
MENGGEMUKKAN SI NILA GESIT
Rabu, 03/10/2007
Ikan nila (oreochromis niloticus) merupakan spesies penting dalam perikanan budi daya saat ini yang telah berkembang pesat.Selain sudah memasyarakat, budidaya ikan nila relatif mudah
JAKARTA(SINDO) –Salah satu jenis yang sukses dikembangkan dalam berbagai prototipe adalah ikan nila Genetically Supermale Indonesian Tilapia (Gesit) karena lebih cocok kembangkan di seluruh wilayah Indonesia. Ikan nila Gesit merupakan nila jantan super- YY yang secara resmi diluncurkan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) pada 15 Desember 2006 di Wanayasa,Kab Purwakarta.
Ikan nila gesit yang dikembangkan, yakni jenis jantan karena lebih menguntungkan secara ekonomis. Pertumbuhan ikan nila jantan 1,5 kali lebih cepat daripada yang betina. Ikan nila merupakan salah satu komoditas andalan, khususnya dalam bentuk olahan, berupa filletsegar,filletbeku,ataupun surimi yang memiliki potensi yang cukup besar di pasar internasional, terutama Amerika Serikat (AS) dan Jepang.
Maka itu,hingga akhir 2007, melalui Suku Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah, ikan nila akan dikembangkan ke seluruh provinsi di Indonesia. ’’Saat ini, ribuan benih akan disebarkan ke seluruh provinsi di Indonesia. Diharapkan,dalam waktu 3–4 bulan, kami sudah bisa panen. Kami hanya menyediakan benih jantan,betinanya boleh dari mana saja,”papar peneliti Ikan Nila dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Ratu Siti Aliah kepada SINDO.
Proses budi daya alami, ujar Ratu, menghasilkan ikan jantan dan betina dengan rasio 60% dan 40%. Dengan demikian, usaha budi daya ikan nila diarahkan pada produksi ikan berkelamin jantan (monoseks). Selain itu,membudidayakan nila ini dapat menurunkan biaya budi daya sekitar 20%– 25% untuk mencapai ukuran besar 600 gram, sesuai permintaan pasar ekspor.
’’Ikan nila ini merupakan inovasi teknologi perbaikan genetik untuk menghasilkan keturunan ikan nila yang berkelamin jantan. Program itu menggabungkan teknik feminisasi dan uji progeni untuk nila jantan yang memiliki kromosom YY (YY genotypes),”paparnya.
Ratu menjelaskan, perbaikan genetik ini dengan cara mengawinkan ikan nila jantan Gesit dengan kromosom YY dengan ikan nila betina normal berkromosom XX. Dari perkawinan itu akan menghasilkan keturunan ikan nila berkelamin jantan XY (genetically male tilapia). Secara scientific (academic excellence), ikan nila Gesit berkromosom YY memiliki keunggulan, yakni 98%-100% turunannya berkelamin jantan. Secara ekonomis, ikan nila jenis ini memiliki pertumbuhan yang cepat, yakni sekitar 5–6 bulan untuk mencapai berat 600 gram.
Hasil riset memperlihatkan bahwa ikan nila berkelamin jantan tumbuh lebih cepat dibanding betinanya. ’’Kami berharap hasil riset ini bisa menggairahkan usaha budi daya ikan nila di Tanah Air. Saat ini, ikan nila Gesit telah diproduksi di Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar Sukabumi, selanjutnya dapat dikembangkan oleh pihak pemerintah dan swasta,” ungkapnya.
Keberhasilan penelitian terhadap ikan ini selama lima tahun, sejak 2001–2006 tahun lalu, telah memberikan harapan bahwa ikan ini bisa dibudidayakan oleh masyarakat petani tambak. Lagi pula, berdasarkan data DKP, pada 2004 total ekspor ikan nila beku Indonesia ke AS baru mampu memenuhi 4,80% atau sekitar 3.858 ton. Kalah dengan China yang mampu mengekspor sebanyak 51.206 ton atau 63,54% kebutuhan ikan nila negeri Paman Sam.
Berdasarkan data dari Dewan Ketahanan Pangan, konsumsi protein masyarakat 48,67 gram per kapita per hari pada 1999 meningkat menjadi 55,27 gram per kapita per hari pada 2005.Konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani terus meningkat. Hal itu disebabkan’’ kualitas protein” yang bersumber dari ikan lebih baik dibandingkan hewan ternak.
Dengan demikian, potensi pasar ikan nila memang tidak hanya untuk pasar ekspor,juga dalam negeri. Ke depan, ujar Ratu, penelitian akan dikembangkan guna menemukan ikan nila yang cocok untuk dibudidayakan di tambak dengan kadar garam pada airnya lebih tinggi.
’’Rencana kami akan tetap mengembangkan penelitian ikan nila ini untuk menemukan strain yang cocok di tambak. Sebab, selain kami, Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Barat juga telah mengembangkan nila nirwana,” tandasnya. (abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/menggemukkan-si-nila-gesit.html
kunjung balik dong
BalasHapus