Kamis, 20 Maret 2008

Menumbuhkan Sel Induk dengan Bioreaktor

Menumbuhkan Sel Induk dengan Bioreaktor
Rabu, 19/03/2008
JAKARTA (SINDO) – Sel induk (stem cell) ternyata bisa ditumbuhkan dengan bioreaktor.Hasilnya akan lebih banyak dan biayanya pun lebih hemat. Peneliti dari Laboratorium Mikrobiologi dan Teknologi Bioproses Teknik Kimia ITB Made Tri Penia Kresnowati Phd mengatakan, bioreaktor bisa dikembangkan menjadi prototipe untuk memproses sel induk. Sayang, penentuan kondisi optimal untuk menumbuhkan dan mengubah stem cell menjadi sebuah produk masih mengalami kendala.
“Kondisi yang optimal itu bagaimana menyalurkan nutrisi ke sel dan bagaimana menyalurkan zat-zat sisa dari sel,” ungkap pemenang Fellowship L’Oreal UNESCO for Woman in Science 2008 perwakilan dari Asia Pasifik ini seusai jumpa pers di Jakarta kemarin. Ide menggunakan bioreaktor untuk menumbuhkan stem cellmemang tergolong brilian. Selama ini,kebanyakan penelitian bidang sel induk adalah melalui pendekatan medis dan fundamental.Sementara konsep yang ditawarkan Made menggunakan perspektif teknik kimia dan termasuk teknologi terapan.
Menurut Made, strategi aplikasi teknologi bioreaktor dalam memproses stem cell adalah dengan menentukan karakteristik fisik dan parameter operasi biorekator. Ini demi mengoptimalkan pertumbuhan induk sel. Dia akan membangun,melakukan simulasi model, dan merancang prototipe bioreaktor yang paling efektif menumbuhkan stem cell.Target ini memang sedikit ambisius.“ Saya akan mulai meneliti pada awal 2009. Target penelitian saya minimal dua tahun,” ungkapnya. Target yang dibuat Made bukanlah tanpa dasar.Dalam keseharian dia terbiasa bergaul dengan bioreaktor.
Dia tahu betul seperti apa dan bagaimana bioreaktor beroperasi dalam pengembangan bioteknologi "Implementasi yang dilakukan pada mikroba terbukti efektif. Karena itu saya sangat yakin bahwa bioreaktor juga bisa membantu menumbuhkan stem cell,” ujarnya. Dia banyak mendapat dukungan, termasuk dari Monash University, Australia, yang terkenal memiliki laboratorium cukup canggih. Dalam agendanya ada rencana pembuatan prototipe bioreaktor dengan panjang 5- 10 cm. Kunci perancangan bioreaktor ini, bagaimana alat tersebut mampu memproses stem celldengan benar.
Secara sederhana, bioreaktor berfungsi mengaduk sel dengan pengaturan temperatur tertentu.Nutrisi yang diberikan ke sel haruslah optimal dengan cara bioreaktor mengaduknya hingga nutrisi bisa terserap ke dalam sel secara merata.Analoginya pembuluh darah tubuh manusia menyebarkan nutrisi. Semakin sehat pembuluh darah dan tanpa sumbatan, nutrisi tersebut akan mampu diserap oleh tubuh dengan baik. “Dalam penelitian ini sel yang akan diuji coba adalah induk sel dari sumsum tulang punggung,”ujarnya. Dengan begitu, di dalam bioreaktor tersebut ada sumber makanan sel untuk proses pemanasan, sehingga cukup diatur bagaimana agar nutrisi tersebut bisa sampai ke sel dengan tepat.
Menurut Made,di dalam bioreaktor ini pun dirancang media pembuangan sisa-sisa sel. Sel layaknya tubuh manusia yang mendapatkan makanan dan berkeringat. Dia tumbuh, makan, dan ada zat sisa atau pembuangan. Pengukuran juga dilakukan dalam hal menganalisis kondisi induk sel yang ditumbuhkan. Sebab setiap induk sel memiliki kondisi pertumbuhan yang berbeda- beda. “Ini juga termasuk hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat bioreaktor untuk stem cell, yakni bagaimana membuang sisanya dari sel,”paparnya. Aplikasi pengobatan dengan teknologi stem cell saat ini memang sedang banyak dilakukan.
Teknologi yang sering dijuluki sebagai obat awet muda ini sudah teruji berhasil mengatasi penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, ginjal, dan lain-lain। Stem cell bisa berkembang biak menjadi suatu organ tubuh yang ingin diperbaiki. Untuk mengetahui apakah hipotesis Made ini akan benar-benar berhasil atau tidak, setidaknya kita harus menunggu penelitian selesai dilakukan. Meski demikian, Made merupakan potret wanita peneliti bidang ilmu eksakta yang memang layak mendapatkan penghargaan. Berdasarkan catatan UNESCO hanya sekitar 27% peneliti di dunia merupakan perempuan. (abdul malik)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/menumbuhkan-sel-induk-dengan-bioreaktor-3.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment