Selasa, 03 Juni 2008

Berdandan agar Lebih Seksi

Berdandan agar Lebih Seksi
Sunday, 01 June 2008
MENARIK perhatian para calon investor tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.Namun,era desentralisasi menuntut semua daerah di Indonesia untuk berlomba mempersoleki diri memikat para calon investor.

Siapkah daerah berlomba menjadi wilayah paling ”seksi” untuk investasi? Forum Investasi Daerah Indonesia 2008 (Indonesian Regional Investment Forum/IRIF 2008) yang digalang oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan salah satu upaya mendorong semangat daerah untuk menarik minat investor.Tak urung acara yang menghadirkan sekitar 500 investor lokal maupun asing dari 20 negara pada awal pekan lalu itu pun menganugerahi penghargaan kepada pemerintah daerah (pemda) yang dianggap memiliki kebijakan proinvestasi.

Beberapa daerah yang meraih penghargaan Regional Trade,Tourism and Invesment (RTTI) Award itu adalah Provinsi Gorontalo pada urutan pertama untuk tingkat provinsi.Posisi dua ditempati Provinsi Sulawesi Utara dan Daerah Istimewa Yogyakarta.Sementara di urutan ketiga ada Provinsi Riau dan Kalimantan Tengah.Pada tingkat kabupaten, di antaranya Lamongan (I),Sragen dan Kolaka (II), Bengkulu Utara dan Lebak (III).

Sementara tingkat kota,di antaranya Kota Sawah Lunto (I),Banjar (II),dan Bogor (III). ”Jadi,kita menilai daerah proinvestasi berdasarkan misi,visi,dan kebijakan yang sudah dibuat,”kata Ketua Komite IRIF Irman Gusman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD kepada SINDO. Provinsi Gorontalo yang dipimpin Fadel Muhammad itu memang layak dianggap sebagai ”terseksi”.Sebab,selain kebijakan retribusi 0%,Gorontalo juga fokus pada komoditas tertentu untuk dikembangkan,yakni bidang agrobisnis.

Sebagai salah satu provinsi termuda,Gorontalo telah memproklamirkan diri sebagai Provinsi Agropolitan sejak 2002. Selain itu,Fadel ingin menyulap Gorontalo sebagai daerah pusat inovasi di Indonesia.Sebuah langkah pencitraan yang patut diperhitungkan.Buktinya,provinsi yang terbentuk sejak 2000 itu kini telah meraup investasi sebesar Rp3,9 triliun.Citra Gorontalo tidak sebatas itu saja.Januari 2007,Gorontalo meraih predikat sebagai pemda paling bersih versi Badan Pemeriksa Keuangan.

Kemudian,sederet penghargaan lain juga semakin melengkapi provinsi hasil pemekaran Sulawesi Utara itu. ”Kami akan berupaya untuk meningkatkan potensi Gorontalo sehingga pada 2009 bisa lebih terkenal.Saat ini prioritas fokus kami pada komoditas jagung,selain itu perikanan juga sedang kami kembangkan,”kata Fadel kepada SINDO. Bak kontes kecantikan,RTTI Award bisa menjadi salah satu indikator penting bagi pemda untuk meraih predikat sebagai daerah ramah investasi.

Meskipun bukan sebagai jaminan akan langsung terjadi transaksi,itu menjadi mediasi awal.Terlebih,guna menumbuhkan kesadaran pemda bahwa tidak ada rezeki yang begitu saja jatuh dari langit,kecuali diupayakan.Maka,pembenahan dan inovasi yang proinvestasi mutlak diperlukan apabila ingin wilayahnya menjadi primadona para calon investor.

”Kita akan terus memonitor kelanjutan dari ini semua. Kami sepakati akan ada 60 kali pertemuan yang dilakukan investor,”papar Irman. DPD bukan satu-satunya lembaga yang melakukan penilaian terhadap daerah paling ”seksi”untuk berinvestasi. Sebelumnya,dari sektor bisnis,Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pun melakukan pemeringkatan.

Direktur Eksekutif KPPOD,Agung Pambudi,menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeringkatan daerah untuk daya tarik investasi sejak 2001.Tercatat sudah sekitar 234 kabupaten dan kota dilakukan pemeringkatan.”Ini untuk merangsang agar daerah mau berlomba-lomba berinovasi mengundang investor untuk datang,”katanya. Di tengah gejolak ekonomi global saat ini,harus diakui bahwa menarik investasi masuk ke daerah akan semakin menemui banyak tantangan.Artinya,makin tidak mudah saja mengundang dan memikat para investor untuk menanamkan modalnya.

Meski demikian,gejolak ekonomi global bukanlah kartu mati bagi daerah untuk bisa mengundang minat calon investor.Gorontalo adalah salah satu contoh sebagai daerah ”terseksi”untuk berinvestasi.Artinya,jika Gorontalo bisa,daerah lain pun pasti bisa melakukan hal serupa.Mempermudah aturan investasi,pajak,serta pemberantasan pungli menjadi kunci penting agar bisa membuat para calon investor terpesona. (a malik/faizin a/islahuddin)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/periskop/berdandan-agar-lebih-seksi-2.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment