Sunday, 01 March 2009
SEJAK dunia mengenal internet, bumi seolah mengecil. Segala macam informasi tersedia di sana.Tidak hanya itu,dengan teknologi seluler, dunia juga seolah bisa ditenteng ke mana-mana.
Untuk itulah, banyak pihak sepakat bahwa strategi promosi (branding) melalui digital merupakan cara yang paling murah dan potensial bisa meningkatkan penjualan. Jangkauan pemasarannya bahkan lebih luas ketimbang jenis media lainnya. Pakar Marketing Revolution Tung Desem Waringin menyatakan, internet marketingmerupakan pilihan paling rasional di saat perekonomian sedang sulit.Meski demikian, perusahaan yang berlomba-lomba menggunakan sarana ini untuk melakukan pemasaran sudah banyak.
Apalagi,penyebaran produk teknologi seperti komputer maupun teleponselulersudahmenjangkauke pelosok- pelosok daerah di Indonesia. “Dunia internet memang media paling murah untuk melakukan marketing. Meskipun saya belum mendapatkan data hasil survei yang akurat, berdasar pengamatan saya, semakin banyak perusahaan yang menggunakan dunia digital sebagai marketing,”ujar penulis buku Marketing Revolutionini kepada SINDO.
Menurut dia, strategi marketing melalui internet bukan sekadar memasang iklan melalui mesin pencari situs seperti Yahoo atau Google,melainkan juga banyak cara jitu agar situs perusahaan bisa dikunjungi calonkonsumensepertimenyajikan artikel-artikel yang isinya sangat dibutuhkan masyarakat umum.Tentu saja,isi artikel tersebut akan dikaitkan dengan produk yang dimiliki perusahaan. “Materi artikel yang bersifat how to, tips, atau strategi biasanya paling banyak dicari pengguna internet,”tandasnya.
Meski demikian,menurut Tung, strategi marketingyangdilakukandi media apapun baik digital maupun konvensional tidak cukup hanya sekadar branding, tapi juga penawaran.“ Saat ini yang terjadi bukan hanya krisis ekonomi,melainkan juga krisis psikologi. Kalau hanya sekadar branding, konsumen akan menunda membeli produk yang kita tawarkan. Namun,kita harus melakukan penawaran agar konsumen tidak sekadar ingat produk kita, tapi juga membelinya,”tandasnya.
Penawaran itu bisa dalam bentuk pemberian hadiah atau bonus. Namun, Tung menyayangkan tidak banyak perusahaan yang bisa menjawab semua pertanyaan terkait produk yang ditawarkan di antaranya apa keuntungan yang bisa didapatkan konsumen apabila mendapatkan produk tersebut? Mengapa si konsumen harus mempercayai perusahaan tersebut? Terakhir,mengapa konsumen harus membeli produk itu sekarang dan tidak nanti? “Tiga pertanyaan ini yang sering sulit dijawab perusahaan-perusahaan dalam melakukan marketing.
Padahal, jika mereka bisa menjawabnya, peluang konsumen untuk membeli produknya menjadi lebih besar,”paparnya. Sesuai konsep Marketing Revolution, Tung memberikan sedikit resep untuk menjawab beberapa pertanyaan tersebut. Untuk membuat calon konsumen percaya dengan produk yang ditawarkan,fasilitas jaminan 100% uang kembali atau jaminan lainnya bisa digunakan. Sementara untuk menjawab agar konsumen membeli sekarang dan tidak nanti, harus dilakukan berbagai program penawaran.
Di antaranya promosi penggunaan sampel produk secara gratis atau memberikan paket hadiah. Untuk memberikan paket hadiah, maka harus juga dipertimbangkan mengenai tenggat waktu,jumlah,atau jenis hadiah yang akan diberikan. Berbagai jenis penawaran tersebut, menurut Tung, harus bisa diukur efektivitas dampaknya. “Dengan mengukur dampak dari penawaran yang kita lakukan,itu akan bisa dievaluasi mana paket penawaran yang paling bisa menggenjot angka penjualan,”ungkapnya.
Chairman Frontier Consulting Group Handi Irawan menyatakan, digital marketing merupakan salah satu strategi marketing yang cukup murah,selain promosi dari mulut ke mulut.Apalagi dengan era komunikasi melalui ponsel, potensi pasar melalui internet menjadi sangat besar.
Meski demikian,dia mengingatkan bahwa strategi marketing yang ada haruslah terintegrasi (integrated marketing communication) dengan bagian-bagian di perusahaan. “Saya kira penggunaan internet marketing akan semakin marak. Apalagi internet memang sudah menjadi dunia kedua bagi sebagian masyarakat, selain dunia nyata, sehingga potensi pasarnya sangat terbuka,”katanya.
Sementara itu, Head Of Public Relation Indosat Adita Irawati menyatakan Indosat sudah melirik berbagai potensi pemasaran melalui dunia digital sejak lama.Bukan hanya sekadar branding, Indosat pun sudah melakukan berbagai paket penawaran.Tidak hanya melalui mesin pencari situs Yahoo atau Google,Indosat juga sudah merambah medium situs jaringan sosial yang saat ini sedang fenomenal, Facebook. Menurut Adita, media digital merupakan medium alternatif yang bisa mempertemukan Indosat dengan pelanggannya.
Di sisi lain, Indosat sebagai perusahaan operator juga menyediakan jasa provider internet, digital advertising kepada perusahaanperusahaan di Indonesia. Karena masih baru, jumlah perusahaan yang berlanggan juga belum terlalu banyak. Meski demikian, paket iklan melalui digital akan menjadi media yang akan digandrungi karena sifatnya yang menjangkau pasar lebih luas dan harganya relatif lebih murah dibanding menggunakan media konvensional.
“Itu kami masukkan dalam pendapatan jasa nilai tambah.Untuk 2007, pendapatan jasa nilai tambah Indosat sebesar 11% dari total pendapatan. Sementara untuk pendapatan 2008, belum kami umumkan,”ungkapnya. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/217530/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment