Minggu, 03 Mei 2009

Ranking Kota-Kota Terbaik di Dunia - Infrastruktur Singapura Terbaik

Saturday, 02 May 2009
Singapura terpilih sebagai kota dengan infrastruktur terbaik di dunia pada 2009 berdasarkan hasil survei Mercer Consulting Group.Infrastruktur kota Negeri Tumasik itu melebihi kota-kota di dunia.

Berdasarkan survei Mercer,Singapura menempati peringkat pertama untuk kualitas infrastruktur kota terbaik di dunia dengan indeks skor 109,1. Kota dari negara yang merdeka pada 9 Agustus 1965 itu berhasil unggul dalam penilaian 215 kota-kota di dunia.

Setelah Singapura, peringkat 10 besar kota dengan infrastruktur terbaik adalah Munich,Jerman dengan skor 106,5, Copenhagen, Denmark (106,2), Tsukuba,Jepang (105,5).Kemudian Yokohama, Jepang (105,1), Dusseldorf, Jerman (105), Vancouver, Kanada (105), Frankfurt, Jerman (104,8),Hong Kong (104,8), dan Londong,Inggris (104,8).

Pemeringkatan infrastruktur terbaik ini memberikan penilaian terhadap ketersediaan sarana seperti pasokan listrik,ketersediaan air,layanan telepon dan pos,pengadaan transportasi umum,kemacetan lalu lintas serta kisaran penerbangan internasional dari bandara- bandara lokal.

Ketua Mobilitas Global Asia Pasifik Mercer Cathy Loose menyatakan, infrastruktur mempunyai dampak signifikan terhadap kualitas hidup yang dijalani para ekspatriat. Meski kerap dipandang lumrah saat diterapkan pada standar yang tinggi, ketiadaan infrastruktur sebuah kota dapat menimbulkan kesulitan yang parah.

“Perusahaan perlu menyediakan tunjangan yang cukup untuk mengompensasi kekurangan tersebut bagi pegawai mereka yang bertugas ke luar negeri serta tunjangan lain,” ujarnya dalamketeranganpers(28/4). Untuk penilaian infrastruktur ini,posisi lima besar di regional Asia Pasifik ditempati Singapura (1), Tsukuba (4),Yokohama (5), Hong Kong (8), dan Tokyo, Jepang (12).

Sementara untuk posisi lima besar kota dengan infrastruktur terbaik di Amerika adalah Vancouver,Kanada (6),Atlanta,AS (15),Montreal (15), dan Toronto, Kanada (18), serta Washington DC,AS (24).Posisi lima besar Eropa ditempati Munich, Jerman (2), Copenhagen, Denmark (3), Dusseldof (6) dan Frankfurt, Jerman (8),serta London,Inggris (8).

Sementara di kawasan Timur Tengah dan Afrika,posisi lima besar adalah Dubai,Uni Emirat Arab/UAE (35), Tel Aviv (55) dan Yerusalem, Israel (70), Abu Dhabi UAE (72), serta Port Louis Mauritius (92). Untuk posisi lima terbawah adalah Baghdad, Irak (215),Port Harcout, Nigeria (214),Pointe Noire,Kongo (213), Port au Prince, Haiti (212), serta Brazzavile,Kongo (211).

Selain unggul sebagai kota dengan infrastruktur terbaik, Singapura juga memimpin kota-kota di Asia untuk penilaian kota dengan kualitas hidup terbaik. Menurut Kepala Mobilitas Global Asia Pasifik dengan solusi produk informasi Mercer Derrick Kon, Singapura meraih peringkat ke-26 dengan skor 103,5 untuk tahun ini.

Pencapaian ini sama dengan tahun lalu dengan skor 102,9. Posisi Singapura ini berada di bawah Dublin,Irlandia yang berada di peringkat ke-25 dengan skor 103,6. Sementara Singapura juga harus bersaing ketat dengan Calgary, Kanada yang berada di peringkat sama,yakni ke-26 dengan skor 103,5.

Secara global,Wina,Austria menjadi kotadengankualitashidupterbaikdi dunia dengan skor 108,6.“Singapura di peringkat ke-26 adalah ‘peloncat tertinggi’ di kawasan Asia.Mereka meloncat 6 tingkat dari posisi ke-32 tahun 2008 lalu,”ujar Kon. Menurut Kon, Singapura menjadisemakinpentingsebagaipusatfinansial serta menawarkan berbagai sekolah internasional dan swasta untuk memenuhi kebutuhan komunitas ekspatriat.

Hunian juga sangat bagus di Singapura di mana rumah dan apartemen berkualitas tinggi siapdisewakandanparapenghunibisa memilih dari serangkaian perabotan dan furnitur terbaik.“Ditambah pula kami melihat sejumlah properti baru diluncurkan dengan menawarkan tinggal di tepian pantai di jantung kota,”tambahnya.

Secara ekonomi, Singapura sudah diakui dalam peringkat kemudahan berbisnis (easy of doing business). Sebagaimana dilansir Bank Dunia, Singapura meraih peringkat pertama untuk doing business 2009, sama dengan posisi tahun lalu. Menurut Bank Dunia,negara dengan total luas 707,1 km2 dan total populasi 4.588.600 itu memiliki pendapatan nasional per kapita sebesar USD32.470.

Perinciannya, peringkat ke-10 untuk kemudahan memulai bisnis, izin pendirian bangunan (2),mempekerjakan para pekerja (1), pendaftaran properti (16), mendapatkan kredit (5),keamanan investor (2), pembayaran pajak (5), perdagangan luar negeri (1), penegakan kontrak (14), dan penutupan bisnis (2).

Peringkat untuk proses kemudahan izin pendirian bangunan di Singapura naik 3 peringkat dibanding tahun 2008 yang berada di posisi kelima. Sementara peringkat Singapura untuk penegakan kontrak anjlok 11 peringkat dibandingkan 2008 yang berada di posisi ketiga. Meski demikian, Singapura adalah salah satu negara di kawasan ASEAN yang paling terkena dampak krisis global.

Berdasarkan keterangan resmi Singapore Economic Development Board (SEDB) (24/4),kinerja industri manufaktur di Singapura per Maret 2009 ini mengalami penurunan sebesar 13,9% dibandingkan Februari 2009. Sementara perbandingan per tahun,kinerja industri manufaktur Singapura anjlok sebesar 33,9%.

Secara kumulatif, selama kuartal I/2009 ini, kinerja industri Singapura merosot 26,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perinciannya untuk industri sector transportasi tumbuh1% perMaret 2009 dibandingkan periode yang sama 2008.Sektor udara dan kelautan meningkat 10,1% dan 2,5%.

Sementara untuk sektor transportasi darat anjlok 45,8% dikarenakan lebih rendahnya pesanan ekspor dari Negeri Singa itu.Kinerja sektor manufaktur umum menurun 10,5% pada Maret 2009 dibandingkan tahun 2008. Ini pun karena menurunnya permintaan ekspor akibat dampak krisis global.

Secara kumulatif, kinerja industri manufaktur umum pada kuartal I/2009 lebih rendah 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun kondisi perekonomian Singapura 2009 ini diprediksi menurun tajam,berdasarkan survei bandara oleh Airports Council International (ACI), Bandara Changi Singapura meraih peringkat kedua terbaik di dunia pada 2009 ini.

Sebagaimana dilansir Business Week (17/3), Bandara Changi yang dibuka sejak 1981 itu mampu memberikan pencitraan pelayanan prima. Sebagai bandara paling populer di Asia Tenggara karena menjadi transit bagi negara-negara di sekitarnya, Changi menjadi bandara penting di kawasan. Otoritas perhubungan udara setempat telah meyakinkan bahwa Changi secara kontinu akan tetap memperbaiki kualitas pelayanannya kepada konsumen. (abdul malik /islahuddin/faizin aslam)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/234990/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment