Minggu, 08 Juni 2008

Tidak Selalu Sukses

Tidak Selalu Sukses
Saturday, 07 June 2008
TIDAK ada gading yang tak retak.Ungkapan ini bisa dialamatkan kepada motivator.Sebab,sosok motivator bukanlah dewa yang mampu mewujudkan semua keinginan perusahaan yang menggunakan jasanya sehingga tidak mungkin semua target pelanggan tercapai dalam sekejap tanpa kerja keras.
Ada banyak kisah sukses yang dialami orang-orang yang telah mengikuti seminar atau pelatihan (training) motivasi. Tung Desem Waringin (TDW) misalnya,bahkan,menerima tidak hanya puluhan,tetapi mungkin ratusan testimoni yang isinya mengucapkan terima kasih karena telah berhasil mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Mulai seorang pengusaha yang bisa meningkatkan target pemasarannya hingga ribuan persen atau mahasiswa yang berhasil mendapatkan nilai cumlaude.
Bahkan seorang wanita berhasil menurunkan berat badannya setelah mengikuti seminar TDW.Hingga saat ini sudah ratusan ribu orang yang telah bergabung dalam seminar TDW. Begitu juga dengan Mario Teguh,salah satu motivator ternama di Indonesia.Sudah ratusan ribu orang yang sudah mengikuti seminarnya.Testimoni demi testimoni ucapan terima kasih dari masyarakat berdatangan.
Apalagi setelah dia menayangkan programnya di salah satu stasiun TV yang bisa ditonton gratis oleh masyarakat.Mario Teguh pun bekerja sama dengan beberapa stasiun radio untuk menjalankan misinya melayani masyarakat tanpa dipungut biaya. Sebab jika harus mengikuti seminar atau training yang menghadirkannya sebagai pembicara,harganya lumayan mahal dan sulit terjangkau oleh masyarakat bawah.
Pelayanan kepada masyarakat bawah tanpa biaya ini juga dilakukan oleh TDW dengan menyebarkan 1.200 tiket gratis dari pesawat.Meskipun caranya terkesan agak aneh, hal itu dilakukan TDW agar tidak hanya kalangan eksekutif yang bisa mengikuti seminarnya,tetapi juga masyarakat bawah yang notabene lebih perlu mendapatkan motivasi agar bisa mengubah hidupnya.
Namun tidak semua motivator menorehkan kisah manis.Ada juga motivator-motivator yang kurang berhasil dalam menjalankan misinya sehingga akhirnya jasanya tidak digunakan oleh masyarakat. Apa lagi jika dia adalah seorang motivator pendatang baru dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang minim.Mario Teguh menjelaskan bahwa kegagalan tersebut karena tidak hanya dibutuhkan seorang yang pandai berteori saja,tetapi juga diperlukan kemampuan dalam memecahkan masalah yang sudah terasah lewat pengalaman.
”Sebab,tidak jarang ada motivator memberikan nasihat tentang sesuatu yang belum pernah dialaminya kepada orang lain,tetapi tidak lama kemudian peristiwa itu akan menimpanya sendiri,”katanya kepada SINDO. Bagaimanapun,seleksi alam yang akan menentukan.Sebab kegagalan seorang motivator ternyata tidak cukup hanya diukur dari keberhasilannya membangun citra,melainkan juga dari fakta atas aplikasi nasihat yang dia berikan.
Tidak jarang pula ada keluhan tidak banyak perbedaan kemajuan dari perusahaan yang menggunakan jasa motivator.Rhenald Kasali termasuk orang yang secara santer mengungkapkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan jasa motivator.”Banyak motivator yang memberikan target angka besar-besaran.Seolah-olah semua mudah saja dicapai. Padahal nggakselalu seperti itu,”katanya.
Menurut Rhenald,motivator akan membantu memulihkan motivasi individu dalam bekerja.Namun secara fakta empiris,peningkatan penjualan (sales) tidaklah berkorelasi secara langsung.Kecuali untuk perusahaan multilevel marketingyang sistem marketing-nya dilakukan secara perseorangan.Untuk perusahaan konvensional,sistem pemasarannya dilakukan secara struktural dan sistemik sehingga membutuhkan skenario A dan B.
”Sebab motivasi itu memacu diri,bukan meningkatkan pemasaran, dan marketingadalah sebuah sistem, ”katanya. Rhenald juga mengkritik ajakan-ajakan yang bersifat provokatif yang menyatakan kekayaan bisa dicapai dalam sekejap.Selain membodohi masyarakat,hal itu juga mengajari masyarakat untuk memiliki budaya materialisme.
Sebab tidak ada kesuksesan yang bisa didapat dalam waktu sekejap tanpa kerja keras,ketekunan,serta semangat tinggi untuk tetap berkomitmen mencapai target hidupnya. ”Masyarakat haruslah berpikir kritis,jangan asal menelan mentah-mentah segala sesuatu,”tandasnya. (abdul malik/islahuddin/faizin aslam)