Sunday, 08 February 2009
Pasar automotif Indonesia dikenal sangat unik.Angka pertumbuhan dan penurunannya sangat fluktuatif sehingga sulit untuk memprediksi tren.
Industri mobil di dalam negeri boleh bangga dengan prestasi angka penjualan pada 2008 yang mencatat angka tertinggi dalam sejarah industri automotif nasional, yakni mencapai 607.151 unit. Jumlahitunaik40% daritahun2007 yang hanya 434.473 unit. Namun, kegembiraan ini tidak berlangsung lama. Hantaman krisis global saat ini,juga memberikan dampak pada kinerja industri tersebut.
Tak pelak, target penjualan pada 2009 yang sebelumnya diprediksi naik, dikoreksi menurun.Menurut Brand & Communication Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI) AstridAriani Wijana,fluktuasi pasar automotif Indonesia bukan hanya disebabkan dampak krisis global,tetapi juga karena sudah menjadi karakter pasar di dalam negeri.
”Pasar automotif Indonesia paling unik.Di Indonesia nggakpernah naik terus, bisa.Pasti ada saja turunnya,”ujarnya. Grafik total angka penjualan mobil Indonesia pun demikian. Sebelum era 2000-an,industri mobil Indonesia bisa mencatat angka penjualan mencapai angka 400.000 unit.Namun, tahun berikutnya turun drastis hingga menjadi 300.000 unit.
Setahun kemudian diperlukan kerja keras untuk mencatat kembali angka penjualan 400.000 unit. Naik perlahan, hingga pada penutupan 2008 kemarin,industri mobil di Indonesia mencatat angka 607.151 unit. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi angka penjualan 2009 tidak akan lebih dari 350.000– 450.000 unit atau menurun sekitar 25–30% dibanding tahun sebelumnya.
Meskipun Gaikindo belum merilis hasil penjualan industri mobil per Januari 2009,banyak kalangan memprediksi angka penjualan tidak akan lebih dari 32.000 unit. ”Jadi kalau misalnya dikomparasikan dengan bulan yang sama tahun lalu sekitar 41.000, penurunannya sekitar 25%.
Rasanya kalau setiap bulan berkutat di 32.000 unit,maka industri automotif akan mencapai 400.000 unit pada akhir tahun 2009.Kemudian, pada 2010 kita akan berjuang kembali ke angka 500.000 unit,”paparnya. Meskipun karakter pasar Indonesia sangat fluktuatif, tetap menjadi incaran para produsen automotif.
Buktinya, Mazda justru semakin melebarkan sayapnya dengan merencanakan membuka 25–30 dealer lagi untuk 2009 ini.Astrid mengaku volume penjualan mobil Mazda di Indonesia pada 2008 mencatat angka 2.241 unit, melebihi penjualan di Thailand. Notabene perusahaan perakitan Mazda di Asia Tenggara di pusatkan di negeri Gajah Putih itu.
Tidak hanya itu,angka pertumbuhannya pun merupakan yang tertinggi untuk penjualan mobil Mazda secara global.Dibanding pasar China dan India, Indonesia masih kalah bersaing. ”Volume penjualan paling dekat dengan kita adalah Filipina dan Malaysia,”ujarnya. Kenyataannya, secara global ada pengurangan produksi untuk kinerja selama 2009.
Menurut Astrid, pengurangan produksi biasanya dilihat dengan pola bulanan. Jika sudah ditetapkan pengurangan produksi untuk bulan Januari– Maret 2009, hasil penjualannya akan dievaluasi.Ini demi menentukan apakah akan dilakukan pengurangan produksi lagi pada bulan berikutnya,tetap,ataukah produksi kembali normal.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia,Mazda belum berniat membuka perusahaan manufaktur atau perakitan. Secara pemetaan, justru kontribusi terbesar yakni 60% dari hasil penjualan varian BT50 di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Desain mobil dengan kabin ganda ini sangat diminati karena sangat cocok untuk membantu operasional industri pertambangan dan perkebunan.
Dalam situasi krisis seperti ini, mobil passangerdiprediksi lebih digemari ketimbang jenis komersial. Keunikan yang terjadi di pasar industri mobil juga terjadi di industri kendaraan bermotor roda dua. Untuk industri kendaraan bermotor roda dua, banyak pihak yang memprediksi lebih tahan banting menghadapi hantaman krisis.
Paling kentara adalah ketika terjadi krisis ekonomi pada 1998. Meski pasar industri mobil mengalami keterpurukan akibat krisis moneter, pasar sepeda motor tetap membukukan pertumbuhan sekitar 14% dari tahun sebelumnya.Angka pertumbuhannya mencapai 20% per tahun pada 2005, yang mencatat angka penjualan sekitar 5 juta unit.
Kemudian, angka penjualan motor pada 2007 mencapai angka 4,7 juta unit,tumbuh 6% dibanding 2006. Lalu, untuk tahun 2008, angka penjualan sekitar 6 juta unit.Karena itu,wajar jika banyak kalangan berasumsi, bahwa di 2009 ini angka penjualan motor tidak akan banyak terpengaruh oleh dampak krisis global.
Meskipun pasar industri automotif dalam negeri diprediksi akan mengalami kelesuan, Gaikindo masih berharap dengan pasar ekspor. Gaikindo melansir pada Kamis (5/2),angka ekspor automotif Indonesia bisa melampaui angka 60.000 unit.Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo menyatakan cukup optimistis dengan pencapaian angka penjualan ini.
Meskipun secara volume target ini menurun dibanding ekspor pada 2008 yang mencatat sekitar 100.000 unit. Ekspor automotif Indonesia dengan tujuan negara-negara Mediterania adalah alasan keoptimisan ini.Sebab,dampak krisis global paling parah dialami Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Jepang.
Gaikindo memprediksi penjualan di negaranegara Mediterania masih akan tetap bagus di 2009 ini.Di sisi lain,pemerintah berjanji akan melakukan ekspansi pasar automotif yang selama ini belum tergarap. Di antaranya Australia, Afrika Selatan, Selandia Baru hingga Amerika Latin.Sementara itu,kondisi dunia automotifTanah Air diperkirakan cepat membaik seiring tren pergerakan ekonomi yang positif setelah Bank Indonesia untuk ketiga kalinya menurunkan suku bunga acuannya.
Sebagai catatan, berdasarkan data Asosiasi Delaer Mobil pada 2008, lima besar merek mobil dengan penjualan terbesar dipegang Toyota yang berhasil menjual 211.911 unit, naik 41% dibanding tahun sebelumnya yang hanya 150.631.
Disusul Mitsubishi menjual 87.524 unit,naik 42% dari 2007 yang hanya 61.548 unit; Daihatsu menjual 78.020 unit, naik 50% dibanding tahun sebelumnya yang hanya 51.957; dan Suzuki menjual 73.066 unit, naik 26% dari 2007 sebesar 58.095 unit. Kemudian, Honda berhasil menjual 52.500 unit, naik 31% dibanding 2007 yang hanya 40.000 unit. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/211900/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment