Minggu, 22 Maret 2009

Kiat Memulai Usaha - Banyak Cara Mendapatkan Modal

Sunday, 22 March 2009
BAGI orang yang ingin memulai usaha, modal sering menjadi kendala utama. Padahal banyak cara untuk bisa mendapatkan modal. Bisa dari perbankan, lembaga donor, atau bahkan mendapatkan investor.

Sering terdengar keluhan para pengusaha kecil yang sulit untuk mengakses perbankan guna menambah modal. Padahal pesanan atau order dari pelanggan sudah menunggu. Namun karena keterbatasan dana, si pengusaha tidak sanggup memenuhi pesanan pelanggan dalam jumlah besar.

Tidak jarang kisah ini berujung mengecewakan, sebab pesanan pelanggan akhirnya tidak terlayani. Terpaksa pelanggan tersebut mencari pengusaha lain yang bisa memenuhi pesanannya.Padahal si pelanggan sebenarnya sudah menaruh kepercayaan akan kualitas produk si pengusaha.

”Banyak kisah seorang pengusaha mendapatkan pasar potensial, tapi tidak mampu melayani pesanan pelanggan karena keterbatasan dana,” kata Associate Finance Manager Indonesia Business Link Tatang Solihin kepada SINDO. Padahal ada banyak trik yang bisa dilakukan pengusaha pemula guna menambah atau mendapatkan modal.

Sebab lembaga perbankan pun saat ini sudah menyediakan banyak pilihan kredit. Mulai kredit investasi,modal kerja, atau bahkan factoring. Jenis kredit ini biasanya diberikan kepada pengusaha dengan jaminan purchase order (PO) surat pemesanan dari si pelanggan.

Berdasar pengalaman pribadi Tatang dalam menjalankan bisnisnya, perbankan sebesar 70% dari total nilai order. ”Saat itu saya mendapatkan order senilai Rp2 miliar, kemudian mendapatkan kredit dari perbankan sebesar 70% dariangkaitu.Iniakansangat membantu,”paparnya.

Suntikan tambahan modal bagi pengusaha yang mendapatkan pesanan dari pelanggan tentu sangat dibutuhkan demi menjalankan roda bisnisnya. Untuk jenis pembiayaan ini, perbankan tidak memberlakukan bunga sebagaimana kredit biasa,melainkan feeyang persentasenya cukup kompetitif dibandingkan bunga kredit perbankan.

”Kalau memang punya order, PO bisa dijadikan agunan. Pihak bank tahu bagaimana cara menganalisis benar atau tidak.Jugabisadilakukan cross chek. Sebab akan dianalisis term of payment, unit yang dipesan, berapa harganya, total berapa,bankapayangdipakai, NPWP,alamat pelanggan yang jelas, dan saya pernah melakukan itu,”paparnya.

Bagaimanapun, menurut Tatang, modal utama seorang pengusaha adalah tekad dan keyakinan.Sementara modal finansial bisa diwujudkan dalam banyak cara.Termasuk dengan bekerja sama dengan investor, lembaga donor, atau lainnya.Sebab saat ini sudah banyak lembaga yang menyalurkan pembiayaan modal kerja baik dalam bentuk kredit maupun hibah (grant).

Pemerintah pun juga mulai menggalakkan program kredit bagi usaha kecil melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM). Sistem permodalan dalam bentuk hibah yang saat ini marak adalah salah satunya.

Biasanya ini diberikan oleh lembaga donor internasional seperti USAID,
AUSAID dengan besaran dana mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Namun program yang dibiayai umumnya adalah berbentuk kewirausahaan sosial.

Pendiri Galeri Ka’Qta Dindin Komarudin adalah salah satu contoh wirausahawan yang sering jadi pemenang dalam usaha mendapatkan grant dari lembaga donor. Selain itu,lembaga seperti IBLjugamenyediakandanahibah sebagai modal awal calon pengusaha yang berhasil lolos seleksi melalui program Young Enterpreneur Start-up (YES) dengan besarannya sekitar Rp10–20 juta per pengusaha. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/223024/

9 komentar:

  1. kamu postingan ginian ; udah pernah cek dilapangan belum ? sebenarnya ada gak yg namanya KUR ? gak ada bung yag namanya KUR itu ! omong kosong semua yang ada kredit selalu dengan agunan walaupun jumlah dibawah 5jt

    BalasHapus
  2. thanks Bapak/Ibu sudah sudi mampir ke blog saya. dan terimakasih atas kritikannya. Yang pasti saya hanya mensarikan inti dari hasil wawancara saya dengan sumber. Monggo silahkan pembaca yang menyimpulkan. thanks

    BalasHapus
  3. cayo buat mas abdul..mgkn si "anonim" ini tdk hidup bermasyarakat.shg tdk tau apa yg tlh disediakan pemerintah untuk rakyat..mmg pinjaman ini sgt kecil jmlhn ya.,tp yg jls ADA..Postingan anda lbh berguna.ketimbang org2 spt "anonim" yg cm bs coment2 tanpa berani menunjukan identitas.Orang spt itu sepanjang hidupnya cm sembunyi di gua..

    BalasHapus
  4. sip bung... tapi gmn cara dapetin KUR??
    ajarin dong... usaha gw peternakan ayam broiler...
    kurang dana nih buat ngembangin...
    padahal lahan gw 6500m2, gw pnya kandang cuma 1 n empang buat ternak lele n bawal kapasitas 5rb ekor doank...
    pnya knalan investor ga?? x aja ada yg minat krjasama, kl ada yg minat, tolong kabarin gw ke 081281757104

    BalasHapus
  5. mhon petunjuk, saya berwirausaha di bidang keuangan, saya melayani orang2 yg sudah tertutup aksesnya ke lembaga keuangan seperti bank, bpr, dan koperasi. Dengan catatn aspek karakter dan jaminan bagus, dan didukung data cek BI saya berani membantu, tp saya kekurangan modal,mohon bantuannya.Mahendra Editia 081.22.555.7277

    BalasHapus
  6. Mungkin untuk lebih jelasnya silahkan Hubungi dan konsultasi dengan Indonesia Business Link pak. Mudah-mudahan mereka bisa membantu. Setahu saya, IBL memang wadah bagi para pengusaha lokal untuk membantu pengusaha kecil atau pemula, atau bahkan anak muda yang ingin memulai usaha. Tentu saja, biasanya mereka memberikan prasyarat tertentu. Bahkan mereka juga menyediakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan. Monggo silahkan dikontak. Tx

    BalasHapus
  7. cara meminjamnya bagaimana?coz sya msh muda jaminan nya hanya punya orang tua.tx tas jwbnya

    BalasHapus
  8. coba bisa jamin harga diri udahdari lama usaha ku ini berjalan.....hhhmmmm nasib wong chilik

    BalasHapus
  9. sudah setahun ini saya mencoba buka usaha sablon, sejak memberanikan diri keluar dari kerjaan di kantor. Tapi saat-saat ini saya agak kesulitan dalam hal permodalan. saya coba cari infonya ke IBL dulu. trims infonya

    BalasHapus

open for discuss, please feel free to comment