Senin, 16 November 2009

Membantah Asumsi Dominasi Pemerintah

Sunday, 15 November 2009
SELAMA ini banyak anggapan yang mengungkapkan, pencitraan suatu negara adalah dominasi yang harus dilakukan pemerintah. Padahal seharusnya tidak demikian.


Mantan Global Director Interbrand Jeff Swystun mengungkapkan,perusahaan-perusahaan besar di suatu wilayah bisa membantu pencitraan negara. Sebagaimana yang terjadi di salah satu negara bagian Amerika Serikat, Atlanta, justru terkenal karena brand CNN, Home Depot, dan Coke. Peranan seluruh stakeholder bahkan amat penting dalam pencitraan tempat atau suatu negara.Stakeholderini mencakup pemerintah,kalangan bisnis, kelompok masyarakat, agama, dan semua yang merepresentasi keunikan suatu negara.

“Isu utama adalah bagaimana pemerintah mengambil peranan pada seni dan kegiatan budaya lainnya, sedangkan kalangan bisnis juga berupaya hal yang sama.Bukankah ini akan menjadi kekuatan luar biasa jika bersama-sama melakukan upaya yang sama,”ujar Swystun. Tidak diragukan, kata dia, persepsi atas suatu negara atau wilayah sangat berdampak pada kemampuan daya saing investasi dan perdagangan ekspor sehingga kalangan swasta memiliki banyak peranan untuk membantu membangun citra negara.

Menurut Swystun, jika tidak dilakukan pengelolaan branding secara positif dan proaktif, pasar akan mendefinisikan siapa dan apa dari suatu negara tersebut. “Sehingga ini tantangan terbesar untuk melawan stereotip dengan cara membangun citra yang lebih progresif dan positif,”paparnya. Peranan swasta dalam citra suatu negara di antaranya mendorong dan bersama melakukan tindakan inisiatif. Swasta bahkan bisa membantu dalam pendanaan,atau bisa berpartisipasi dan menyebarkan ide tentang citra apa yang akan dibangun untuk negaranya.

Dengan begitu, perusahaan lokal bisa setahap demi setahap bersama-sama pemerintah membangun citra negara menjadi lebih positif.Pencitraan yang efektif harus dimulai dengan identifikasi brand,yang dilakukan dengan evaluasi secara hati-hati atas kekuatan dan kunci penting untuk menentukan target. Baik target brand positioning maupun target konsumen dan jaringan. Hal ini yang biasanya dilakukan sebuah perusahaan dalam melakukan pencitraan. “Satu kunci sukses dari pencitraan bahwa janjijanji haruslah sesuai kenyataan.Jangan janji kosong,”tambahnya.

Banyak contoh slogan negara yang merupakan bagian dari upaya pencitraan layaknya yang dilakukan perusahaan. Di antaranya Indonesia sempat menggunakan slogan Indonesia: Know It,Love It. Begitu juga Mesir dengan Egypt: Nothing Compares.Ada juga Prancis yang mengusung France: Rendes Vous en France”, dan masih banyak contoh lainnya. Artinya suatu negara bisa menggunakan teknik-teknik pencitraan sebagaimana yang dilakukan perusahaan swasta.

Contoh lain eratnya keterkaitan antara negara dan swasta adalah sebagaimana yang terjadi di Swedia.Ada model hubungan simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) antara citra negara dan swasta.Sebagaimana dilansir nation-branding info (8/7/09),contoh hubungan simbiosis tersebut antara Swedia dan IKEA,salah satu perusahaan penjual aksesori dan furnitur terbesar di negara Skandinavia itu. Brand komersial produk swasta yang asli dari Swedia tersebut sangat mendukung citra negara.

Secara linear terkadang brandperusahaan menjadi duta citra negara sehingga hubungannya saling mendukung dan menguntungkan. Hal ini sebagaimana diungkapkan dalam artikel Director-General of the Swedish Institute Olle Wästberg yang berjudul “The Symbiosis of Sweden & IKEA”. “Sejujurnya IKEA bahkan melakukan lebih untuk membuat citra Swedia dibanding dengan apa yang telah diupayakan pemerintah,”ujar Wästberg sebagaimana dilansir dalam Publicdiplomacymagazine (27/7/09).

Beberapa produk komersial lain yang memiliki kecocokan nilai dengan citra negara di antaranya AS dan Apple (dalam bidang teknologi), Italia dan Giorgio Armani (bidang gaya dan fashion), Jerman dan BMW (automotif). (abdul malik/islahuddin)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/284262/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment