berikut hasil wawancara saya dengan Hermawan Kartajaya via email yang dimuat di Koran Sindo
Harus Berani Mengambil Keputusan!
Saturday, 07 June 2008
SIAPA yang tak kenal Hermawan Kartajaya? Pria bertubuh ramping berkacamata kelahiran Surabaya,Jawa Timur,18 November 1947 ini dikenal sebagai ikon pemasaran (marketing) terkemuka di Indonesia dan dunia.
Menurut Hermawan, Presiden World Marketing Association, fenomena hengkangnya sejumlah top manajer dari posisi strategis di sebuah perusahaan besar untuk kemudian menjadi entrepreneurumumnya didorong motif untuk memberikan kontribusi sebagai bentuk dari ekspresi diri.Hal itu pula yang mendorongnya mendirikan MarkPlus&Inc, perusahaan konsultan marketing pada 1989.
”Saya berani mengambil keputusan dengan meninggalkan posisi sebagai direksi di sebuah perusahaan besar nasional untuk kemudian mendirikan Mark- Plus&Inc,”katanya kepada SINDO. Menurut dia,fenomena hengkangnya top manajer dari sebuah perusahaan akan makin marak di masa datang. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu.Berikut petikan wawancaranya.
Bagaimana Anda memandang fenomena para top manajer yang hengkang dari posisi strategis di sebuah perusahaan untuk membuat usaha baru (sebagai enterpreneur) atau menjadi motivator?
Fenomena beralihnya para top manajer menjadi seorang entrepreneursudah banyak terjadi, baik di dalam maupun luar negeri.Beberapa tahun ke depan, hal ini akan terus berkembang. Terjadinya fenomena ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi di era globalisasi.Informasi mengenai peluang-peluang usaha pun semakin mudah diperoleh.
Maraknya pemberitaan media massa mengenai kisah sukses para entrepreneurdi dalam maupun luar negeri turut menjadi pendorong semakin banyaknya orang di Tanah Air yang memutuskan diri menjadi seorang entrepreneur.Ini menjadi suatu hal positif.
Kewirausahaan adalah elemen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara,khususnya negara berkembang seperti Indonesia. Kewirausahaan terbukti menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja,dan kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang.
Motif apa yang membuat mereka keluar dari pekerjaan. Apakah terkait persoalan ketidakpuasan?
Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi tersebut.Faktor kepuasan bekerja salah satunya. Pekerjaan lama dianggap tidak lagi mengakomodasi kebutuhan.Ada tiga fase yang membagi kebutuhan manusia dalam bekerja,yaitu idealisme (idealism),prestasi (achievement),dan ekspresi diri (self-expression). Fase self-expressionumumnya dilakukan para top manajer dan eksekutif level atas.
Orang yang berada pada fase ini memiliki kebutuhan untuk lebih mengekspresikan dirinya.Mereka sudah mulai ingin memberikan kontribusinya kepada masyarakat luas. Banyak dari para top manajer yang keluar dari pekerjaan yang lama terutama didorong oleh motivasi untuk dapat lebih memberikan kontribusinya kepada masyarakat sebagai bentuk dari self-expression.Saya berani mengambil keputusan meninggalkan posisi sebagai direksi di sebuah perusahaan besar nasional untuk kemudian mendirikan MarkPlus&Inc pada 1989.
Apa yang harus mereka lakukan untuk mengupayakan pasar bagi usaha baru?
Mereka harus menyadari bahwa menjadi seorang entrepreneursangatlah berbeda dengan menjadi seorang profesional sekalipun bidang usaha yang dipilihnya masih sama dengan pekerjaan sebelumnya.
Ada tiga hal yang harus dipersiapkan sebelum memutuskan menjadi seorang entrepreneur, yaitu ilmu pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill),dan sikap (attitude).Mereka harus memiliki knowldege of business yang baik,modal,dan jaringan yang kuat untuk dapat sukses dalam bidang usaha yang dipilihnya.
Mereka juga harus memahami dan menguasai dengan baik keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.Selain itu,mereka juga harus mengembangkan sifatsifat dalam diri seorang entrepreneurseperti mampu melihat dan menciptakan peluangpeluang baru,berani mengambil risiko,dan selalu memiliki motivasi yang kuat untuk terus berusaha.
Apakah pengalaman selama menjadi top manajer itu berpengaruh pada usaha mereka yang baru?
Pengalaman dan jaringan dari pekerjaan yang lama sangat berharga dan dapat berkontribusi pula terhadap usaha mereka yang baru.Tinggal bagaimana para entrepreneurini dapat memanfaatkan dan mengelola dengan baik kedua hal tersebut. Bukan hanya banyaknya network,tapi juga seberapa berharga dan relevannya networkyang mereka bangun.
Ke depan,fenomena seperti ini akan semakin marak?
Ke depan akan semakin banyak orang tertarik untuk menjadi seorang entrepreneur. Saat ini saja banyak universitas dan sekolah yang sudah memberikan porsi lebih besar untuk pelajaran kewirausahaan dalam kurikulumnya.Banyak juga seminar-seminar dan buku yang mengulas entrepreneurship.
Bahkan,sekarang ini banyak pemerintah daerah yang mulai menerapkan semangat kewirausahaan di dalam manajemennya.Daerahdaerah yang menerapkan semangat kewirausahaan seperti Provinsi Gorontalo telah terbukti dapat menghasilkan performa yang mengesankan.
Lantas,bagaimana dengan potensi bocornya informasi perusahaan lama tempat top manajer bekerja?
Untuk mencegah hal tersebut, perusahaan perlu membangun sistem yang baik untuk melindungi informasi penting. Selain itu,sudah waktunya bagi perusahaan untuk mulai menjadikan culturedan values perusahaan seperti inovasi,kreativitas, kualitas sebagai keunggulan bersaingnya.
Banyak perusahaan besar yang telah menjadikan culture dan values perusahaan sebagai aset perusahaan yang sangat berharga. Aset semacam ini tidak akan dengan mudah untuk ditiru atau ”dicuri”pesaing.(*)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/periskop/harus-berani-mengambil-keputusan-2.html