Senin, 22 Desember 2008

Ancaman Krisis Otomotif 2009 -Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata

Sunday, 21 December 2008
INDUSTRIautomotif di Indonesia saat ini bukan lagi sekadar industri hilir yang melayani jual beli belaka, melainkan sudah menjadi industri perakitan, penjualan, hingga pembuatan suku cadang.

Itu sebabnya, industri automotif Indonesia sebagai salah satu industri yang menyerap banyak tenaga kerja karena sifatnya yang padat karya. Berdasarkan catatan Departemen Perindustrian (Deperin), untuk industri sepeda motor saja sudah mampu menyerap tenaga kerja mencapai sekitar 400.000 orang.

Terdiri atas 40 industri perakitan, 195 industri komponen lapis pertama,600 industri komponen lapis kedua, 18.000 agen penjualan dan servis resmi, serta 12.000 gerai lainnya.Sementara industri mobil juga memiliki prospek yang sama. Angka tersebut mengalami pertumbuhan cukup signifikan dibanding 2007.

Berdasarkan Laporan Deperin, pada 2007 terdapat 15 perusahaan industri perakit kendaraan bermotor roda empat, 16 perusahaan perakit sepeda motor, yang didukung sekitar 250 perusahaan industri komponen, baik itu memproduksi komponen universal ataupun komponen utama seperti engine dan transmisi.

Perkembangan industri kendaraan bermotor di Indonesia menunjukkan peningkatan yang sangat baik sehingga memberikan rasa optimistis untuk dapat melangkah lebih gemilang.Perkembangan industri kendaraan bermotor ini diperkirakan akan bergerak terus dalam beberapa tahun mendatang.

Meskipun pada 2006 terjadi penurunan pasar dalam negeri mencapai sekitar 40% untuk kendaraan roda empat dan sekitar 15% untuk kendaraan roda dua, perkembangan ekspor produk kendaraan bermotor utuh (CBU) melonjak lebih kurang 70%.

Hal ini menunjukkan daya saing produk automotif Indonesia cukup baik. Investasi yang tertanam di sektor automotif pada 2007 telah mencapai sekitar Rp18,054 triliun dengan kumulatif tenaga kerja mencapai 186 ribu orang.Artinya, pada 2008 ini terjadi pertumbuhan sangat mengesankan, sebab industri ini telah mampu menyerap lebih dari 400.000 orang.

Sementara kegiatan ekspor produk industri automotif 2007 mencapai lebih dari USD2,50 miliar, naik 35% dibanding total nilai ekspor 2006 sebesar USD1,85 miliar. Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan optimistis industri ini berpotensi menyerap pasar tenaga kerja lebih besar lagi.Sebab,industri automotif di Indonesia sudah bukan lagi industri penjualan atau pemasaran,melainkan juga sudah kuat sebagai perusahaan basis produksi.

”Selamatkanlah industri automotif dari dampak krisis global saat ini.Sebab,industri ini sudah benarbenar menjadi sebuah industri di Indonesia. Mulai pabrik komponen, penyalur, perakitan, dealer, suku cadang, hingga ke bengkelbengkel dan lainnya,” ujarnya kepada SINDO. Karena itu, sangat wajar jika berbagai kalangan dari industri ini berharap peran pemerintah agar bisa selamat dari dampak krisis global saat ini.

Peraih Nobel Ekonomi Paul Krugman saja meramalkan industri automotif Amerika Serikat (AS) terancam lenyap dari peta perekonomian Negeri Paman Sam. Dengan demikian, industri automotif Indonesia sudah dipastikan menerima dampak dari krisis global yang sumbernya dari AS itu. Padahal,bisa jadi kondisi antara industri automotif AS dengan Indonesia sangatlah jauh berbeda.

Menurut Executive Vice President Astra Honda Motor,Siswanto Prawiroatmodjo, Washington terpaksa mempertimbangkan untuk mengeluarkan kebijakan dana talangan bagi industri automotif sebab industri ini di AS tidak efisien.Jadi,tidak mampu bersaing dengan industri automotif negara-negara lain yang menjual produknya di AS.

Sementara industri automotif terbilang cukup memiliki daya saing dibandingkan produk negara lain. ”Bantuan yang signifikan atas kinerja industri automotif adalah yang terkait kebijakan yang bisa mendorong peningkatan daya beli masyarakat serta kebijakan yang bisa meningkatkan daya saing industri secara umum.

Seperti penciptaan lapangankerjabaru,sukubungaperbankan, ketersediaan likuiditas keuangan,biaya energi industri,pengupahan, biaya distribusi, perpajakan, dan lainnya,”paparnya. Meskipun kondisi industri automotif di Indonesia tidak akan separah di AS, banyak kalangan memprediksikan krisis global akan memberikan dampak signifikan terhadap industri ini di dalam negeri.

Padahal, melihat potensinya, akan sangat disayangkan apabila industri automotif Indonesia ikutikutan ambruk akibat krisis yang berawal dari Negeri Paman Sam itu. ”Paling yang bisa kami lakukan saat ini untuk menyelamatkan diri adalah dengan mencari sumber pendapatan ekspor lain seperti dari Timur Tengah,tetapi itu tidak mudah.

Selain itu, langkah penyelamatan adalah dengan memperbesar potensi pendapatan dari sisi after sales, yakni dari penjualan spare part.Jika memang penjualan 2009 mendatang akan benar-benar anjlok,” papar Johnny.

Indonesia memiliki spesialisasi dalam ekspor kotak roda gigi (gearboxes) yang menguasai pangsa pasar global. Ekspor suku cadang selama kurun 2002–2007 ini mencakup 36 produk dan lima produk unggulan.Itu termasuk 72,9% dari total ekspor Indonesia di sektor ini. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/197884/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment