Selasa, 03 Juni 2008

Does somebody can claim that he is a judge with no reason? (Manusia yang tak tersentuh hukum bernama FPI)

Is somebody can claim that he is a judge with no reason? (Manusia yang tak tersentuh hukum bernama FPI)

Bagaimana mungkin seseorang bisa melakukan kekerasan dan tindakan semena-mena tanpa ada konsekuensi hukum? Ini memang aneh. Sungguh aku tidak mengerti bagaimana mungkin seseorang atau sekelompok orang bisa menjatuhkan vonis kepada orang atau sekelompok lain, bahwa mereka benar atau salah. Itu sesuatu yang mustahil untuk bisa dimengerti di dalam sebuah negara yang memiliki dasar hukum. Bagaimana mungkin Front Pembela Islam (FPI) menjadi begitu kebal hukum? Apakah mereka adalah hukum itu sendiri? Tuhan saja tidak berlaku demikian kepada umatnya. Vonis atau justifikasi haruslah melalui beberapa prasyarat yang mutlak harus dipenuhi. Ini berbeda ketika kamu berhasil menangkap tangan seorang pencuri dengan barang bukti ada di tangannya.

Aku bukannya ingin bermaksud membela Ahmadiyah. Sekelompok orang yang mengklaim dirinya umat muslim, namun dianggap kelompok lain sebagai sesat. Kata sesat dan menyesatkan tampaknya begitu mudah diklaim seseorang untuk menghukum orang lain. Apakah hakim sudah tidak lagi sebagai seoarang yang tidak hanya adil di atas kertas namun juga adil dalam hati dan perbuatannya? Sebab tampaknya di negeri ini semakin banyak saja orang atau sekelompok orang yang bermimpi ingin menjadi seorang hakim sehingga dia lupa bahwa dirinya bukanlah hakim. Apapun yang kamu lakukan untuk memvonis orang lain tidaklah pantas jika kamu bukanlah pihak atau orang yang berhak melakukannya.

Aku sungguh heran dengan sikap pemerintah. Apakah mereka tidak memiliki rasa yang sama seperti yang aku rasakan? Bagaimana mungkin kumpulan tokoh masyarakat dan orang terpercaya dikejar-kejar dalam sebuah forum publik seolah bagaikan mengejar seorang maling. Ini negeri yang aneh. Sebagai pemerintah seharusnya malu, di negaranya yang memiliki dasar hukum dan konstitusi yang telah terbangun selama puluhan tahun, namun diinjak-injak oleh sekelompok orang yang mengaku dirinya paham hukum. Dimana letak kedaulatan konstitusi Indonesia? Ataukah Indonesia memang sudah tidak layak lagi dianggap sebagai negara hukum? Bagaimana mungkin anda mendirikan sebuah kafe dengan investasi tidak murah dan modal pas-pasan kemudian didatangi sekelompok orang yang mengaku dirinya beragama kemudian merusak dan meluluh lantakkan lahan nafkah anda? Praktek-praktek yang dilakukan FPI hampir mirip dengan pola-pola yang dilakukan Satpol PP. Sampai sekarang aku masih bingung menemukan perbedaan antara keduanya.

Aku malu sebagai umat muslim melihat saudaraku muslim lainnya melakukan tindakan anarkis dengan pembenaran yang tidak masuk akal. Bahkan Muhammad SAW pun tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan. Tokoh khulafaurrasyidin segarang Umar bin Khattab pun sebelum menghukum putranya akibat perbuatan zina masih perlu bukti, saksi dan pengakuan. Pengadilan di manapun di dunia ini yang layak di anggap sebagai pengadilan itupun masih menggunakan mekanisme saksi dan pengacara pembela. Kecuali negara ini memang sudah berubah menjadi negara tanpa hukum yang setiap orang bisa melakukan apa saja untuk menghakimi orang lain hanya karena dia kuat, berkuasa, atau memiliki kedakatan dengan penguasa. Jika sudah begini apa bedanya Indonesia dengan hutan rimba, dimana yang kuatlah yang menang.

Mengklaim benar atau salah itu berbeda dengan apakah kita ini memang benar atau salah. Sebab seseorang yang benar adalah melakukan segala sesuatu dengan benar, cara yang benar, dan tujuan yang benar. Bukan justru menghukum orang yang membela pihak lemah. Sebab ruh agama pun justru mengajarkan umatnya untuk membela orang yang teraniaya. Tidak peduli dari agama mana dan keyakinan mana. Bagaimana mungkin seorang yang mengaku dirinya muslim bertindak menganiaya orang lain yang juga muslim namun dalam baju yang berbeda. Bagaimana mungkin kamu mengklaim sebagai sekelompok yang paling benar diantara 71 golongan yang lain. Apakah kamu itu Tuhan yang mengetahui rahasia-rahasianya, tentang kemurnian dan kebenaran sebuah ajaran? Bagaimana mungkin interpretasi kamu terhadap hadits ataupun ayat-ayat Qur’an kamu anggap sebagai Qur’an dan hadits itu sendiri.

Hingga saat ini aku masih belum melihat bukti bahwa kelompok Ahmadiyah merupakan sekelompok orang yang melakukan tindakan merugikan orang, atau bahkan kriminal. Kecuali mereka hanya menyebarkan ajaran mereka. Aku fikir ini bukanlah sesuatu yang salah, sebab mereka mengajarkan ideologi mereka dengan tanpa paksaan dan kekerasan. Mereka melakukannya dengan cara-cara yang bahkan diajarkan oleh Qur’an yakni tidak ada paksaan dalam agama. Namun sayangnya saat ini kelompok Ahmadiyah lah yang menjadi korban kekerasan sekelompok orang yang menyatakan diri mereka paling benar. Bagaimana mungkin kamu bisa mengklaim, Syiah paling benar, sementara Sunni atau kelompok lainnya paling sesat. Kecuali Ahmadiyah memiliki ajaran yang mirip dengan sekte poligami di Texas, yang lebih tampak sebagai sekelompok orang yang ingin memuaskan nafsu birahinya atas nama agama. Sebab mereka memang paedofil, sehingga gadis berusia 10 tahun pun disetubuhi. Apakah Ahamadiyah melakukan hal itu? Saya yakin anda pun akan menjawab tidak.

Ini bukan masalah saya membela atau tidak membela Ahmadiyah. Namun hati saya sakit karena melihat ada sekelompok orang yang lemah teraniaya. Saya malu karena negara yang katanya berdaulat dan memiliki hukum ini ternyata tidak lebih dari sekedar penghuni orang-orang pengecut. (yang penting itu tidak menimpa saya?) apakah pemikiran ini yang ada di kepala para pejabat pemerintah dan aparat hukum di negeri ini? Di mana letak harga diri mereka sebagai orang yang menjalankan amanah rakyat, dan bahkan amanah Tuhan untuk menegakkan keadilan. Bagaimana mungkin ada hukum yang mengatakan seorang yang lemah dan minoritas boleh diinjak-injak dan disemena-menai dan itu syah? Hukum macam apa itu!! Jika memang demikian lebih baik bubarkan saja negeri ini dan biarkan FPI menjadi pemimpin dan membentuk negara baru. Jika sudah begini yang terjadi lebih baik aku pun akan lebih bangga untuk pergi dan tidak tinggal di negeri yang kacau balau ini. Atau paling tidak aku tidak akan rela diperintah orang yang semena-mena terhadap kaum lemah dan minoritas. Sebab tujuan didirikannya negara adalah untuk mengakomodir kepentingan banyak orang. Kemaslahatan umat lebih penting. Atau paling tidak, pakailah ukuran paling sederhana. Pihak mana yang saat ini lemah dan teraniaya, maka belalah dia. Bukan bermaksud untuk mengistimewakannya, namun lebih hanya sekedar untuk memastikan bahwa hak-haknya sebagai manusia layaknya seluruh manusia lain dimuka bumi ini tidak terdzalimi. Semoga akan segera terbuka pintu hati manusia yang masih bernurani, sehingga terjawab sebuah pertanyaan layakkah sebuah hukum justru menghukum dan menganiaya orang yang lemah, namun sebaliknya justru membela dan membenarkan orang yang kuat dan semena-mena?

Untuk rekan-rekan dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), saya ikut berduka. Sungguh kita semua sebagai umat muslim malu dengan apa yang telah terjadi. Keprihatinan ini sungguh sangat menyesakkan. Jika masih punya hak untuk bersuara, pergi kau FPI dari negaraku. Kalian tidak lebih dari sekelompok orang bejat dan bangsat!!! Beringas tanpa hati nurani, kalian bilang sedang membela Islam? Membela dari mana? Islam tidak butuh dibela oleh orang-orang tidak berbelas kasihan seperti kalian. Islam juga tidak pernah mengajarkan umatnya untuk tidak memiliki hati nurani. Seharusnya kalian malu dengan diri kalian sendiri. Atau jika kalian memang bersikeras mengaku diri kalian sebagai representasi Islam, tunjukan dari sisi Islam yang mana kalian itu? Aku lebih berharap kalian enyah dari muka bumi ini. Apakah kalian tahu? Apa yang telah lakukan tidak berbeda dengan kasus Dongos, Jepara yang terjadi beberapa tahun silam. Demi kepentingan politik tertentu, pembunuhan sadis yang bahkan lebih sadis dari binatang terkeji di dunia ini rela dilakukan, dengan menggunakan topeng agama. Agama mana yang mengajarkan orang untuk melakukan kekejian? Aku yakin agama di seluruh dunia ini bahkan Agama Samawi sekalipun mengajarkan harmoni dan kedamaian. Bukan kekerasan dan jeritan orang-orang tidak berdosa. Jika memang ada kutukan dari Tuhan, biarlah itu berlaku bagi orang-orang yang tidak punya hati seperti kalian. ... semoga Tuhan segera memberikan peringatan dan penyadaran kepada kalian.

Berikut ada sebuah catatan menarik yang saya salin lengkap dari sebuah milis :

Namaku Muslihah Razak, lahir dari keluarga kyai di sebuah desa yang di Kabupaten Cirebon . Dari kecil aku sudah bersekolah di sekolah agama. Pada sore harinya, aku juga ikut belajar kitab dan tata bahasa Arab, juga sekolah malam hari yang khusus mengkaji kitab-kitab kuning.

Selesai Tsanawiyah aku langsung memasuki pesantren selama 4 tahun, dan kemudian melanjutkan ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang kini sudah berganti nama menjadi UIN, dengan mengambil Fakultas Syariah.

Aku bangga dengan keislamanku, dengan panutan suri tauladan Nabi Muhammad. Beliau adalah seorang revolusioner, seorang yang lembut dan penuh kasih. Ajarannya begitu luhur, mampu merangkul dan melindungi semua kelompok apapun agamanya.

Bagiku Muhammad bukan hanya sebuah nama atau pribadi tapi dia adalah akidah yang hidup. Raganya sudah meninggalkan kita tapi ajarannya akan hidup sepanjang jaman. Muhammad adalah kita semua, cerminan sikap yang lembut dan penuh kasih, anti kekerasan, pemaaf dan cinta damai.

Aku bangga dengan keislamanku sampai ada peristiwa yang begitu menamparku dan membuatku merasa sangat terhina dan malu. Pada peringatan 63 tahun Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2008 di Lapangan Monas yang lalu, sekelompok orang dengan memakai kaos FPI berbendera hijau bertuliskan La Ilaha Ilallah, menyerang kami sambil mengumandangkan Allahu Akbar.

Tatapan mereka sangat beringas. Teriakan ibu-ibu, suara tangisan anak kecil, jeritan perempuan-perempuan tidak membuat hati mereka luluh.

Tidak ada satupun dari kami yang melakukan perlawanan. Kami hanya menghindar sampai terpojok didepan tugu yang di kanan kirinya ada pembatas. Kami masih tetap diburu walaupun sudah terpojok.

Dari atas tugu mereka bahkan melempari kami dengan batu-batu besar yang pasti sudah dipersiapkan sebelumnya, karena batu sebesar itu tidak ada di taman Monas.

Mereka memakai pentungan dan bambu berpaku untuk memukul teman-teman yang tidak bisa menaiki tembok pembatas taman. Teman-teman yang sudah jatuh tersungkur pun, masih ditendang dan diinjak-injak.

Mereka menyerang siapa saja, tidak peduli orang Kristen, Hindu, Budha, Konghucu. Ibu-ibu yang memakai pakaian muslim pun mereka pukuli. Aku bahkan melihat ada anak kecil yang kepalanya dibenturkan ke tembok.

Teman-teman kami banyak yang terluka. Tidak sedikit yang harus di rawat di rumah sakit, karena gegar otak, kepalanya bocor, atau memar. Luka fisik dapat kami obati, tapi luka batin begitu dalam.

Secara pribadi sebagai muslimah aku begitu shock melihat bangsaku begitu beringas. Saat ini aku masih trauma mendengar kalimat Allahu Akbar, tulisan syahadat, dan semua panji-panji Islam. Semua nilai-nilai Islam yang kuyakini dari kecil seperti hancur berantakan.

Aku marah dan tidak rela FPI mewakili Islam. Islam yang mereka bawa sama sekali tidak mencerminkan Islam yang lembut yang aku kenal. Islam tidak perlu pembela seperti mereka yang tidak punya hati, mereka yang tidak mampu mendengar jeritan dan tangisan saudara sebangsanya sendiri.

Kata "maaf" terbersit dalam hatiku karena saat mereka meneriakkan yel-yel Islam, aku sempat menjawab dalam hati, kalau kalian Islam biarkan aku menjadi kafir karena aku tidak mau menjadi bagian dari kalian.

Aku yakin lebih bangak muslim yang waras daripada mereka yang tidak waras. Namun suara mereka terlalu keras karena hanya itu yang mereka punya untuk menutupi kekerdilan hati mereka.

Karena itu, mari teman-temanku kita saling bergandengan tangan. Mari kita membuat Nabi Muhammad terlahir setiap hari dengan perbuatan kita yang mencerminkan ahlak beliau yang penuh kasih.

Kami yakin darah dan air mata teman-teman tidak sia-sia karena begitu banyak mata melihat kebrutalan FPI. Tidak ada satupun ummat islam yang mau kalian wakili, kecuali orang-orang yang hatinya keras seperti batu.

Aku mencintai kalian semua teman-temanku di FPI. Aku yakin kalian hanya kurang memahami. Tidak usahlah berbicara tentang agama yang jelas-jelas melarang kekerasan. Tapi bicara dengan kemanusiaan pasti kalian masih terketuk hatinya untuk tidak lagi menyakiti dan melakukan tindakan anarkis.

Aku akan bergabung dengan kalian mencintai Nabi Muhammad sebagai uswatun hasanah. Dan seperti Nabi Muhammad, mari kita menciptakan perdamaian di manapun kaki kita berpijak





http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/03/1/115196/289-aktor-insiden-monas-dilaporkan-fpi-ke-polda
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/03/1/115193
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/03/1/115183
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/03/1/115179
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/03/1/115166
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/03/1/115162
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/03/1/115144
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/03/1/115185/anggota-akkbb-sungkem-ke-habib-rizieq
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/03/1/115157
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/06/080601_jakartaclash.shtml
http://www.inilah.com/berita/2008/06/03/31505/habib-rizieq-akan-temui-tokoh-banser-nu/
http://www.inilah.com/berita/2008/06/03/31486/garda-bangsa-siap-bubarkan-fpi/
http://www.inilah.com/berita/2008/06/03/31489/rizieq-tertekan-fpi-jember-bubar/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment