Minggu, 22 November 2009

Tak Ada Krisis di Mobil Mewah

Krisis finansial global melanda dunia. Penjualan produk industri termasuk otomotif pun mengalami penurunan. Namun khusus untuk penjualan mobil mewah, krisis ternyata tidak berlaku.

Asumsi bahwa krisis selalu berkonotasi dengan penurunan penjualan karena penghematan konsumen, ternyata tidak mesti berlaku. Sebab di banyak negara, penjualan mobil mewah seolah tidak mengenal krisis. Di Indonesia saja, diestimasikan pertumbuhan penjualan mobil mewah rata-rata 10%-15% per tahun. Untuk tahun 2009 ini diprediksikan penjualan mobil kelas premium ini mencapai 4.000 unit atau diperkirakan 10% dari total penjualan mobil nasional.

Berdasarkan data yang dilansir PT Mercedes Benz Indonesia (MBI), peningkatan penjualan mobil mewah di Indonesia pada tahun 2009 naik 12% dibandingkan tahun 2008. Per September 2009, angka penjualan sudah mencapai 2.022 unit, atau naik 3% dibandingkan periode yang sama tahun 2008. Sementara total penjualan mobil mewah pada tahun 2009 ini diperkirakan mencapai angka 4.050 unit, meningkat tajam dibandingkan 2.931 unit pada tahun 2008 hanya untuk angka dari importir khusus.

Dari total pasar tersebut, Mercedes merupakan pemain utama dengan pangsa 69%. Kemudian diikuti BMW 21%, Lexus 6%, Audi 2%, Jaguae 1%, Volvo 0,8% dan sisanya bermacam merk. PT MBI sebagai pemimpin pasar menargetkan penjualan hingga akhir tahun 2009 ini akan mencapai 2.800 - 3.000 unit dengan pangsa 60 persen.

Angka pertumbuhan penjualan mobil mewah ini cukup mencengangkan. Sebab di tengah resesi ekonomi, ketika semua komoditas sempat mengalami dampak krisis, justru mobil premium melenggang seolah tidak mengenal krisis. Hal ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Pada banyak negara di dunia, ternyata juga terjadi hal serupa.

Tidak berbeda dengan Indonesia, Malaysia juga mengalami hal serupa. Bahkan tingkat pesanan mobil mewah di negeri Jiran sudah ada dalam daftar tunggu hingga awal tahun 2010. Sebagaimana dikutip Malay Mail Online (26/10), beberapa produsen mobil mewah seperti Audi, BMW, Porsche, Mercedes, dan Land Rover masih mencatat angka penjualan positif. Padahal beberapa produsen otomotif untuk kelas lainnya sedang mengalami penurunan angka penjualan. Bahkan salah satu mobil keluaran baru Audi, justru angka permintaan sudah melesat melampaui angka persediaan yang ada. Bahkan tercatat ratusan pembeli antre dalam daftar tunggu pemesanan, yang diperkirakan mobil baru akan diterima hingga Juni tahun 2010 mendatang.

“Kami terus menerima pemesanan dari pembeli, meskipun kami sudah menyatakan mereka akan masuk daftar tunggu yang panjang,” ungkap salah seorang penjual di Showroom Audi.

Tidak berbeda produk mobil sport mewah Porsche Panamera, yang produk terbarunya diluncurkan pada 03 Oktober lalu di Malaysia, langsung dipesan oleh banyak pembeli. “Pelanggan Porsche biasanya adalah orang yang sangat kaya, sehingga kondisi ekonominya tidak terpengaruh oleh krisis. Jadi baik krisis atau tidak, mereka akan tetap membeli,” ujar seorang penjual di Showroom Porsche.

Serupa Lexus RX350 juga diprediksikan akan mencatat penjualan 105 unit mobil akhir tahun ini. Merk Land Rover juga mengalami hal serupa. Berdasar catatan Malaysian Automative Association (MAA) angka penjualan Land Rover hingga Agustus 2009 ini mencapai 59 unit, naik dari 52 unit periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, penjualan mobil mewah di Malaysia pun tidak mengenal krisis.

Untuk kawasan Asia Pasifik, cerahnya prospek angka penjualan mobil mewah ini disampaikan salah satu brand mobil Rolls-Royce. Rolls-Royce Asia-Pacific regional chief Colin Kelly menyatakan pasar mobil mewah di Asia justru meningkat tajam sebagai akibat dari dampak krisis global. Pasar mobil Rolls-Royce justru melesat untuk pasar China dan India, sebagaimana kedua negara diprediksikan akan memimpin pemulihan ekonomi dunia pada tahun 2010.

“Jepang juga kami prediksikan akan memiliki catatan penjualan yang bagus pada 2010 mendatang. Sementara Australia mencatat penjualan sangat positif,” ujarnya sebagaimana dikutip AFP (21/11).

Produsen mobil premium yang berpusat di Inggris mencatat telah mampu menjual 2.012 unit mobil Phantom seluruh dunia, dan 200 unit diantaranya di Asia pada tahun 2008. Menurut Kelly, sebelumnya penjualan diprediksikan akan menurun sebesar 35% sebagai akibat dampak krisis. Namun catatan penjualan selama beberapa bulan terakhir justru sangat menggembirakan. Sedangkan angka penjualan tahun 2010 diperkirakan akan naik menjadi 2.500 unit, sedang untuk tahun 2009 ini total penjualan masih diperkirakan di kisaran angka 1.000 unit.

“Tahun depan kami perkirakan bisa menjual 400 unit untuk pasar Asia saja,” imbuhnya.

Buktinya optimisme tentang positifnnya angka penjualan mobil mewah ini juga disampaikan oleh CEO Daimler AG Dieter Zetsche. Menurutnya, bisnis mobil mewah yang sempat terhantam oleh krisis finansial global namun sudah pulih, bahkan pertumbuhannya menjadi lebih cepat. Angka penjualan pada Oktober 2009 ini diprediksi akan tumbuh 2-3%. Untuk penjualan di Amerika Serikat saja, produsen mobil merk Mercedes Benz ini mampu mencatat angka pertumbuhan 21,3% pada Oktober 2009.

Setelah sempat mencatat angka pertumbuhan penjualan menurun pada semester pertama tahun 2009, Daimler melaporkan kuartal ke-3 mampu mencatat keuntungan USD84 juta. Meskipun belum bisa menyamai prestasi tahun lalu, namun realisasi tersebut lebih baik dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya. Pemulihan angka permintaan untuk mobil produk Daimler agak lambat untuk pasar Amerika Utara, sementara China melambat hanya sebentar dan langsung kembali pulih.

“China akan segera menjadi pasar ketiga terbesar kami,” ujarnya sebagaimana dikutip Detroit News (13/11). (*).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

open for discuss, please feel free to comment