HELIKOPTER KAMOV 32A Capung Besi Serba Guna
Rabu, 26/09/2007
Sosok helikopter ini cukup unik. Bukan hanya bodinya yang terlihat agak gendut dan bulat,tapi memiliki dua baling-baling berlawanan arah di satu rotor atau dikenal dengan sistem co-axial rotor.
JAKARTA(SINDO) –Itulah helikopter Kamov 32A (KA 32A),capung besi serbaguna buatan Kamov Design Bureau, Rusia. Meskipun awalnya ditujukan untuk menjalankan fungsi militer, yaitu mendeteksi kapal selam, helikopter turunan Kamov 27 ini dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran, search and rescue (SAR),dan pesawat angkut.
Karena kemampuannya inilah, Departemen Kehutanan Republik Indonesia menyewanya sebagai heli pengangkut air guna memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan dan sekitarnya.Selain itu, heli yang mampu mengangkut air 5000 liter ini juga digunakan sebagai heli pengawas hutan untuk mengawasi aksi pembalakan liar di perbatasan.
“Jika pada 2006 lalu,menyewa pesawat jenis Beriev-200 dari Rusia, kali ini Dephut menyewa 2 unit helikopter KA 32A yang multifungsi dan ready stok dari LG Korea. Heli ini untuk membantu masalah bencana asap yang menyelimuti hutan Kalimantan dan lainnya,” kata Menteri Kehutanan Malam Sabat Kaban.
Menurut Kaban, Dephut akan memanfaatkan “si capung besi”ini guna melakukan monitoring dan pemadaman di wilayah kebakaran hutan. Bahkan, meski baru tiba di Tanah Air,Sabtu (24/9) pekan lalu, dan secara resmi baru diserahterimakan Senin (26/9), heli produksi tahun 1996 ini langsung mendapatkan tugas untuk memadamkan api di Kalimantan Barat dan Tengah.
Rencananya, RI akan menyewa 4 heli dengan kapasitas 16 orang. Namun, untuk sementara dua heli dulu yang disewa.Meski demikian, target pemadaman tak dikurangi, meliputi wilayah Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Sumatra Utara, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Dipilihnya Kamov 32 A karena dinilai paling pas untuk mengatasi kebakaran saat ini.
Dengan teknologi baling-baling ganda, heli ini mampu terbang dengan kecepatan maksimum 260 km per jam dan kecepatan jelajah 240 km per jam. Bukan itu saja,heli ini sangat stabil sehingga mampu memadamkan kebakaran dengan terbang diam tepat di atas titik api.
“Di bawahnya ada katup yang bisa digunakan untuk menyiramkan air di titik api.Ini bisa bertahap nyemprotnya, semenit 3000 liter kemampuannya. Namun, harus mempertimbangkan kondisi angin dan untuk kebakaran hutan yang masif jangan terbang lebih dari setengah jam karena kapasitas tangki bahan bakarnya terbatas,” jelas Technical Advisor PT Warga Kusuma Jaya (Perwakilan LG di Indonesia), Bambang.
Dengan kapasitas tangki BBM 3 ton dan kebutuhan rata-rata 900 liter perjam, heli ini mampu bekerja lebih dari 4 jam, sekali pengisian BBM. Karena sistem operasional sudah dibuat sedemikian rupa,heli ini bisa hanya dioperasikan seorang pilot. Indonesia menyewa dua jenis dari heli ini, yakni heli dengan bambi buket yang mengangkut 5000 liter dan jenis satunya lagi daya tampung airnya 3000 liter air.
Tentu ini menjadi alternatif pilihan tersendiri, pasalnya,pesawat jenis Beriev- 200 yang tahun lalu digunakan sebagai pemadam kebakaran hanya berkapasitas 2 ton. “Heli ini cukup efektif memadamkan api,namun presentasinya sendiri saya kurang tahu.Tapi yang jelas pesawat ini sudah dipakai lebih dari 30 unit untuk Departemen Kehutanan Korea. Bahkan, mereka sudah tidak lagi sewa melainkan sudah memilikinya sendiri,” ujarnya.
Direktur Produksi PT National Utility Helicopter, Ridwan Z pun sepakat.Kemampuan heli ini lebih unggul dibandingkan pesawat pemadam kebakaran lainnya. Selain bisa dengan stabil mencapai titiktitik api,penyiraman air bisa spray atau sekaligus dengan menggunakan bambi bucket.
“Sebuah mobil pemadam kebakaran berkapasitas 3.000 atau 5.000 nyemprotnya berjam-jam. Sekarang 5.000 liter air disemprotkan pada waktu sekaligus jadi titik apinya menjadi benar-benar basah,” paparnya.
Menurut Ridwan, rencananya dalam operasinya menjalankan tugas, heli ini akan mengambil pasokan air dari sungai-sungai yang terdekat dengan lokasi kebakaran hutan. Isi ulang air, heli ini menuju sumber air tinggal mengisi buckter dengan air hingga penuh. Heli tetap terbang dengan tenang,saat pipa snorkle yang bekerja menyedot air hingga tangki penuh.
Menurut dia, heli ini memang tahan banting. Kedua baling-baling memberikan efek lift (mengangkat), sehingga dia lebih mampu mengangkat ketimbang heli biasa. Pada heli konvensional sebagian power dibagi untuk memutar baling ekor belakang. “Sehari mereka bisa terbang 5 jam, itu bisa men-deliver sekitar 60–70 bucket air. Karena ngangkatnya itu air dari lokasi yang terdekat, jadi helikopternya dibawa dilihat kebakaran di sana airnya terdekat di sini baru dibuat staging area,”paparnya.
Versi lainnya dari heli ini, di Rusia digunakan sebagai heli antikapal selam,yakni untuk patroli permukaan laut yang dilengkapi dengan radar untuk sea searching. Dalam keadaan perang, heli ini digunakan untuk menemukan kapal-kapal lain yang lokasinya dekat dengan armadanya.Sebagai heli tempur, katup tempat air tinggal di-setting ulang dan diganti dengan rudal dan torpedo, atau dengan menempelkan sensor magnetis.
Menurut Bambang, heli ini juga mampu menembus cuaca buruk. Dengan blue cockpitdan night vision goggle compatibility, heli ini bisa beroperasi meski cuaca berkabut atau pada malam hari. Peralatan spesial lain, lanti dan kursi pilot antipeluru, search light, fasilitas pendaratan untuk lima pasukan secara bersamaan, loud speaker, wincing operation, dan self re-sealing fuel tanks.
“Keunggulan heli ini sangat resisten terhadap perubahan angin, saat bermanuver atau operasi pertolongan di laut yang anginnya kencang, dia lebih tahan terhadap perubahan cuaca, dibanding helikopter lainnya.Kenapa saat ini diambilkan heli dari LG Korea, karena yang di Rusia masih sibuk untuk menangani kebakaran di Eropa dan Yunani yang belum beres. Dan pemerintah Rusia memang stok hanya untuk kebutuhan dalam negeri, seperti kebakaran hutan atau bencana alam,”paparnya. (abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/helikopter-kamov-32a-capung-besi-serba-guna-3.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment