Monday, 09 March 2009
ImageOPTIMISTIS: Industri perbankan syariah tetap optimistis menghadapi krisis keuangan global. Dengan sistem tahan guncangan krisis, perbankan syariah tumbuh lebih baik dibanding bank konvensional.
BANYAK pihak optimistis,industri perbankan syariah di dalam negeri akan terus tumbuh. Malah,Indonesia bisa menjadi pusat perbankan syariah dunia.
Munculnya rasa optimistis itu, salah satunya disebabkan rencana realisasi kerja sama antara PT Bank Negara Indonesia (BNI) dengan Islamic Development Bank (IDB) melalui anak usahanya Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) untuk menggarap bisnis perbankan syariah di Indonesia. Kepastian realisasi kerja sama lintas negara ini terungkap dalam forum World Islamic Economic Forum (WIEF) yang diselenggarakan di Jakarta awal pekan lalu.
Komitmen awal suntikan modal yang akan diberikan ICD berdasarkan kesepahaman (MoU) sebesar USD500 juta atau sekitar Rp5,9 triliun (dengan kurs USD1=Rp12.565). Disepakati persentase kepemilikan saham antara ICD–BNI adalah 60%–40%. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Siti Chalimah Fadjriah optimistis, potensi perbankan syariah akan terus berkembang di masa mendatang. Optimisme itu semakin kuat setelah berbagai inovasi dilakukan praktisi perbankan syariah.
Tidak hanya dari sisi teknologi yang sudah menyamai jasa layanan yang disediakan bank konvensional,juga beberapa jenis program unggulan yang tidak mampudisediakanbankkonvensional. ”Di dalam prinsip bank syariah jika terjadi kegagalan dibagi dua, tidak hanya sharing profit,juga sharing lost.Di sini ada prinsip keadilan, itu sangat kentaldibanksyariah,”kataSitiFadjriah dalam diskusi Peluang Bisnis Syariah di Tengah Krisis,yang diselenggarakan di Kantor Harian Seputar Indonesia (SINDO), Jakarta,akhir Februari lalu.
Keoptimisan Fadjriah cukup beralasan. Meski kinerja perbankan syariah belum mampu menyamai bank konvensional, dari tahun ke tahun industri bank syariah menunjukkan performa mengesankan.Berdasar data BI, sepanjang 2008 tercatat ada tambahan sekitar 1,2 juta rekening baru di perbankan syariah. Sementara dari sisi aset juga mengalami pertumbuhan sebesar 36%. Lalu, dari rasio pembiayaan perbankan syariah mencapai di atas 100% (sekitar 103,64%).
Begitu juga dari sisi infrastruktur. Dari hanya 550 jaringan kantor perbankan syariah pada 2005,per Januari 2009 jumlahnya sudah mencapai 1.032 jaringan kantor. Sementara kantor layanan syariah berdasar office chanelling per Januari 2009 sebanyak 1.480 kantor cabang.Dari angka ini,tertinggi dipegang BNI Syariah yang sudah memiliki 641 buah office chaneling, disusul Bank Permata Syariah (186), CIMB Niaga Syariah (144), Bank Danamon Syariah (133),Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (76), serta Bank Tabungan Negara Syariah (64).
Karena itu, para praktisi perbankan syariah menyatakan keoptimisannya terhadap kinerja perbankan yang menggunakan brand produk Islamic Banking (IB) ini. General Manager BNI Syariah Ismi Kushartanto misalnya,menargetkan pertumbuhan kinerjapada2009bisamencapaiangka 50%. Target ini merupakan prediksi realistis setelah pada 2008,BNI Syariah berhasil mencetak pertumbuhan sebesar 70% dengan nilai Rp3,1 triliun. Ini masih ditambah dengan rencana kerja sama dengan ICD-IDB yang akan segera direalisasikan.
”Kita optimistis pertumbuhan industriperbankansyariahke depanmasih sangat bagus.Semangat dan optimisme selalu ada dan itu tercermin daam kerja kita,”ujarnya kepadaSINDO. Prestasi gemilang juga diraih Permata Bank Syariah.Dalam laporan keuangan per 31 Desember 2008 (telah diaudit) disebutkan,pada 2007 nilai total aset yang dimiliki Permata Bank Syariah sebesar RP711,8miliar,per Desember 2008 meningkat menjadi Rp1,29 triliun. Per September 2008 laba bersih Permata Bank Syariah tercatat Rp33,7 miliar atau mengalami kenaikan hingga 887% dibanding bulan yang sama tahun lalu yang masih mencatat kerugian sebesar Rp4,2miliar.
”Industri perbankan syariah berpeluang akan terus tumbuh.Meski demikian, ada beberapa isu yang harus diperhatikan guna mendukung pertumbuhan industri ini.Di antaranya dari sisi regulasi yang terkait dengan pajak,” sebut Kepala Unit Usaha Syariah Permata Bank Adrian A Gunadi.
Tak heran, dari berbagai prestasi gemilang yang dicapai perbankan syariah inilah,Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pembukaan forum WIEF berharap,ke depan Indonesia bisa menjadi pusatkeuangansyariahdunia. (abdulmalik/islahuddin/faizinaslam)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/219449/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment