Sunday, 22 March 2009
Banyak cara pemasaran bisa dipilih pengusaha pemula dengan biaya murah,tapi cukup efektif.Meski demikian, harus tetap menjaga prinsip kesantunan dan kedisiplinan.
Banyak pihak sepakat, internet marketing merupakan salah satu alternatif pilihan strategi pemasaran via online yang murah, cukup efektif,dan tidak membuatkantongbobol. Apalagidi tengah krisis seperti sekarang. Pengusaha pemula bisa memanfaatkan media dunia maya ini untuk memasarkan produk atau jasa yang ditawarkan.
Bisa melalui situs web, blog, situs jejaring facebook, friendster,atau lainnya. Meski begitu, ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan pengusaha pemula ketika ingin melakukan strategi pemasaran (marketing). Menurut Konsultan Mitra Manajemen Usaha (MMU) Nugget F Gunawi,pemasaran langsung (direct selling) secara online maupun di dunia nyata bisa dimanfaatkan pengusaha pemula dalam menjalankan usaha.
Meski demikian, prinsip pelayanan prima dan kesantunan tetap harus menjadi prioritas utama.Sebab tidak jarang ditemui cara-cara marketing yang kurang santun justru membuat calon pelanggan enggan menggunakan jasa atau produk yang ditawarkan. Nugget menjelaskan, kekuatan jejaring di dunia nyata maupun onlinemerupakan mediasi awal yang paling ampuh dalam melaksanakan pemasaran.
Banyak prinsip marketing seperti cara positioning, targeting,segmentasi dianggap terlalu teoretis bagi pengusaha pemula. Terpenting adalah ada banyak jejaring yang bisa digunakan.Seorang mahasiswa misalnya akan mampu menggunakan jaringan antarmahasiswa satu perguruan tinggi maupun antarperguruan tinggi.
”Namun yang patut dicatat ketika menggunakan jalur jejaring harus dibaregi ketulusuan (sincerity),”ujarnya kepada SINDO di sela acara peluncuran Young Enterpreneurs Start-up (YES) Club yang diselenggarakan Indonesia Business Link (IBL) di Jakarta,Kamis (19/3). Prinsip-prinsip etika dalam marketing ini termasuk cara berkomunikasi dengan kolega atau calon mitra.
Misalnya dengan menyediakan kartu nama atau segala macam identitas dan alamat kontak. Menurut Nugget, pengusaha pemula harus aktif dan menjalankan kesantunan jejaring. Kemudian juga harus mampu menjaga kualitas dari jejaring yang digunakan, yakni tidak lelah untuk membalas semua pertanyaan dan permintaan dari kawankawannya di jejaring,baik itu SMS, e-mail, atau lainnya.
Ini guna menumbuhkan respek atau penghargaan dari kolega atau mitra di jejaring. ”Semua itu ditopang oleh disiplin. Jadi anak muda seperti ini kalau dia memang sudah dibentuk untuk disiplin, santun, responsif, itu akan mudah mengembangkan bisnisnya. Namun anak-anak yang tidak dididik untuk disiplin, tidak santun, dan tidak peduli pada lingkungan agak susah masuk ke jejaring.
Saya rasa ini kunci bagi pebisnis pemula,”paparnya. Bagaimanapun banyak bentuk promosi yang murah yang bisa dipilih pengusaha pemula. Namun segala macam bentuk promosi ini tidak akan bertahan lama dan kurang berdampak pada penjualan apabila tidak dibarengi dengan kualitas produk dan pelayanan prima (service excellence).
Salah satu cara untuk mewujudkan pelayanan prima adalah dengan membuat database pelanggan. Database ini tidak hanya bermanfaat guna merawat pelanggan loyal, tapi juga menjadi dasar referensi untuk mencari celah strategi pemasaran yang akan dilakukan selanjutnya.
Bahkan dari database inilah akan bisa didapatkan celah-celah bisnis baru yang semakin memperkokoh bisnis yang sudah dirintis. ”Kebanyakan pengusaha kecil tidak melakukan pencatatan database pelanggan. Hanya dihafalkan di luar kepala,” tandasnya. Selain itu,banyak cara guna memberikan pelayanan prima kepada pelanggan.
Ini bertujuan tidak hanya untuk mempertahankan pelanggan loyal tetap memilih jasa atau produk si pengusaha, tapi juga bisa membantu menggenjot datangnya pelanggan-pelanggan baru. Meskipun terkesan kuno,promosi dari mulut ke mulut ternyata merupakan media promosi paling ampuh untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan.
Sebab,ketika satu pelanggan puas, dia berpotensi akan bercerita kepada minimal dua calon pelanggan lain, demikian seterusnya. Ada beberapa bentuk promosi baik untuk bisnis ritel maupun jasa yang bisa dipertimbangkan oleh pengusaha pemula. Di antaranya bisa promosi dari pintu ke pintu melalui pamflet atau brosur.
Nugget mencontohkan, jika bisnis ritel dengan segmen pasar kawasan, promosinya pun harus kawasan.Dasarnya adalah dengan memperkenalkan sebuah produk dan harus melihat cara paling efektif (cost effective). Ada biaya murah,hasilnya besar. ”Contohnya promosi dari pintu ke pintu.Menggunakan pamflet dengan penyebaran ke tukang koran.
Sebar sendiri juga bisa.Ini memang harus ada pemahaman mengenai bagaimana mengemas produk atau jasa yang berkualitas. Salah satunya kalau bikin makanan, pertama, harus rasanya gurih,renyah,dan mampu mendapatkan selera masyarakat kebanyakan.
Namun harus tetap higienis.Karena kebanyakan pengusaha kecil di bidang makanan melupakan faktor kehigienisan. Renyah, tapi misalnya menggunakan zat berbahaya. Untuk ke depan dia susah untuk bersaing,”tuturnya. Pengalaman unik dalam memanfaat kan marketing online dialami Endang S, 32, pemilik gerai Ghifary Store yang menyediakan grosir maupun eceran aneka macam boneka.
Endang yang telah memulai bisnisnya sejak November 2007 memilih bisnis berjualan boneka karena berawal dari hobinya mengoleksi boneka. Bahkan Endang mengaku baru membuka gerai Ghifary Store di Blok M Jakarta sejak sebulan lalu.Selama lebih dari satu tahun, Endang lebih memilih metode marketing via online melalui situs web.
Kenyataannya, angka penjualan boneka Ghifary Store cukup laris. ”Pemasaran dengan menggunakan jejaring sangat berguna, tetapi saya belum masuk ke facebook.Kalau melalui blog atau situs web banyak yang tanya. Untuk persentase pelanggan via online atau datang ke gerai 50–50,” ungkap perempuan yang dulunya bekerja di salah satu perusahaan swasta, tapi memutuskan untuk keluar kerja dan berwirausaha ini.
Selain itu, Endang juga melakukan jejaring dengan menjalin kerja sama dengan mitranya via online. Sebab tidak jarang Endang berposisi sebagai penyuplai dan mitranya itulah yang akan memasarkannya secara ritel. Situs web Ghifary Store di-link-kan dengan situs mitra. Dari cara ini tidak sedikit pelanggan yang memesan boneka ke Ghifary Store.
Bagaimanapun, meskipun seorang pengusaha pemula, Endang tidak hanya mampu memanfaatkan media marketing melalui dunia online, tapi juga dunia nyata.Selain itu,prinsip pelayanan prima dan kesantunan marketing juga diterapkan sehingga itulah yang menjadi kunci sukses Endang dalam me-maintenance pelanggan maupun mitra kerja.
”Saat ini dari online masih bagus. Orang getok tular, yang satu tahu kemudian cerita ke lainnya.Kadang ada yang nyariinsaya,bahkan ada yang nge-link situs saya dari situs teman-teman saya atau pelanggan,”paparnya. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/223027/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment