Kontroversi Tulang Kerdil Pasifik
Rabu, 12/03/2008
RALEIGH (SINDO) – Kontroversi seputar fosil manusia Flores yang berbentuk kecil sering disebut hobbit belum menemukan titik temu. Kini fosil si hobbit Flores disandingkan temuan tulang kecil lainnya. Lee Berger, ahli antropologi dari Universitas Witwatersrand di Afrika Selatan, mengklaim telah menemukan tulang yang merupakan tipe baru tubuh manusia dalam gua-gua di pulau wilayah Pasifik Selatan.
Dia menyatakan, fosil tulang itu milik manusia berusia 26 tahun yang hidup sekitar 1.000–3000 tahun lalu. Temuan ini menyediakan perspektif baru bagaimana manusia kerdil hidup di wilayah kepulauan. Temuan ini juga kembali menyulut perdebatan seputar temuan fosil manusia kecil Flores, sekitar 2.000 km selatan Palau. Beberapa peneliti menyatakan, tidak ada kaitan antara kedua fosil itu. Menurut mereka, fosil Homo floresiensishanya mampu bertahan di Flores sekitar 13.000 tahun silam sehingga tidak ada kaitannya dengan temuan tulang manusia kerdil di Pasifik Selatan. Sementara itu, ilmuwan lainnya menganggap fosil tulang yang ditemukan itu tidaklah alami, melainkan dikerdilkan. (nature/abdul malik)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/kontroversi-tulang-kerdil-pasifik-3.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
open for discuss, please feel free to comment