Sosok Fenomena CEO Muda di Dunia
Saturday, 23 August 2008
Posisi CEO di sejumlah negara mulai diisi anak-anak muda kreatif yang merintis karier dari bawah.Di Indonesia masih berdasarkan faktor warisan.
Usia Zhang Bohong baru 18 tahun (2007), tetapi dia sudah menduduki posisi CEO di sebuah perusahaan cybertechnology di Shanghai. Perusahaan tersebut menggajinya 1 juta yuan (Rp1,2 miliar) setahun.
Menariknya, perjalanan karier Bohong hingga menduduki jabatan CEO justru dilalui lewat profesinya sebagai penyanyi R&B yang gemar ngeblog di internet. Seperti dilansir harian Beijing News, Bohong dinilai sebagai musisi muda berpikiran maju, idealis, dan profesional.
Bahkan, sejumlah media di China menjadikannya sumber pemberitaan karena ide-ide dalam lirik lagunya dianggap terobosan. Selain itu, dia juga sebagai CEO termuda di dunia. Dalam profesinya sebagai penyanyi, Bohong layaknya anak muda di Negeri Tirai Bambu pascaabad ke-20 yang dianggap korban budaya barat. Namun, yang membedakan Bohong dengan anak muda lainnya adalah visi revolusionernya.
Dia menuangkan pemikiran kritisnya tentang isu perubahan dan cinta tanah air bukan di jalanan, tetapi lewat media internet. Istilahnya, dia tidak terlalu banyak berteriak, tetapi banyak mendengar. ”Orang yang lahir di era 1980-an harus menjadi kekuatan penting dalam masyarakat. Orang jangan terkejut ketika saya terkenal karena generasi 1990-an akan berbuat lebih baik,” tulis Bohong dalam blog pribadinya,Bohong Big Brother.
Umumnya, lirik lagu yang ditulisnya sarat dengan pesan cinta tanah air. Meski sejak usia 15 tahun dia sudah mengenyam kehidupan liberal di Amerika Serikat (AS), dia tidak pernah melupakan tanah airnya. Tidak jarang suara kebosanan hidup di Negeri Paman Sam menjadi lirik dalam lagunya.
Dalam lagu Siheyuan misalnya, diceritakannya bagaimana dia makan semangka dan tinggal di rumah panggung dengan aroma Tiongkok. Itu sebabnya, Bohong seperti magma bagi anak muda di China. Nah, lirik-lirik yang memacu cinta tanah air inilah yang dianggap inspiratif bagi anak muda di China. Bohong yang gemar menggunakan pakaian kaus kebesaran dan celana jins ini dianggap mewakili generasi muda kreatif yang memanfaatkan teknologi informasi untuk melontarkan kritik sosial dan semangat untuk maju.
Karananya sebuah perusahaan raksasa berbasis internet di Shanghai meminangnya sebagai CEO. CEO muda yang juga pernah menjadi perhatian banyak kalangan adalah Mark Zuckerberg.Dia anak muda berusia 23 tahun yang menduduki posisi CEO situs jaringan sosial Facebook.Dia dinobatkan sebagai miliuner termuda di dunia oleh Forbes (2008).Zuckerberg memiliki kekayaan mencapai USD1,5 miliar.
Dia juga menjadi figur fenomenal lantaran menjadi miliuner termuda yang bukan mewarisi kekayaan dari keluarganya. Sebab sepanjang sejarah daftar orang terkaya versi Forbes,kebanyakan anak muda kaya memiliki kekayaan yang diwariskan dari orangtuanya. Sayangnya, memang belum ada CEO wanita muda yang masuk dalam daftar Forbes.
Pada 2006, Forbes juga menobatkan Matthew McCauley sebagai CEO termuda pada usianya yang saat itu 33 tahun. Lulusan Universitas Brigham Young itu menunjukkan keberhasilannya dalam memimpin Gymboree, sebuah perusahaan pakaian anakanak di Negeri Paman Sam dengan nilai aset USD700 juta dolar selama 30 tahun sejarahnya. Strategi McCauley menjalankan Gymboree memang berhasil.
Tercatat, kepemimpinannya telah berhasil meningkatkan angka penjualan 16% pada April 2006 mencapai USD189 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari tiga sosok CEO muda di atas, menjadi jelas bahwa ada semacam tren kepemimpinan muda dalam perusahaan.
Bahkan, sejumlah kalangan memprediksi, di masa depan CEO muda dan visioner akan menjadi kriteria yang paling banyak dicari perusahaan. Maklum, jabatan CEO sering diidentikkan sebagai puncak karier seorang profesional dalam pekerjaannya. Tidak mengherankan bila untuk memilihnya perlu segudang syarat dan kriteria.
Sebab, maju mundurnya sebuah perusahaan sebagian besar bergantung kepada ”kekuatan tangan”seorang CEO. Direktur Hay Group Indonesia Nugroho Irawan menjelaskan, tren CEO ke depan justru akan didominasi anak-anak muda. Meski demikian, usia muda, ambisius, progresif tidaklah cukup.
Dia juga harus seorang muda yang visioner serta sigap dalam memecahkan segala permasalahan perusahaan. ”Meskipun kemampuan tetap paling utama, ke depan CEO muda akan semakin menjamur,”katanya. Pertimbangan CEO muda akan lebih digandrungi karena tantangan bisnis di masa mendatang akan semakin kompleks.Apalagi persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut seorang CEO yang tidak hanya memiliki stamina tinggi,tetapi juga kaya ide, dinamis, serta memiliki visi untuk memajukan perusahaan.
Persaingan di tengah kancah bisnis yang tidak hanya lokal, regional, tetapi juga dalam lingkup internasional tentu membutuhkan seorang CEO dengan energi tinggi. ”Seorang CEO muda energinya masih kuat, motivasinya masih besar, idenya masih banyak, dan fresh,”tambahnya. Nugroho juga meyakini tren di dalam negeri akan mengalami hal yang sama dengan negara lain.
Meski begitu, hingga saat ini belum banyak perusahaan di Indonesia yang berhasil menjalankan sistem kaderisasi dengan baik sehingga bursa pemilihan CEO hanya didominasi wajah-wajah lama. Diyakini, selama ini CEO muda lebih didominasi orang-orang yang memiliki hubungan dekat atau keluarga pemilik perusahaan.Artinya, posisi CEO yang diraihnya bukan lantaran karier yang dirintis dari bawah,tetapi lebih karena warisan.
Meski begitu, dalam lima tahun terakhir, tidak sedikit pula perusahaan yang sudah memiliki sistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mapan. Dengan demikian eksekutif muda yang ambisius, progresif,serta memiliki visi dan jiwa kepimpinan yang andal akan berpeluang besar menduduki jabatan CEO.
Di dalam negeri, jajaran CEO muda juga sudah mulai mencuat ke permukaan. Sebut saja Harun Hayadi, CEO Ciputra Surya. Harun dipercaya menjadi CEO sejak usianya 30 tahun. Konsultan SDM Ade Achmad Rozi menilai, usia muda atau tua bukanlah masalah.
Terpenting adalah kemampuan CEO dalam mengelola perusahaan. Sebab, menurut dia, tidak jarang seorang CEO yang berusia tua masih bersemangat muda. Ini dibuktikan dari beberapa contoh seperti mantan CEO Tupperware Indonesia Nur Kuntjoro. Meskipun usianya tidak muda lagi, gairahnya untuk berkarya dalam bisnis masih meledak-ledak. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment