengusaha Abdul Latief yang juga mantan Menteri Tenaga Kerja,pengamat ekonomi Faisal Basri, serta pemimpin redaksi sejumlah media massa. Tidak sedikit pertanyaan bertubi-tubi seputar prediksi kondisi perekonomian dalam negeri pada 2009 akibat dampak krisis global.

Sempat juga terjadi adu pendapat antara Kalla dengan pembicara lain, yakni MS Hidayat dan Aviliani atau pengamat Ekonomi Faisal Basri dan Abdul Latief.Bak dikepung dari berbagai penjuru, Kalla mampu menjawab semua pertanyaan dengan argumentasi yang lugas dan logis. (abdul malik/ islahuddin/faizin aslam)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/197723/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment