Gaji Kecil,Kerja Berat?
Saturday, 21 June 2008
Besarnya gaji tidak selalu berkonotasi dengan proporsi beban kerja.Sebab,besaran gaji pejabat negara di Indonesia kebanyakan memang belum proporsional dengan beban kerjanya.
Agak sulit untuk menentukan besaran angka upah layak. Paling tidak, angka produk domestik bruto (PDB) bisa menjadi salah satu ukuran penting untuk menilai pantas atau tidaknya besaran gaji.Namun, memang harus diakui, kesejahteraan adalah tujuan utama seseorang untuk bekerja. Jika tidak mendapatkan kesejahteraan, kecil sekali peluang baginya untuk bekerja secara optimal, kecuali didasari rasa pengabdian kepada negara.
Tengok saja gaji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebesar Rp62,7 juta per bulan. Besaran gaji inilah yang berlaku sejak 2001.Untuk ukuran seorang presiden yang bertanggung jawab terhadap lebih dari 230 juta jiwa penduduk Indonesia, gaji sebesar itu terkesan kurang layak, meskipun jika dibandingkan Presiden Vietnam Nguyen Minh Triet, gaji Presiden SBY memang jauh lebih tinggi. Seperti dilansir AsiaNews, gaji Minh Triet saat ini sekitar USD2.880 per tahun atau Rp26,65 juta per tahun (dengan kurs Rp9.305).
Sementara gaji Presiden SBY per tahun sebesar Rp752,8 juta. Meski demikian, Presiden Minh Triet hanya bertanggung jawab pada nasib 85,2 juta jiwa penduduk Vietnam (sensus 2005). Wilayah Vietnam yang hanya seluas 331.689 km2, jauh berada di bawah Indonesia yang seluas 1.904.556 km2 dan terdiri atas 17.508 pulau.
Coba bandingkan dengan gaji PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi yang diyakini sekitar Rp799 juta per tahun. Jangkauan wilayah Malaysia hanya seluas 329.750 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 27 juta jiwa (2003). Meski demikian, PDB per kapita Malaysia sekitar USD12.100 jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang pada 2009 mendatang hanya ditargetkan sebesar USD2.700 per kapita.
Apalagi,jika dibandingkan dengan Singapura.GajiPresidenSingapuraSR Nathan diperkirakan sebesar USD2,6 juta per tahun (2007) atau Rp24,06 miliar. Besaran jumlah gaji presiden Singapura memang fantastis,bahkan tertinggi di dunia. Gaji PM Singapura Lee Hsien Loong tidak jauh berbeda, sebesar USD2,53 juta per tahun (2007) atau sekitar Rp23,4 miliar.
Padahal, luas wilayah Singapura hanya sekitar 692,7 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 4.483.900 jiwa (2006). Dibandingkan Singapura, gaji Presiden Indonesia sangat jauh dari kata layak.(lihat grafis) Kesejahteraan pejabat publik di Negeri Singa itu tidak berhenti di situ saja. Jajaran menteri di Singapura menerima gaji sebesar USD1,32 juta per tahun (2007) atau sekitar Rp12,2 miliar.
Angka ini seolah berada di atas langit jika dibandingkan gaji jajaran menteri di Indonesia yang hanya sebesar Rp18,6 juta per bulan atau sekitar Rp223,2 juta per tahun.Meskipun dikatakan gaji Gubernur Bank Indonesia lebih tinggi dibandingkan gaji menteri di Indonesia,yakni pada 2007 sebesar Rp162,2 juta per bulan atau Rp1,965 miliar per tahun, angka itu masih jauh di bawah besaran gaji menteri di Singapura.
Bahkan, dibandingkan sejumlah negara maju di dunia, gaji pejabat negara di Singapura masih jauh lebih besar. Tengok saja gaji Presiden Amerika Serikat George W Bush yang mencapai USD494.000 per tahun (2007) atau sekitar Rp4,57 miliar. Sementara PM Inggris Gordon Brown menerima gaji sebesar Rp3,55 miliar per tahun (USD384.000 per tahun/ 2007).
Kanselir Jerman Angela Merkel menerima gaji sekitar Rp3,61 miliar atau USD391.000 per tahun (2007). Presiden Prancis Nicolas Sarkozy gajinya mencapai USD346.000 (2008) atau sekitar Rp3,2 miliar per tahun, sebelumnya Sarkozy menerima gaji sebesar USD146.000 per tahun. Nominal besaran gaji pejabat tinggi di Prancis naik setelah mendapat persetujuan parlemen konservatif beberapa waktu lalu.
Sementara gaji PM Australia Kevin Rudd sebesar Rp1,26 miliar atau USD137.060 per tahun (2007). Dari Asia, gaji PM Jepang pada 2002 sebesar Rp2,8 miliar per tahun (USD307.000). ”Untuk itulah, setelah kami lakukan survei dan perbandingan dengan beberapa negara, kami memang berencana melakukan remunerasi bagi seluruh jajaran pejabat publik di Indonesia,” kata Deputi Bidang Tata Laksana Kementrian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenegPAN) Asmawi Rewansyah kepada SINDO.
Meski begitu,pejabat di Indonesia tidak perlu berkecil hati. Sebab, dibanding sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara lainnya, gaji pejabat Indonesia relatif besar. Seorang perdana menteri di Thailand menerima gaji sebesar USD45.108 (2008) atau sebesar Rp417,4 juta per tahun. Sementara gaji Presiden Laos per tahunnya sebesar USD2.232 (2008) atau sekitar Rp20,6 juta.
Jika menggunakan ukuran kedua negara ini, gaji Presiden SBY per tahunnya masih jauh lebih besar. Sementara Presiden Korea Selatan, yang per tahunnya menerima gaji sebesar USD168.000 (Rp1,5 miliar/ 2008), jauh berada di atas Indonesia. Maklum,Korea Selatan mengalami kemajuan ekonomi cukup pesat di Asia. Adapun Presiden Taiwan mendapatkan gaji lebih tinggi, yakni sekitar USD182.184 per tahun (2008) atau sekitar Rp1,6 miliar.
Dibandingkan kedua negara ini,tentu saja pendapatan Presiden SBY jauh lebih rendah. Mengurus negara seperti Indonesia bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi,pejabat tinggi umumnya merupakan jabatan politis yang sifatnya berkala (dalam kurun waktu terbatas), bukan jabatan karier. Meski begitu, bukan berarti gaji yang (relatif) kecil itu menjadi alasan bagi pejabat publik untuk menegasikan tugasnya sebagai pelayan publik,apalagi menjadi alasan ”pembenaran” untuk korupsi.
Sebab, yang disebut-sebut dengan gaji kecil merupakan hitungan gaji pokok yang diterima,belum termasuk tunjangan dan segala fasilitas yang diberikan negara yang jumlahnya jauh di atas rata-rata penghasilan masyarakat. Artinya, besaran angka penghasilan kotor seorang pejabat negara setiap bulannya masih sulit ditelusuri. Apalagi, seorang pejabat negara tidak jarang harus menanggung sejumlah orang, seperti ajudan dan sebagainya yang menjadi tanggungan negara. (abdul malik/islahuddin)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/periskop/gaji-kecil-kerja-berat-3.html