Jumat, 18 Juni 2010

Kepak Sayap Garuda di Eropa

Sukses melakukan pembenahan dan pengadaan armada baru, Garuda Indonesia resmi kembali terbangi rute ke dan dari Eropa.

Secara resmi Garuda sudah mulai membuka kembali rute penerbangan ke Eropa per 01 Juni 2010 ini. Maskapai yang didirikan sejak tahun 1949 tersebut akhirnya melaksanakan rute penerbangan untuk untuk rute internasional jarak jauh. Sebagai langkah pertama Garuda Indonesia membuka kembali penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam melalui Dubai. Amsterdam merupakan kota pertama dari beberapa kota tujuan lain di Eropa yang secara bertahap akan dilayani oleh Garuda Indonesia antara lain Frankfurt, London, Paris, dan Roma.

Peresmian pembukaan kembali rute Jakarta – Amsterdam (via Dubai) tersebut dilaksanakan di di Gate E4, Terminal 2E Bandara Soekarno – Hatta oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar dan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar pada Senin malam (01/06). Dengan demikian, Garuda kini melayani pelancong antara Asia dan Eropa. Meskipun sebenarnya Dengan dibukanya kembali rute ini, maka Garuda Indonesia menjadi maskapai Indonesia pertama yang membuka penerbangan ke Eropa setelah larangan terbang di wilayah udara Eropa dicabut sejak bulan Juli tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, Garuda adalah salah satu dari empat maskapai dalam negeri yang telah mendapatkan pencabutan larangan terbang ke Eropa. Ini merupakan hasil keputusan sidang selama tiga hari (tanggal 30 Juni – 2 Juli 2009) Komite Keselamatan Udara (Air Safety Committee) Uni Eropa. Hasilnya, komite tersebut mengeluarkan pendapat yang positif mengenai kemajuan kinerja keselamatan penerbangan maskapai Indonesia dan merekomendasikan untuk mencabut larangan terbang ke wilayah Eropa yaitu Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast Indonesia, dan Premiair.

Keputusan Uni Eropa yang disebut sebagai Commission Regulation mengenai hal tersebut dikeluarkan pada pertengahan Juli 2009 yaitu setelah proses penerjemahan ke dalam 22 bahasa resmi Uni Eropa dan penandatanganan oleh Komisioner untuk Urusan Transportasi. Dengan dicabutnya dari daftar larangan terbang ke Uni Eropa, maka empat maskapai penerbangan tersebut telah dianggap layak dari segi keselamatan penerbangan untuk melakukan operasi penerbangan ke dan dari Eropa. Demikian juga warga negara Uni Eropa dapat menggunakan maskapai penerbangan tersebut untuk perjalanan domestik di Indonesia maupun ke luar negeri.

Meski demikian sejak, dicabutnya larangan tersebut belum satupun maskapai yang melakukan operasi penerbangannya dari dan ke Uni Eropa hingga setahun kemudian. Baru pada per 01 Juni 2010 kemarin, Garuda memulai membuka rute penerbangan ke Eropa dengan tujuan Amsterdam sebagai permulaan.

“Meski demikian penerbangan kami ke Eropa tidak ada kaitannya dengan pencabutan larangan terbang dari Uni Eropa. Ini murni karena faktor kesiapan. Itulah mengapa sejak pencabutan larangan terbang pada Juli 2009, kami baru membuka rute penerbangan ke Eropa pada Juni 2010 ini,” ujar Humas Garuda Pujobroto.

Secara lebih jauh pembukaan rute penerbangan ke Eropa akan mampu berdampak positif bagi kinerja perusahaan. Permulaan untuk menuju perusahaan go public. Menurut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar, pemilihan Amsterdan sebagai permulaan penerbangan ke Eropa karena merupakan salah satu kota pusat aktivitas penerbangan di Eropa. Nantinya akan menyusul penerbangan ke Frankfurt, Jerman, London, Inggris, Paris, Prancis, dan Roma, Italia.

Setelah pembukaan rute penerbangan ke Eropa, nantinya paling lambat pada 2013 mendatang penerbangan ke Amerika Serikat (AS) akan dibuka kembali. Garuda menutup layanan penerbangan langsung Jakarta - Los Angeles dan Los Angeles - Honolulu - Bali - Jakarta sejak pertengahan 1998. Di sisi lain, setelah beberapa peristiwa kecelakaan, Garuda juga menghentikan rute penerbangan ke Eropa akibat mendapat larangan terbang melintasi kawasan itu sejak Juli 2007 hingga Juli 2009 tahun lalu.

Pada tahun 2007, FAA menurunkan peringkat penerbangan Indonesia dari kategori 1 ke kategori 2 sebagai respons atas hasil temuan International Civil Aviation Organization (ICAO). Kategori 2 berarti suatu negara dinilai kurang memiliki perangkat undang-undang untuk mengawasi maskapai penerbangan sesuai dengan standar internasional. Kategori 1 berarti otoritas penerbangan sipil suatu negara telah sesuai dengan standar ICAO.

Namun berdasar penilaian Skytrax pada awal tahun 2009, Garuda berhasil meraih predikat sebagai maskapai penerbangan bintang empat. Ini karena Skytrax menganggap pembenahan yang dilakukan cukup mengesankan sehingga layak naik pangkat dari yang sebelumnya hanya bintang tiga. Meski predikat bintang empat sudah didapat, tetap saja larang terbang dari Uni Eropa masih belum dicabut hingga pertengahan Juli 2009. Terakhir pembenahan yang dilakukan Garuda semakin mendapatkan pengakuan dengan mendapatkan predikat sebagai maskapai paling berbenah tahun 2010 ini dalam ajang World Airline Award 2010 oleh lembaga Skytrax pada 20 Mei 2010 ini.

Bagaimanapun, beragam pembenahan dan dibukanya kembali penerbangan ke Eropa akan semakin membuat Garuda eksis sebagai maskapai papan atas dunia. Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan bahwa Eropa akan memainkan peran yang penting dalam strategi pengembangan perusahaan lima tahun ke depan, yang mencakup pengembangan jaringan atau rute internasional.

“Membangun posisi yang kuat di Amsterdam dan kota-kota lain di Eropa merupakan elemen penting dalam memenuhi target pertumbuhan kami," tambah Emir.

Saat ini Garuda melayani penerbangan ke Amsterdam setiap hari dengan menggunakan pesawat Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang dengan rincian 36 penumpang kelas eksekutif dan 186 di kelas ekonomi. Khusus untuk Kelas Eksekutif dilengkapi dengan tempat duduk yang yang dapat direbahkan hingga 180 derajat. Pesawat ini juga dilengkapi dengan LCD layar sentuh di semua kelas, sistem state-of-art in-flight entertainment dengan audio video on demand (AVOD) yang memberikan pilihan 25 film, 250 track audio dan 25 video permainan untuk kenyamanan penumpang selama dalam perjalanan.

Selain dengan konsep pelayanan “Garuda Indonesia Experience”, Garuda juga memperkenalkan layanan “Immigration On-Board” yang memungkinkan penumpang untuk melakukan pengurusan dokumen keimigrasian berupa pemberian visa on arrival diatas pesawat. Sehingga para penumpang mendapatkan kenyamanan lebih untuk tidak harus mengantri pada counter imigrasi pada saat kedatangan.

Direktur Layanan Niaga Garuda Indonesia Agus Priyanto menyatakan penerbangan kembali ke Amsterdam merupakan era baru pelayanan Garuda Indonesia. Diantaranya dengan mengenalkan seragam baru dengan bermotif batik, merupakan hasil karya pada disainer Indonesia.

Penerbangan GA88 akan take-off dari Jakarta setiap hari pada pukul 20.40 dan tiba di Dubai pukul 02.00, kemudian berangkat lagi pada pukul 03.15 dan tiba di bandara Schiphol Amsterdam pukul 08.00 hari berikutnya. Pesawat akan berangkat kembali dari Amsterdam pukul 11.00, tiba di Dubai pada 19.30, kemudian terbang kembali pukul 20.45 dan tiba di Jakarta pada pukul 08.10. Selain itu, Garuda Indonesia juga membuka penerbangan internasional Surabaya – Hongkong per 01 Juni 2010, dan Denpasar – Hongkong per 03 Juni 2010 masing – masing empat kali dan tiga kali seminggu menggunakan pesawat baru Boeing 737-800NG.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment