Berharap pada Sebuah Pesta
Sunday, 20 July 2008
Sebuah proses politik umumnya berkorelasi terhadap kelangsungan hidup bidang lain. Artinya, kebijakan politik sangat berdimensi luas terhadap kehidupan berbangsa.
Itu sebabnya, Pemilu 2009 diharapkan berdampak positif terhadap perjalanan ekonomi negeri ini, khususnya investasi. Program Manager Business Environment Advisory Services International Finance Corporation (IFC) Hans C Shrader menyatakan optimismenya bahwa Pemilu 2009 tidak akan banyak memengaruhi iklim bisnis di dalam negeri.Optimisme Shrader muncul mengingat pemerintah sudah melakukan perbaikan beberapa kebijakan investasi.
Indonesia, dengan tingkat populasi tinggi dan sumber daya alam yang melimpah, sebenarnya berpotensi meraih peringkat sebagai negara favorit tujuan investasi. ”Saya optimistis pemilu akan berjalan dengan baik, maka investasi pun akan tetap jalan,” kata Shrader kepada SINDO. Jika Pemilu 2009 berhasil dilaksanakan secara demokratis dan tanpa gangguan berarti, tutur Shrader, Indonesia akan menjadi negara demokrasi terbesar di dunia dengan penduduk 230 juta.
Syaratnya,para politisi harus memiliki paradigma untuk ikut menjaga iklim investasi. Dengan perangkat hukum dan kesiapan yang ada,Shrader optimistis pemilu bisa berdampak positif terhadap iklim investasi.Karena itu, para investor semakin yakin situasi politik akan tetap stabil, apa pun kondisinya, sehingga tidak akan mengganggu bisnis mereka. Itu sebabnya, penyelenggaraan Pemilu 2009 diharapkan bisa berjalan damai.
Sebab, hal ini sangat memengaruhi posisi Indonesia di mata dunia internasional. Keyakinan Shrader sama dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lutfi. Dia optimistis Pemilu 2009 tidak akan mengganggu investasi. Hal itu lantaran saat ini sudah ada kepastian hukum dan jaminan politik dalam berinvestasi. Itu terbukti pula oleh pengalaman Pemilu 2004.Saat itu tidak ada penurunan investasi menjelang pemilu.
”Malah demokrasi menjadi pemicu kenyamanan dan kepastian investasi,” ujar Lutfi saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR (14/7) lalu. Meski demikian, saat ini para pelaku usaha tengah menunggu bagaimana pesta demokrasi itu berjalan. Bukan hanya memastikan bahwa pemilu berjalan lancar, melainkan juga untuk mengetahui siapa yang akan menjadi figur pemimpin. Sebab, kebijakan dari calon pemimpin (presiden) terpilih itulah yang nantinya akan mempengaruhi investasi, apakah semakin tumbuh atau menurun.
Banyak kalangan memprediksi pertumbuhan investasi akan melambat pada kuartal III 2008 ini.Penyebabnya, antara lain, situasi ekonomi sedang tertekan akibat tingginya harga minyak dunia.Tetapi,hal itu tidak serta-merta melemahkan perekonomian Indonesia. Itu pula yang menyebabkan Lutfi begitu optimis bahwa perekonomian Indonesia masih bisa berjalan meski ada perlambatan.
Optimisme Lutfi bukan tanpa alasan. Asumsinya, realisasi investasi periode Januari– Juni 2008 sudah mencapai 80,9%. Pencapaian itu sebagian besar disebabkan meningkatnya penanaman modal asing (PMA).Rinciannya, realisasi investasi PMA sebesar 68% dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) 32%.
Laju pertumbuhan investasi Januari 2008– Juni 2008 dibanding periode sama tahun lalu meningkat 160%. Kelangsungan proses pemilu secaradamaimemangsangatdiharapkan dunia usaha.Sebab pemilu yang aman dan damai berdampak positif terhadap dunia usaha. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/periskop/berharap-pada-sebuah-pesta-2.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment