
Seni Kreasi Lilin
Keuntungannya Minimal 50%
Perpaduan antara kreativitas dan seni, menjadikan harga produk kreasi seni lilin bernilai tinggi. Dengan sedikitnya pemain di bisnis ini, bagaimana peluang bisnisnya?
Kreasi lilin seni sepintas tampak sederhana. Namun dari kreasi lilin dengan proses pegolahan yang juga tak terlalu rumit, diakui oleh Veri Apriyanto, margin keuntungannya minimal 50 persen bisa didapat dari kreasi lilin seni ini. Seniman kreasi lilin dan pemilik Very Candle ini mengungkapkan, bisnis kreasi lilin yang telah ia jalani selama hampir 2 tahun ini masih cukup menjanjikan.
Meski pasar lokal masih didominasi kalangan menengah ke atas dengan segmen pasar para kolektor, restoran, galeri lukisan, perusahaan, dan sebagainya, namun pasar ekspor masih terbentang luas. Guna bersaing dengan produsen kompetitor dari China yang memiliki harga jual jauh lebih miring, maka produsen Indonesia harus memiliki strategi untuk tetap eksis di pasar melalui desain art dan kualitas yang terjamin.
“Saat ini di pasaran banyak produk kreasi lilin dari China dengan harga jauh lebih miring. Ini karena di China sudah banyak home industry kreasi lilin dengan kompetisi yang cukup ketat. Agar bisa bersaing dengan produk China, maka untuk membuat kreasi lilin harus ada sentuhan art-nya. Kreasi lilin produk China biasanya diproduksi massal, sehingga tidak ada sentuhan art dan eksklusif,” papar Veri.
Modalnya Rp 100 Ribu. Veri berkisah, bisnis kreasi lilin yang digelutinya saat ini, telah ia mulai sejak 2003 silam ketika ia baru lulus dari Jurusan Seni Rupa ITB. Waktu itu, dia datang ke Jakarta hanya dengan modal Rp 100 ribu. Tentu saja saat itu harga bahan lilin masih belum semahal saat ini. Harga per kilo masih di kisaran Rp 6-7 ribu, atau untuk lilin jenin stearic accid (terbuat dari minyak sawit) Rp 15 ribu per kilo.
Namun ternyata kreasi lilin buatan Veri cukup digemari, dan berbekal beberapa kali mengikuti pameran, Veri mendapat banyak pesanan. Untuk membuat dami makanan pun, Veri tidak langsung berhasil. Beberapa contoh display yang ia buat beberapa kali ditolak oleh restoran. Hingga akhirnya, dengan berbagai inovasi, kreasi lilin Veri bisa diterima pasar.
Harga jual yang dipatok pun beragam, untuk display menu makanan ukuran small Rp 150-500 ribu, untuk ukuran medium Rp 800 ribu dan ukuran large Rp 1 juta. Veri mengungkapkan, jika ramai sekali order dari satu restoran Jepang bisa mencapai 30 menu yang berbeda-beda dengan ukuran medium.
Margin keuntungan yang bisa didapatkan, untuk kreasi lilin yang tidak terlalu sulit pembuatannya, dengan ukuran small bisa mencapai 50 persen. Sementara kreasi lilin dengan desain sulit, ukuran medium dan large marginnya mencapai 300 persen. Veri menambahkan, untuk souvenir pernikahan atau ulang tahun, pesanan rata-rata mencapai 2000-2500 pieces dengan margin keuntungan 50 persen.
Harga kreasi lilin yang diproduksi Veri untuk jenis lukisan mulai Rp 3 juta - Rp 7 juta per lukisan. Kemudian dami menu makanan (display) yang memiliki segmen restoran, rumah makan selama ini yang memesan masih restoran Jepang, sementara restoran lokal masih jarang. Harga kreasi lilin dami menu makanan ini, sekitar Rp 700-800 ribu per pieces.
Sementara kreasi lilin untuk parcel biasanya banyak pemesanan ketika Hari Raya Imlek dan Natal dengan segmen instansi swasta atau BUMN, dan pribadi dari kalangan menengah ke atas. Harga parcel variatif tergantung pesanan pembeli. Untuk souvenir pernikahan, segmen pasarnya biasanya event organizer untuk pernikahan orang menengah ke atas dengan harga Rp 12 ribu per pieces. Terakhir untuk lilin aroma terapi yang biasanya digunakan untuk spa, segmennya masih lokal. “Masih ada segmen pasar dari salon-salon lokal yang selama ini belum kita sentuh,” ungkap Veri.
Tentu saja untuk membuat lukisan kreasi lilin, bahannya berbeda dengan dami makanan atau display minuman. Lanjut Veri, untuk membuat lukisan menggunakan bahan lilin blok dengan banyak campuran polimer sebagai kekuatan agar lilinnya tidak mudah rontok. Proses pembuatan 1 lukisan membutuhkan waktu rata-rata 3 hari. Selain itu juga membutuhkan pewarna dan cat minyak untuk melukis.
Sementara untuk membuat display makanan tergantung contoh menu yang akan ditiru. Bahan dasar untuk membuat display menu makanan dibutuhkan lilin blok, stearic accid, polimer, pewarna, dan cetakan silikon. Untuk membuat dami minuman dibutuhkan lilin jenis acrilic atau jelly. Ini untuk jenis minuman yang sederhana semacam soft drink.
Kemiripan 95 Persen. Veri mengungkapkan, demi kepuasan pelanggannya ia memberikan jaminan kemiripan 95 persen lilin kreasinya atas pesanan dari pelanggan. Jika bentuknya rusak dan tidak sesuai contohnya, maka Veri akan menggantinya dengan kreasi lilin yang baru. Veri mengklaim bahwa untuk seniman lilin pembuat dami makanan, masih belum banyak pesaingnya. Jika ada, itupun dipesan dari produsen luar negeri dengan harga yang jauh lebih tinggi. Dengan demikian, sebenarnya pasar kreasi lilin seni ini masih terbentang luas.
Untuk memproduksi kreasi lilinnya dengan biaya operasional workshop miliknya rata-rata Rp 10 juta per bulan, Veri dibantu oleh 6 pengrajin, 1 orang marketing dan 1 tenaga pembukuan. Karyawan-karyawan itu direkrut dari tetangga sekitar rumahnya di daerah Ciputat, Jakarta Selatan. Sistem pengupahannya untuk bagian produksi dilakukan dengan sistem borongan. Besarnya upah pun tergantung tingkat kesulitan produk yang dibuat.
Untuk desain seni, seperti membuat dami makanan yang memiliki kerumitan tersendiri dilakukan oleh Veri sendiri. Misalnya, untuk pembuatan display kue seharga Rp 150 ribu per pieces, upah borongan untuk karyawan Rp 15 ribu per pieces. Dalam pengerjaan 1 malam, 1 orang karyawan bisa memproduksi sekitar 10 pieces dengan bayaran Rp 150 ribu. Untuk membuat 70 pieces display kue misalnya, Veri membutuhkan 15 kg lilin blok, polimer 3 kg, silicon 1 kg, dan pewarna.
“Selama ini kebanyakan pesanan untuk display menu makanan atau kue masih didominasi restoran Jepang, sementara restoran lokal masih jarang yang memesan. Jaminan yang harus diberikan adalah 95 persen hasil produksi kreasi lilin harus mirip dengan makanan aslinya,” ujar Veri.
Buka Kursus Kreasi Lilin. Tidak hanya produksi, ternyata Veri juga menyediakan pelatihan untuk kreasi lilin seni ini. Sudah ada ratusan murid dari seluruh penjuru Indonesia, baik kalangan remaja hingga karyawan BUMN maupun swasta ikut belajar di tempat Veri. Namun jika ingin membuat display menu makanan, menurut Veri minimal orang itu harus pintar melukis.
Selain itu jika ingin belajar mandiri pun, Very telah menerbitkan buku Lilin Motif, Lilin Berjuta Keunikan (2003) penerbit Kawan Pustaka, Teknik Dasar Membuat Lilin Hias (2004), penerbit Kawan Pustaka, dan Cara Mudah Menggambar Dengan Pensil (2004) penerbit Kawan Pustaka. Dengan panduan buku-buku ini, pembuatan kreasi lilin bisa dilakukan sendiri di rumah.
“Kami menjamin hanya dengan Rp 600 ribu, dalam 1 hari peserta kursus sudah bisa membuat kreasi lilin sendiri. Dalam kursus itu kami mengajarkan tentang 7 teknik dasar pembuatan kreasi seni lilin, hingga praktik 20 model kreasi lilin,” kata Veri.
Very juga aktif menggelar pameran lukisan. Baik itu pameran lukisan dari lilin maupun lukisan biasa.
Rencananya pertengahan Desember 2006 ini, Veri bakal menggelar pameran tunggal lukisan kanvas biasa di Hotel Nikko Jakarta Pusat. selain juga punya pameran di TIM untuk kreasi lukisannya. Bahkan guna memajang hasil karyanya, Veri berencana membuka galeri di Jl Ciputat Raya, Jakarta Selatan. Di samping selama ini, untuk memperkenalkan karyanya, Veri telah menggelar hampir 20 kali pameran, baik pameran tunggal maupun bersama. (Malik)
--------------
Cukup Rp 500 ribu Bisa Buka Usaha Lilin
Menurut Veri, untuk pemula dengan modal Rp 500 ribu sudah bisa membuat usaha lilin. Modal ini di luar tempat dan peralatan, asumsinya tempat sudah ada bisa di rumah sendiri, sementara peralatan bisa menggunakan peralatan dapur. Mulai kompor, panci, cetakan-cetakan kue atau cetakan es batu bisa digunakan. Dengan uang Rp 500 ribu ini, bisa dibelikan ;
- lilin blok 5 kg @ Rp 15 ribu = Rp 75 ribu
- lilin stearic accid 2 kg @ 17 ribu = Rp 34 ribu
- silicon 1 kg Rp 200 ribu
- pewarna 0,5 ons Rp 15 ribu per warna
- sisanya bisa dibelikan sumbu
* Harga bahan lilin ini bisa berubah sewaktu-waktu berdasarkan nilai dolar.
Peralatan untuk mengolah pun sederhana, hanya dibutuhkan panci, mangkok-mangkok stainless, kuas, pisau/cutter, dan kompor untuk memasak. Untuk menggodok 1 kg lilin biasanya membutuhkan waktu 10-15 menit agar lilin bisa mencair untuk kemudian dicetak. Bahan-bahannya Veri mengambil dari toko bahan kimia di Kelapa Gading dan Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat.
Bahan-bahan yang dibutuhkan mulai lilin blok, stearic accid, lilin jelly Rp 150 ribu per kilo, lilin malam (plastisin), palmatic acid, biwax (lilin lebah) ini yang paling mahal dan bagus mencapai Rp 130 ribu per kilo. Kemudian lilin cair Rp 13 ribu per liter.
Asumsi perhitungan keuntungan untuk pengerjaan displays kue sebanyak 70 pieces :
- Upah borongan karyawan Rp 15 ribu per pieces x 70 = Rp 1.050.000
- Bahan baku ; 15 kg lilin blok = Rp 75 ribu, silikon 1 kg = Rp 200 ribu, polimer 3 kg = Rp 45 ribu, pewarna 3 ons Rp 45 ribu.
Biaya pokok produksi Rp 1.415 ribu
Harga jual Rp 150 ribu x 70 = Rp 10.050.000
Keuntungan kotor Rp 8.635.000 (belum dipotong biaya listrik, telepon, minyak tanah, dsb)
Kendala-kendala bisnis kreasi lilin;
- Pemasaran: untuk pasar lokal masih jarang yang memesan atau membeli. Rata-rata untuk pasar lokal, pesanan dari instansi pemerintah atau swasta, event organizer, rumah makan, restoran, atau masyarakat dari kalangan menengah keatas. Ini karena budaya masyarakat Indonesia, jika membeli kreasi lilin bukan untuk dibakar, melainkan hanya untuk dipajang. Berbeda dengan masyarakat Barat, yang sudah terbiasa membeli lilin untuk dibakar, yang biasanya digunakan untuk merayakan sesuatu, karena orang Barat memang suka mengadakan pesta. Peluang untuk pemasaran lilin kreasi ini, masih terbentang untuk ekspor. Namun catatannya, produk kreasi lilin yang dibuat desainnya bukan desain pasaran, melainkan desain seni. Pasalnya, produk kreasi lilin dari China telah beredar di pasaran dengan harga jauh lebih miring dibanding harga produk Indonesia. Namun kelemahan produk dari China diproduksi secara massal, sehingga unsur seninya tidak ada.
- Produksi: jika proses produksi yang dilakukan tidak optimal, maka hasilnya pun kurang optimal. Sering ada komplain pelanggan, jika hasil kreasi lilin tidak sesuai dengan pesanan. Untuk itu, Veri menjamin, produknya memiliki kemiripan 95 persen dari aslinya.
- Packaging: karena bahan terbuat dai lilin, maka sifatnya agak rentan. Packaging-nya pun juga harus benar. Jika tidak maka bentuknya akan mudah rusak, dan warnanya pun berubah. Triknya, setelah kreasi lilin dibuat, langsung dibungkus dengan plastik mika transparan disimpan di tempat sejuk dan teduh. Karena jika terkena panas akan cepat memuai.
- Harga bahan selalu berubah: karena bahan lilin sebagian besar impor, maka harganya selalu berubah-ubah mengikuti turun naiknya harga Dolar. Di antaranya, kalau lilin jeli impor dari Amerika, lilin blok sebagian produksi lokal Pertamina dan sebagian impor dari China, silikon impor dari Jerman, stearic accid impor dari Eropa.
Tips agar produk kreasi lilin tetap awet:
- Produk yang telah jadi harus segera dibungkus plastik. Karena sifat lilin menyerap debu, untuk kemudian dipajang di etalase.
- Harus disimpan ditempat sejuk dan kering, karena jika terkena suhu panas akan cepat memuai berubah bentuk dan warna. Kemasan pun harus disesuaikan dengan produk, kemasan paling bagus menggunakan plastik mika transparan.
- Memasak lilin dengan ditim hasilnya lebih halus dan warna yang dihasilkan lebih cerah.
- Saat mencetak lilin dalam cetakan plastik, terkadang susah untuk dikeluarkan dari cetakan. Triknya, masukkan lilin yang telah dicetak kedalam kulkas, maka akan mudah dikeluarkan dari cetakannya.
- Untuk menghasilkan sumbu yang baik dan tidak banyak asap, maka sebelumnya harus direndam terlebih dahulu dalam air garam selama 3 jam. Setelah dikeringkan baru bisa digunakan sebagai sumbu lilin dengan hasil yang baik.
Tips berbisnis kreasi lilin:
- Dalam bisnis ini dibutuhkan konsistensi, inovasi agar pelanggan tertarik untuk membeli. Minimal, bagi yang tidak memiliki jiwa seni, harus berusaha memahami dan mengikuti selera warna masyarakat segmennya. Jika masyarakat kalangan menengah ke atas, biasanya seleranya pada warna pastel, soft, dan desain yang minimalis. Sementara untuk kalangan menengah ke bawah, biasanya warna ngejreng, mencolok, dan ramai.
- Promosi bisa dilakukan melalui bazar, pameran, pembuatan brosur, serta kartu nama. Selain juga memajang hasil produk pada sebuah galeri.
- Kualitas pengerjaan dan hasil produknya harus tetap dijaga.
Info Selengkapnya :
Candle Art Creation “Very Candle”, Workshop: Jl Legoso Raya Gang H Koweng No 1 RT.01/07 Ciputat, Jakarta Selatan. Telp. 021-70622906, 9225351. HP. 081315299007 (Veri Apriyanto)
(Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara saya dengan Very dan pernah dimuat di Tabloid Peluang Usaha edisi 2006 silam)
Bos no HP mu piro?
BalasHapusaku meh telpon masalah lilin....
bales ya bos....
aku yo wong jeporo...tahunan
silahkan email ke isacrohan@gmail.com mas. selama saya bisa bantu, akan saya bantu. terimakasih sudah mampir ke blogku ya. salam
BalasHapusass...
BalasHapussy faisal, ak saat ini sangat tertarik dgn pembuatan lilin aromaterapy, tp ak ga tau ni cara pembuatanx serta bahan2 yg dperlukan...
mohon bantuan dr mas abdul, n klozx bs ada foto atau video yg ukrn yg kecil aj tntang proses pembuatannya..
mksh ats bantuanya mas..
wss..
ichal_asti02@yahoo.com
ass...
BalasHapussy faisal, ak saat ini sangat tertarik dgn pembuatan lilin aromaterapy, tp ak ga tau ni cara pembuatanx serta bahan2 yg dperlukan...
mohon bantuan dr mas abdul, n klozx bs ada foto atau video yg ukrn yg kecil aj tntang proses pembuatannya..
mksh ats bantuanya mas..
wss..
ichal_asti02@yahoo.com
ass...
BalasHapussy faisal, ak saat ini sangat tertarik dgn pembuatan lilin aromaterapy, tp ak ga tau ni cara pembuatanx serta bahan2 yg dperlukan...
mohon bantuan dr mas abdul, n klozx bs ada foto atau video yg ukrn yg kecil aj tntang proses pembuatannya..
mksh ats bantuanya mas..
wss..
ichal_asti02@yahoo.com
Salam kenal,
BalasHapusSaya mau tanya:
1. apa yang di maksud dengan jelly lilin? di pasaran biasa di jual dengan nama apa? beli nya di mana?
2. bagaimana menghilangkan bintik/gelembung kecil pada lilin padat?
terima kasih.
(DEVI: devi_christanti@yahoo.com)
Mas Ichal dan Mbak Devi,
BalasHapusIni merupakan hasil liputan saya dulu tahun 2006. Jika masih bisa dikontak, silahkan kontak Mas Ferry, beliau kalau ga salah lulusan seni Rupa ITB. kemudian berwirausaha membuat bisnis lilin kreatif, bahkan juga disediakan workshop/pelatihan yang dulu harganya cukup terjangkau kok. tentu saja, saya tidak akan bisa menjawab semua pertanyan mas dan mba, jadi mohon silahkan kontak mas Fery, mudah-mudahan alamatnya belum berubah. setahu saya dia juga sudah menerbitkan beberapa buku yang bisa dilacak di toko buku. salam
Info Selengkapnya :
Candle Art Creation “Very Candle”, Workshop: Jl Legoso Raya Gang H Koweng No 1 RT.01/07 Ciputat, Jakarta Selatan. Telp. 021-70622906, 9225351. HP. 081315299007 (Veri Apriyanto)
halo... smoga sukses dengan kreasi lilinnya.
BalasHapussaya babas, sedang melakukan sebuah project iseng2, dan membutuhkan info mengenai beeswax (lilin lebah/malam tawon). jujur saja saya benar2 tidak punya petunjuk dmn menemukan beeswax ini. mudah2an klo bos bsa bantu, bisa kirim saya info ditoko apa saya bisa mendapatkat beeswax, lokasi saya di bandung.
mohon bantuannya mas, kontak saya di baz_bbz@yahoo.co.id
Ass...
BalasHapusSaya mau coba2 membuat lilin jelly, mohon bantuannya.
1. Bahan2 dan alat2 apa aja yg diperlukan?
2. Gimana cara membuat lilin jelly tersebut?
Makaci sebelumnya...
dwie_pratiwi@yahoo.com
Mas dan Mbak yang baik, setelah mencari akhirnya saya menemukan akun Mas Very di FB. berikut http://www.facebook.com/profile.php?id=1237693432#!/profile.php?id=1237693432&v=info
BalasHapusatau
http://www.facebook.com/group.php?gid=193434135607#!/group.php?gid=193434135607&v=info
silahkan diadd, dan langsung berkonsultasi dengan pakarnya ya... terimakasih atas kunjungan Bapak Ibu semua. salam
Man for Man massage
BalasHapusFull body naked massage.