
Berdasarkan kriteria-kriteria yang ada, sebuah perguruan tinggi (PT) memiliki kelebihan di satu sisi dan kekurangan di sisi lainnya. Namun dipastikan ada bidang-bidang kajian unggulan dari sebuah PT.
Berdasarkan penilaian The Times Higher Education Supplement-Quacquarelli Symonds (THE-QS)World University Rankings 2008 ada empat bidang kajian ilmu yang dinilai. Yakni Ilmu seni dan kemanusiaan, IPS, ilmu alam, dan ilmu hayat dan kedokteran, serta teknnologi informasi dan engineering.
University of Amsterdam yang secara total meraih ranking 53 terbaik di dunia versi THE QS 2008 misalnya. Jika ditanya apa bidang kajian terbaik dari University of Amsterdam? Pada jenjang pendidikan strata satu (S1/undergraduate) dan strata dua (S2/postgraduate) untuk bidang kajian seni dan kemanusiaan meraih ranking 36, ilmu alam/IPA (119), teknologi informasi (TI) dan engineering (171), Ilmu sosial/IPS (43), serta ilmu hayat dan kedokteran (80).
Namun, ini hanyalah salah satu acuan dan tidak bisa menggambarkan secara sebenarnya bagaimana kondisi kajian ilmu pengetahuan di University of Amsterdam. Minimal berdasarkan penilaian THE QS, studi tentang ilmu seni dan kemanusiaan sangat direkomendasikan untuk dipelajari di University of Amsterdam karena dianggap bersaing dibandingkan PT-PT lain di dunia.
Bagaimana pun dengan catatan lebih dari 27.000 mahasiswa yang telah berpartisipasi menjalankan studi di Universitas of Amsterdam, dengan total anggaran mencapai sekitar 487 juta Euro maka reputasi PT unggulan negeri kincir angin ini tidak bisa diragukan lagi. Buktinya University of Amsterdam beroleh ranking 15 sebagai PT terbaik di Eropa dari sekitar 200 PT yang dinilai THE QS.
Leiden University yang beroleh ranking 64 pada 2008. Namun berdasarkan bidang studi untuk jenjang pendidikan S1 dan S2 dalam bidang kajian seni dan kemanusiaan Leiden meraih ranking 35. kemudian IPS (58), IPA(68), ilmu hayat dan kedokteran (74), serta teknologi informasi dan engineering (288). Hampir sama dengan University of Amsterdam, di Leiden pun studi tentang ilmu seni dan kemanusiaan cukup unggul dan layak bersaing.
Meski demikian bukan berarti bidang kajian keilmuan lainnya tidak bisa dipelajari di PT tertua di Belanda yang telah didirikan sejak Februari 1575 ini. Hanya saja, berdasarkan penilaian THE QS ranking terbaik untuk bidang keilmuan di Leiden University adalah bidang seni dan kemanusiaan.
Namun dengan catatan lebih dari 16.000 mahasiswa yang telah mengikuti proses pendidikan di Leiden dan hampir 1600 orang diantaranya adalah mahasiswa internasional. Apalagi dengan catatan, banyak lulusan dan ilmuwan dari Leiden, termasuk beberapa peraih nobel. Catatan-catatan ini tentu membuat Leiden semakin diperhitungkan di kancah persaingan kualitas PT-PT di dunia. Leiden juga beroleh ranking ke-18 PT terbaik di kawasan Eropa.
IPA di Utrecht
Berbeda lagi dengan Utrecht University berdasar penilaian THE QS unggul dalam kajian IPA yang pada 2008 meraih ranking 37 terbaik di dunia. Demikian juga untuk bidang ilmu hayat dan kedokteran meraih ranking 62 dan ilmu seni dan kemanusiaan ranking 65. Namun untuk kajian IPS Utrecht University hanya meraih ranking 91, dan teknologi informasi ranking 169.
Didirikan pada 1636 dan berlokasi di Jantung wilayah Belanda, Utrecht University merupakan universitas riset terdepan di Eropa. Salah satu PT unggulan Negeri Kincir Angin ini dikenal di dunia internasional karena kualitasnya, serta inovasi dalam hal penelitian maupun sistem pengajarannya. Dengan skor 74,0 Utrecht University berada di posisi 20 terbaik dalam jajaran PT terbaik di Eropa versi THE QS.
Ingin belajar tentang kajian ilmu teknologi di Belanda? Delft University of Technology adalah jawabannya. Berdasarkan penilaian THE QS, Delft University of Technology meraih ranking 17 terbaik di dunia untuk kajian ilmu teknologi informasi dan engineering. Meskipun untuk bidang kajian lain, Delft memang agak kurang beruntung. Tercatat untuk kajian IPA(72), ilmu seni dan kemanusiaan (203), dan IPS (267). Ranking berdasar kajian ilmu ini baik untuk jenjang S1 maupun S2.
Bagaimanapun PT yang telah menyediakan pendidikan teknik selama lebih dari 160 tahun ini mendapat ranking 27 untuk PT terbaik di Eropa versi THE-QS.
Sementara Maastricht University unggul dalam kajian ilmu-IPS yakni mendapat ranking 50 terbaik di dunia versi THE QS. Sementara untuk kajian ilmu hayat dan kedokteran mendapat ranking 144. Untuk kajian lainnya seperti ilmu alam, ilmu seni dan kemanusiaan, serta teknologi informasi dan enginering tidak ada data untuk 2008.
Namun pada 2007, menurut THE QS kajian IPS di Maastricht University mendapat ranking 65. kemudian ilmu hayat dan kedokteran (202), ilmu seni dan kemanusiaan (324), TI dan engineering (430), serta IPA(483). PT ini terletak di jantung wilayah Eropa. Kota Maastricht atau dikenal dengan Perjanjian Maastricht (Maastricht Treaty), dimana di kota inilah menandai dibentuknya Uni Eropa. Bagaimanapun dengan skor 67,4, Maastricht University merupakan terbaik ke-40 diantara PT-PT terbaik di Eropa versi THE QS.
Erasmus University Rotterdam yang secara total meraih ranking 126 terbaik di dunia versi THE QS 2008, memiliki bidang kajian unggulan yakni IPS yang meraih ranking 51 terbaik di dunia. Kemudian untuk kajian ilmu hayat dan kedokteran (99) serta ilmu seni dan kemanusiaan (188). Untuk kajian lainnya, yakni IPA dan teknologi tidak ada pada 2008. Bagaimanapun dengan misi untuk menjadi PT terdepan dalam bidang IPS yakni dengan menggabungkan antara bakat dan pengetahuan demi keuntungan mahluk hidup, bisnis, sosial, dunia internasional, nasional, maupun regional. Erasmus University Rotterdam dengan skor 65,2 meraih predikat sebagai PT terbaik di Eropa dengan ranking 44 versi THE QS.
Eindhoven University of Technology juga unggul dalam kajian ilmu teknologi. THE QS mencatat, PT meraih ranking 49 untuk kajian ilmu TI dan engineering dan IPA ranking 154. Tidak ada data untuk ranking kajian ilmu lainnya pada 2008, namun berdasar catatan THE QS kajian ilmu seni dan kemanusiaan di Eindhoven University of Technology pada 2007 mendapat ranking 351, ilmu hayat dan kedokteran (307), dan IPS (393). Universitas yang didesain memiliki orientasi sebagai PT teknologi ini mendapat skor 64,8 dan menjadi PT terbaik ke-45 di kawasan Eropa versi THE QS.
Agriculture di Wageningen
Kemudian Wageningen University untuk kajian ilmu hayat dan kedokteran meraih ranking 173, IPA(216), TI dan engineering (295). Untuk kajian imu lainnya pada 2008 tidak ada data. Namun berdasarkan catatan THE QS pada 2007, ilmu hayat dan kedokteran di Wageningen University meraih rangking 143. Kemudian IPA(210), IPS (310), TI dan engineering (423), serta ilmu seni dan kemanusiaan (434). Didirikan sejak 1918, Wageningen University yang didesain untuk menjadi PT terdepan dalam pendidikan dan penelitian bidang tanaman, hewan, lingkungan, agroteknologi, pangan, dan kajian ilmu-ilmu sosial ini meraih rangking 55 PT terbaik di kawasan Eropa dengan skor 62.0.
University of Groningen yang secara total meraih ranking 144, untuk bidang kajian ilmu seni dan kemanusiaan meraih ranking 101. selanjutnya untuk kajian IPS (143), ilmu hayat dan kedokteran (162), dan IPA(182). Sedang untuk kajian ilmu TI dan engineering tidak ada data. Dengan demikian menurut penilaian THE QS, bidang kajian ilmu seni dan kemanusiaan adalah yang direkomendasikan untuk dipelajari di University of Groningen. Didirikan sejak tahun 1614 silam, University Groningen memiliki reputasi internasional menjadi terdepan sebagai universitas penelitian. PT ini meraih ranking 56 PT terbaik di wilayah Eropa pada 2008 berdasar penilaian THE QS.
Kemudian Vrije Universiteit (VU) University Amsterdam yang secara total meraih ranking 155 terbaik di dunia, memiliki keunggulan di bidang kajian ilmu hayat dan kedokteran yang meraih ranking 120 versi THE QS 2008. Untuk kajian IPS (124), ilmu seni dan kemanusiaan (154), TI dan engineering (218), serta IPA(235). Didirikan oleh Perdana Menteri Belanda periode 1901-1905 Abraham Kuyper, VU University Amsterdam resmi dibuka pada 1880. Meski pada awalnya hanya dibuka untuk kalangan umat kristiani dan seluruh sumber pendanaannya dari mereka, namun sejak 1960 akhirnya dibuka untuk umum. PT yang memiliki orientasi berinovasi dalam bidang penelitian dan pengajarannya ini meraih ranking 64 terbaik di Eropa versi THE QS 2008.
University of Twente yang secara total meraih ranking 200 terbaik di dunia, bidang kajian unggulannya adalah TI dan engineering dengan ranking 117 terbaik di dunia. Kemudian untuk kajian IPA(182), IPS (208), serta ilmu hayat dan kedokteran (296). Sementara untuk kajian ilmu seni dan kemanusiaan pada 2008 tidak ada data. PT yang menawarkan pendidikan kontemporer maupun komprehensif dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi (ICT) ini meraih ranking 82 terbaik di kawasan Eropa pada 2008 versi THE QS.
Serupa Radbound University Nijemegen, berdasar penilaian THE QS unggul dalam bidang kajian ilmu hayat dan kedokteran yang meraih ranking 198 terbaik di dunia. Kemudian ilmu seni dan kemanusiaan (281) dan IPS (288). Sementara ranking untuk kajian IPA serta TI dan engineering pada 2008 tidak ada data. PT yang memiliki misi untuk menjadi terdepan tidak hanya dalam bidang sains, namun juga bagaimana mengelola sains ini meraih ranking 93 terbaik di kawasan Eropa dengan skor 52,1. Bagaimanapun PT yang setiap tahunnya meluluskan sekitar 2000-an sarjana ini ingin mengambil peran penting dibidang kajian IPS di masa mendatang.
Dengan demikian berdasar penilaian THE QS, beberapa PT di Belanda memiliki bidang kajian ilmu unggulannya masing-masing. Sehingga jika ingin melakukan studi di Belanda, penilaian THE QS bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan bidang kajian dan di PT mana akan di ambil. Meskipun banyak pertimbangan lainnya untuk memilih sebuah PT, bukan hanya sekedar atas dasar perankingan oleh satu lembaga. Sebab pilihan bidang kajian dan lokasi studi, kembali kepada individu masing-masing dengan banyak pertimbangan yang melatarbelakanginya.
Dua Jenis Pendidikan
Bagaimanapun berdasarkan catatan Netherlands Education Support Office (NESO) Indonesia secara prinsip di Belanda tersedia dua jenis pendidikan reguler yang utama, yakni universitas dan Uniefersity of applied science (UAS). Universitas melatih para mahasiswanya untuk menggunakan ilmunya secara mandiri.
Sedangkan UAS, yang juga dikenal dalam bahasa Belanda dengan sebutan Hogeschool, lebih berorientasi ke praktek. Yakni para mahasiswa langsung diarahkan untuk meraih jenjang karir di bidangnya. Belanda juga memiliki lembaga institut pendidikan internasional yang sudah sejak lama menawarkan program-program yang dirancang khusus bagi mahasiswa asing.
Neso mencatat, di Belanda ada 14 universitas, tiga diantaranya memiliki spesialisasi di bidang teknik. Pada prinsipnya, universitas ini melatih mahasiswa menjadi ilmuwan dan pakar di salah satu bidang ilmu, namun banyak program studi juga mengarah ke lingkup profesional, sehingga kebanyakan alumninya dapat bekerja di luar lingkungan riset. Besar kecilnya universitas dikategorikan berdasarkan banyaknya jumlah mahasiswa, sangat bervariasi, berkisar antara 6000 sampai 30.000 mahasiswa. Total jumlah mahasiswa di seluruh universitas tercatat sekitar 185,000 orang.
Program studi yang ditawarkan UAS berorientasi pada praktek. Pengalaman praktek kerja yang diperoleh melalui magang merupakan bagian dari keseluruhan program studi professional. Ada 44 UAS di Belanda, yang terbesar adalah dengan jumlah mahasiswa mencapai 20.000 – 39.000 orang. Jumlah keseluruhan yang terdaftar di jenis pendidikan tinggi ini mencapai sekitar 350.000 mahasiswa.
Sejak lebih dari 50 tahun lalu Belanda menawarkan studi lanjutan dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar atau yang dikenal dengan pendidikan internasional. Menurut Neso, ke-11 institut ini memfokuskan pada program studi yang terkait dengan pembangunan, berbasis pada kerja kelompok dalam skala kecil, pertukaran pengetahuan dan interaksi antar mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya, yang difasilitasi oleh pengajar yang memiliki pengalaman kerja di negara-negara berkembang.
Donatur ke-4
Apalagi berdasarkan hasil Survei Pemetaan Program Beasiswa Luar Negeri di Indonesia yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Belanda menempati urutan ke-4 sebagai negara pemberi beasiswa terbesar bagi Mahasiswa dari Indonesia. Survei yang dilakukan atas kerjasama dengan Ausaid dan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta itu menemukan bahwa total dana beasiswa untuk Indonesia sebesar Rp4,28 triliun selama lima tahun terakhir.
Sebagaimana dilansir Kompas (10/3/09), dari hasil survei pemetaan ditemukan ada lebih dari 7.250 beasiswa yang disediakan oleh luar negeri dalam lima tahun terakhir bagi Indonesia. Adapun di dalam negeri, pemerintah menyediakan 1.921 beasiswa, yang paling besar disediakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada tahun ini menyediakan 700 beasiswa.
Sementara negara-negara yang memberikan donasi besar untuk beasiswa pendidikan berdasarkan hasil survei ini diantaranya, Australia (1), Jerman (2), Amerika Serikat/AS (3), dan Belanda (4). Pemanfaatan beasiswa luar negeri itu umumnya untuk bidang studi ekonomi, keuangan, dan perdagangan (23%), kebijakan publik dan administrasi pemerintahan (24%), sains dan teknologi (20 %), serta bidang pendidikan (12%).
Ranking ke-5 Terbesar
Dalam siaran pers Neso Indonesia sebagaimana dikutip Antara (30/01/09) jumlah mahasiswa Indonesia menempati ranking ke-5 terbesar untuk jumlah mahasiswa asing yang menempuh studi di Belanda. Neso Indonesia mengungkapkan posisi Indonesia untuk jumlah mahasiswa yang menempuh studi di Belanda memainkan peranan signifikan.
Rincian jumlah mahasiswa asing yang studi di Belanda diantaranya, Jerman (16.750 mahasiswa), China (4.750 mahasiswa), Belgia (2.450 mahasiswa), dan Prancis (1.650 mahasiswa), serta Indonesia untuk tahun 2007/2008 sebesar 1.450 mahasiswa.
Selain itu, NESO Indonesia mengemukakan terjadi peningkatan jumlah mahasiswa asing di Belanda seiring dengan pencanangan kampanye untuk "go international" yang digalakkan oleh beragam lembaga pendidikan tinggi di Negara Kincir Angin. Angka peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mencapai 12 persen atau sebesar 53.550 orang pada tahun ajaran 2007/2008.
Sebagian besar atau sekitar 70 persen dari jumlah mahasiswa asing tersebut berasal dari negara di Benua Eropa. Namun, negara-negara dari benua Asia memberikan kontribusi yang cukup besar dalam jumlah mahasiswa asing di Belanda, yakni hampir mencapai 20%. Sebaliknya, jumlah mahasiswa Belanda yang menempuh studi di luar negeri juga menunjukkan trend peningkatan sebesar 9% dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dengan jumlah hampir 20 ribu orang. Umumnya, Eropa (87 persen) masih menjadi tujuan utama dari mahasiswa Belanda untuk melanjutkan studinya di luar negeri. (Abdul Malik)
*Tulisan ini untuk mengikuti kompetisi blog studi di belanda dalam kategori wartawan
Sumber :
http://www.timeshighereducation.co.uk/hybrid.asp?typeCode=243&pubCode=1
http://www.topuniversities.com/worlduniversityrankings/results/
http://www.id.indonesia.nl/content/view/358/76/
http://www.nesoindonesia.com/indonesian-organizations/informasi-dalam-bahasa-indonesia/pendidika-tinggi-belanda/sistem-pendidikan.
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/03/10/19284872/Dana.Beasiswa.untuk.Indonesia.Rp.4.2.Triliun
http://www.antara.co.id/arc/2009/1/30/jumlah-mahasiswa-indonesia-nomor-lima-di-belanda/
wow datanya luar biasa. makasih komentarnya mas.
BalasHapus