Senin, 16 November 2009

Negara dan Peran Swasta

Sunday, 15 November 2009
SEBERAPA besar peran swasta dalam berkontribusi terhadap pencitraan (branding) negara? Kedua institusi ini harus berjalan seiring untuk menciptakan citra di mata dunia.


Perusahaan swasta memiliki peranan penting dalam pencitraan suatu negara.Antara industri dan negara memiliki prinsip simbiosis muualisme.Kedua pihak (industri dan negara) harus saling mendukung. Argumentasi itulah yang diungkapkan Jeff Swystun, mantan Global Director, perusahaan konsultan branding dunia Interbrand yang kini menjadi Global Communications Director DDB Worldwide. Kedua perusahaan tersebut sama-sama anak perusahaan di bawah payung Omnicom Group Inc.

“Ini praktik bagaimana meraih momentum lintas dunia di mana negara atau kota berkolaborasi dengan stakeholder untuk mewujudkan pesan global, terkait pencitraan positif yang dimilikinya.Upayaupaya ini untuk menembus citra positif yang konsisten agar menciptakan branding,” ujar Swystun sebagaimana dikutip www. dinarstandard.com. Lebih jauh Swystun menyebut beberapa contoh, di antaranya Dubai, India, dan China sebagai negara-negara yang paling agresif dalam menempatkan citra mereka menjadi positif.

Sementara beberapa contoh negara lain yang sudah sukses melakukannya adalah Jerman dengan brand produk seperti BMW, VW, dan Siemens. Kemudian, Jepang dengan citra produknya Sony, Panasonic, Toyota, Honda, dan lainnya. Swiss juga mampu mempertahankan citranya melalui produk keju dan cokelat. Italia tidak ketinggalan sangat terkenal dengan produk fashion-nya, Mesir dengan piramida, dan banyak contoh negara lain yang berhasil melakukannya. Swystun mengungkapkan, pencitraan yang unik dari suatu negara tidak hanya terkait tempat, tapi juga masyarakat yang ada di negara tersebut.

“Ini berbicara tentang pencitraan terhadap masyarakat yang mewakili suatu wilayah agar menjadi unik sebab hanya ada sedikit perbedaan keunikan jika hanya didasarkan pada geografi,” paparnya. Dengan begitu, ketika menargetkan ingin meningkatkan sektor wisata, ada banyak tempat seperti pantai, gunung, dan pasir pantai yang indah. Ada banyak tempat dengan aturan pemerintah yang cukup mudah,regulasi perdagangan yang tidak menyulitkan, serta ketersediaan infrastruktur yang mendukung kegiatan bisnis.Guna menjadi unik, suatu tempat tidak hanya mengandalkan keindahan alam,tapi juga budaya masyarakatnya.

“ Pada suatu saat nanti,budaya masyarakatlah yang menjadi citra paling menarik dan unik,”ujarnya. Swystun memang lebih fokus pada budaya sebagai indikator paling utama pendukung citra suatu negara. Dalam cagar budaya, beberapa negara juga amat terkenal di dunia seperti Jepang dengan seni, masakan, dan filosofi hidup masyarakatnya. Selain itu, karyakarya seniman legendaris dunia seperti Michaelangelo, Leonardo, dan Galileo dari Italia juga tidak bisa dilupakan. (abdul malik/islahuddin)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/284300/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment