Minggu, 28 September 2008

Bukan Tradisi Monopoli Indonesia

Saturday, 27 September 2008
Tradisi pulang kampung halaman untuk bertemu sanak saudara bukan hanya milik Indonesia.Di negara lain,seperti Amerika Serikat (AS),tradisi serupa juga berlaku ketika perayaan hari Thanksgiving (‘hari pengucapan syukur’) dan Natal.


Proses migrasi sementara dari satu tempat ke tempat lainnya yang terjadi di Amerika Serikat (AS) hampir mirip dengan tradisi mudik yang terjadi di Indonesia. Masyarakat berbondongbondong pulang kampung halaman atau berkunjung ke tempat sanak famili, kerabat, dan teman-temannya.

Selain itu,warga AS juga memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur ke berbagai tempat wisata. Berdasarkan catatan Asosiasi Automobil Amerika (American Automobile Association/AAA), pada perayaan hari Thanksgiving, lalu lintas jalan raya di AS selalu dipadati pengguna jalan.Pada 2007, lembaga asosiasi independen untuk advokasi pelancong dan pengendara itu mencatat sekitar 38,7 juta warga Amerika melakukan perjalanan sejauh 50 mil atau lebih.

Angka ini naik 1,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Kepadatan jalan raya yang dimulai sejak 21 November itu didominasi mobil yang mencapai angka 80%. Meskipun terjadi kenaikan harga BBM di AS, tidak menyurutkan para pengendara kendaraan untuk melakukan perjalanan selama hari liburan itu.

AAA mencatat, angka permintaan BBM meningkat 0,8% selama empat pekan November dibandingkan tahun sebelumnya, atau ratarata lebih dari 9,3 juta barel per hari.”Meskipun harga BBM mencapai lebih dari USD3 per galon pada November 2007,hari Thanksgiving merupakan perayaan tradisional bagi berkumpulnya keluarga sehingga kenaikan harga BBM tidak akan menghalangi warga AS untuk berkumpul dengan keluarga yang dicintainya,” kata Presiden AAA Robert L Derbelnet dalam siaran persnya.

Sementara itu, 31,2 juta pengendara motor memadati jalanan pada perayaan Thanksgiving 2007.Angka ini meningkat 1,3% dibandingkan tahun sebelumnya,sedangkan 4,7 juta orang lainnya akan melakukan perjalanan melalui udara, dan sisanya dengan bus atau alat transportasi lainnya.

Meskipun membayar lebih untuk BBM, para pelancong itu terobati dengan menurunnya harga sewa mobil, hotel, dan biaya tiket pesawat.AAA mencatat rata-rata harga sewa kamar hotel turun 3%, sewa mobil turun 12%, dan harga tiket pesawat turun 7% pada 2007.Penurunan harga tiket pesawat ini karena perusahaan maskapai menginginkan peningkatan penjualan tiket sebesar 4%.

Asosiasi Transportasi Udara (Air Transport Association/ATA) mencatat pada perayaan Thanksgiving 2007 diprediksi meraih penjualan tiket sebanyak 27 juta.Angka ini dicapai untuk 12 hari yang dimulai 16 November dan setiap tempat duduk pesawat terisi hingga 90%.Upaya ini demi menambal kegagalan maskapai di AS yang banyak mencatat ketidakpuasan konsumennya.

Sebab berdasarkan catatan Departemen Perhubungan AS,per September 2007 sekitar 24% jadwal kedatangan pesawat terlambat. Ini merupakan catatan angka terburuk sejak data tentang keterlambatan jadwal pesawat dikompilasikan sejak 1995. Jika demikian halnya, tradisi berkumpul dengan sanak saudara adalah milik semua orang.

Di negara maju seperti AS pun, perayaan Thanksgiving dimanfaatkan warganya untuk berkumpul dengan orangorang dicintainya. Hari Thanksgiving adalah hari libur yang awalnya merupakan tradisi masyarakat Amerika Utara untuk mengucapkan terima kasih dan rasa syukur pada akhir musim panen.

Hari tersebut dijadikan hari libur resmi di Amerika Serikat yang jatuh pada setiap Kamis keempat November setiap tahunnya. Sementara di Kanada,Thanksgiving jatuh pada Senin kedua Oktober. Pada perayaan Natal 2006, AAA mencatat lebih dari 64,9 juta warga AS melakukan perjalanan sejauh 50 mil atau lebih.Angka ini meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 63,5 juta orang.

Perinciannya, untuk perayaan Natal ini sebanyak 52,6 juta pemudik (81% dari total pemudik) lebih menyukai mengendarai sepeda motor. Angka ini meningkat 2,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 51,5 juta orang. Selain itu, sebanyak 9 juta warga AS lebih menyukai melakukan perjalanan menggunakan pesawat (hampir 14% dari total pemudik).

Angka ini meningkat 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 8,7 juta orang. Sementara pemudik yang menggunakan jasa kereta api, bus, dan lainnya hanya tercatat 3,3 juta orang atau naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya 3,21 juta orang.

Desember merupakan bulan tersibuk bagi bandara di AS, sebab saat itulah jutaan warga AS berbondong bondong membeli tiket pesawat untuk mengunjungi keluarganya. Selain itu, akhir tahun juga merupakan waktu yang tepat untuk liburan layaknya pascalebaran di Indonesia.

Tempat-tempat wisata seperti pantai, kapal pesiar, lereng ski akan ramai dipadati pengunjung. Sebagaimana masyarakat Indonesia yang telah menyiapkan kebutuhan mudik jauh-jauh hari sebelum Lebaran, masyarakat AS pun melakukan hal yang sama. Sebab, momen liburan Natal dan akhir tahun tersebut memang benarbenar dimanfaatkan penduduk di Negeri Paman Sam itu.

Meskipun jika dibandingkan pada perayaan Thanksgiving,ternyata harga sewa kamar hotel,tiket pesawat,dan sewa mobil justru naik saat Natal dan Tahun Baru. AAA mencatat harga sewa kamar hotel saat Natal meningkat hingga 4%, sementara harga sewa mobil dan tiket pesawat naiknya tidak terlalu signifikan.Adapun jumlah warga AS yang menyewa mobil meningkat sekitar 5%.

Namun untuk pertama kalinya, pada liburan 4 Juli yang merupakan perayaan hari kemerdekaan AS,pada 2008 ini terjadi penurunan angka pelancong.Ini merupakan pertamakalinya dalamsejarahangkapelancong menurun 1,3%.Tercatat,Juli 2008 ini hanya sekitar 40,45 juta warga AS yang melakukan perjalanan liburan atau menurun 550.000 dibandingkan pada 2007 sebesar 41 juta.

Melihat dari paparan di atas, budaya pulang kampung alias mudik ternyata menjadi milik masyarakat dunia. Jika di AS memiliki perayaan Thanksgiving,Natal dan Tahun Baru, negara-negara lain di Eropa juga memiliki tradisi yang sama saat perayaan Natal. ”Di Belanda banyak orang yang mudik ketika perayaan Natal.

Ini sudah menjadi sifat dasar manusia ingin kembali ke asal. Ada yang demikian ramai seperti di Indonesia, yang berjubel-jubel,tetapi ada yang biasa saja.Namun,prinsipnya setiap orang ingin kembali ke kampung halamannya masing-masing,”kata Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Muhammad Hisyam. (abdul malik/islahuddin/faizin aslam)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/periskop/bukan-tradisi-monopoli-indonesia-2.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment