| Sunday, 07 June 2009 | |
| TOYOTAdisebut-sebut sebagai pesaing kuat General Motors Corp (GM) di industri automotif dunia dalam beberapa tahun terakhir. Pasca-GM dinyatakan bangkrut,mampukah Toyota menjadi nomor satu di pasar Amerika Serikat (AS) dan dunia? Industri automotif yang berpusat di Jepang,Toyota Motor Corp,berharap mampu menggantikan posisi GM untuk menguasai penjualan di pasar AS pada 2010 mendatang.Sebagaimana dilansir Majalah Automotive News (21/5),market share yang berhasil di raih Toyota merupakan terbesar di AS sejak pabrik perakitannya dibangun pada 1957 di Negeri Paman Sam. Rekor pertama telah berhasil dilakukan Toyota dengan melampaui angka penjualan GM secara global pada 2008 lalu. Lembaga Riset IHS Global Insight Inc memproyeksikan,market shareToyota akan meningkat menjadi 17,6% di atas proyeksi terhadap GM yang hanya 17,3% pada 2010.Selama empat bulan pertama tahun 2009 ini,market shareToyota di AS menjadi 16,1% atau merosot 0,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara market shareGM di AS berada di angka 19,2% atau merosot 2,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.Dengan merosotnya market shareGM,diprediksi bakal menjadi peluang bagi Toyota untuk merebut pasar automotif di AS. IHS Global Insight memprediksi angka penjualan automotif di AS akan menurun sebesar 30% menjadi hanya 9,5 juta unit pada 2009 ini. Baru kemudian pada 2010 akan meningkat kembali menjadi 11,3 juta unit. Namun hasil survei dari Consumer Reports terbaru mengungkapkan, 78% responden yang disurvei menyatakan tidak suka membeli mobil dari sebuah perusahaan yang mengalami kebangkrutan.Hampir dua per tiga responden menyatakan sangat tidak suka melakukan pembelian dalam kondisi seperti itu.Hasil survei lainnya dari Lembaga Riset Pasar CNW menemukan fakta tentang konsumen yang sedang berencana membeli mobil baru pada masa enam bulan mendatang. Lebih dari 80% responden menyatakan akan beralih brandjika mobil yang ingin mereka beli ternyata merupakan produk dari perusahaan yang sedang bangkrut.Sementara survei ketiga dari Rasmussen menunjukkan bahwa 51% responden menyatakan tidak akan membeli mobil dari perusahaan yang sudah tercatat dalam Chapter 11. Meski hasil beberapa survei tersebut tidaklah persis sama,namun memiliki kemiripan. Bahwa GM dan Chrysler akan terancam kehilangan konsumen jika mereka menjalankan bisnisnya dalam keadaan bangkrut. Bagaimanapun Toyota telah memiliki peranan panjang dalam pasar automotif di AS dan dunia.Toyota mampu memproduksi mobil lebih baik dibanding perusahaan automotif AS.Seperti mampu menekan ongkos biaya tenaga kerja.Walaupun terjadi penurunan angka penjualan mobil secara global akibat krisis,tampaknya Toyota mampu melewati masa resesi dengan aman. Jika memiliki keberuntungan,Toyota akan mampu menjadi perusahaan mobil nomor satu di AS,serta perusahaan automotif lain tidak akan mampu merebut posisi puncak lagi. Berdasarkan laporan IHS Global Insight,Toyota berencana membangun 10 pabrik perakitan baru pada 2010.Langkah ini membuktikan,Toyota sedang berupaya mencapai ambisinya untuk menjadi terdepan di dunia dalam industri automotif.Apabila target ini berhasil dicapai,Toyota akan menjadi perusahaan dengan volume terbesar di dunia dan tidak akan tersaingi oleh perusahaan automotif lainnya. Dengan demikian target peningkatan produksi lebih dari 10 juta unit per tahun akan bisa tercapai.Menurut laporan Yomiuri Shimbun,Toyota sedang membangun pabrik baru di AS dan Guangzhou,China pada akhir 2009.Sementara di Prancis dan India pada 2010.Lalu,enam pabrik lainnya direncanakan di Kanada,Rusia, Thailand,Texas,AS,dan Tianjon,China. Memang banyak berita spekulasi yang beradar yang menyebutkan bahwa Toyota akan menjadi raksasa baru perusahaan automotif selepas GM ambruk. (abdul malik/islahuddin/faizin aslam) |
Senin, 08 Juni 2009
Ambruknya General Motor - Ketika Orang Mulai Berpaling
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment